alexametrics
23.4 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Laden-Laden lewat Program Sobo Deso

BANYUWANGI – Memiliki semangat berkobar bagai api yang terus menyala untuk mengajak semua orang dari berbagai kalangan, lintas generasi, serta latar belakang untuk berbuat baik. Itulah yang selalu digelorakan Mohammad Ali Makki Zaini sejak menjabat sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi tahun 2018 lalu.

Derap langkah pengurus organisasi berlogo bumi dikelilingi tampar berbintang sembilan ini sangat dirasakan masyarakat Banyuwangi.Program kerja segenap pengurus NU, Lembaga NU, dan Badan Otonom (Banom) NU di semua tingkatan menjadi satu gerakan yang nyata dalam visi Manunggaling Jamaah lan Jam’iyah.

”Organisasi itu dikatakan berjalan jika semua elemen di bawahnya berkegiatan dan bergerak laden-laden (melayani) masyarakat,” ungkap Gus Makki, panggilan akrabnya.

Selama hampir tiga tahun memimpin sebagai ketua ormas terbesar di Banyuwangi, sejumlah inovasi program kegiatan juga telah dilakukan PCNU Banyuwangi. Yang paling dikenal masyarakat adalah Silaturahmi PCNU Sobo Deso. Program ini merupakan media silaturahmi sekaligus konsolidasi antarpengurus NU di tingkat ranting bersama dengan pengasuh pondok pesantren, pengurus takmir masjid, guru ngaji, guru Taman Pendidikan Qur’an (TPQ), guru madrasah, bersama warga jamiyah Nahdlatul Ulama.

Jagongan antarpengurus NU di tingkat desa yang difasilitasi kepala desa tersebut, tidak hanya sebagai media konsolidasi internal melainkan juga eksternal dengan dihadiri tiga pilar mulai dari kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta seluruh perangkat desa. Jika ada persoalan yang timbul di masyarakat tingkat bawah, bisa langsung diantisipasi dan dicarikan solusi bersama.

Menyapa masyarakat lewat program Sobo Deso tak lain untuk menggerakkan peran-peran pengurus NU, mulai dari tingkat ranting untuk bersama-sama bergerak menjadi satu kesatuan dalam upaya membangun desa. ”Pengurus NU harus hadir menjadi solusi bagi setiap permasalahan warga. Kesulitan apa pun yang dikeluhkan warga, pengurus NU harus hadir membantu sebisanya, semampunya, dan sekuatnya,” terang pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Hidayah, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono ini.

Selain Sobo Deso, program lain yang saat ini sedang berjalan adalah percepatan sertifikat tanah wakaf hasil kerja sama PCNU dengan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi dalam rangka penertiban aset tanah wakaf di seluruh Banyuwangi.

Selama pandemi Covid-19, PCNU Banyuwangi juga tidak tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan untuk melindungi seluruh lapisan masyarakat Banyuwangi dalam upaya pencegahan penularan wabah Covid-19. 

BANYUWANGI – Memiliki semangat berkobar bagai api yang terus menyala untuk mengajak semua orang dari berbagai kalangan, lintas generasi, serta latar belakang untuk berbuat baik. Itulah yang selalu digelorakan Mohammad Ali Makki Zaini sejak menjabat sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi tahun 2018 lalu.

Derap langkah pengurus organisasi berlogo bumi dikelilingi tampar berbintang sembilan ini sangat dirasakan masyarakat Banyuwangi.Program kerja segenap pengurus NU, Lembaga NU, dan Badan Otonom (Banom) NU di semua tingkatan menjadi satu gerakan yang nyata dalam visi Manunggaling Jamaah lan Jam’iyah.

”Organisasi itu dikatakan berjalan jika semua elemen di bawahnya berkegiatan dan bergerak laden-laden (melayani) masyarakat,” ungkap Gus Makki, panggilan akrabnya.

Selama hampir tiga tahun memimpin sebagai ketua ormas terbesar di Banyuwangi, sejumlah inovasi program kegiatan juga telah dilakukan PCNU Banyuwangi. Yang paling dikenal masyarakat adalah Silaturahmi PCNU Sobo Deso. Program ini merupakan media silaturahmi sekaligus konsolidasi antarpengurus NU di tingkat ranting bersama dengan pengasuh pondok pesantren, pengurus takmir masjid, guru ngaji, guru Taman Pendidikan Qur’an (TPQ), guru madrasah, bersama warga jamiyah Nahdlatul Ulama.

Jagongan antarpengurus NU di tingkat desa yang difasilitasi kepala desa tersebut, tidak hanya sebagai media konsolidasi internal melainkan juga eksternal dengan dihadiri tiga pilar mulai dari kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta seluruh perangkat desa. Jika ada persoalan yang timbul di masyarakat tingkat bawah, bisa langsung diantisipasi dan dicarikan solusi bersama.

Menyapa masyarakat lewat program Sobo Deso tak lain untuk menggerakkan peran-peran pengurus NU, mulai dari tingkat ranting untuk bersama-sama bergerak menjadi satu kesatuan dalam upaya membangun desa. ”Pengurus NU harus hadir menjadi solusi bagi setiap permasalahan warga. Kesulitan apa pun yang dikeluhkan warga, pengurus NU harus hadir membantu sebisanya, semampunya, dan sekuatnya,” terang pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Hidayah, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono ini.

Selain Sobo Deso, program lain yang saat ini sedang berjalan adalah percepatan sertifikat tanah wakaf hasil kerja sama PCNU dengan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi dalam rangka penertiban aset tanah wakaf di seluruh Banyuwangi.

Selama pandemi Covid-19, PCNU Banyuwangi juga tidak tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan untuk melindungi seluruh lapisan masyarakat Banyuwangi dalam upaya pencegahan penularan wabah Covid-19. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/