Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Edukasi
icon featured
Edukasi

Bim Salabim Pekarangan Rumah Jadi Taman Mini

25 September 2021, 17: 40: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

Bim Salabim Pekarangan Rumah Jadi Taman Mini

OWNER CAHAYA HYDROFARM : Rina Novi Cahyani (Ramada Kusuma/RaBa)

Share this      

Bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan pekarangan selama pandemi Covid-19 bisa  menghemat biaya pengeluaran. Kondisi itu benar-benar dirasakan oleh Rina Novi Cahyani. Ibu dua anak asal Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari ini berhasil menyulap lahan pekarangan menjadi kebun mini.

Ratusan jenis tanaman memenuhi kebun kecil miliknya. ”Awalnya petak sawah peninggalan orang tua yang sering tergenang air sehingga tidak produktif, lalu kami buat berkebun, kebetulan memang senang bercocok tanam,” ujar perempuan yang akrab dipanggil Oppie ini.

Berbekal hobi, Oppie bersama suaminya, Ahmad Zulfi, mulai mengubah lahan sawah menjadi kebun. Di kebun tersebut ada berbagai jenis tumbuhan, mulai palawija, sayur, bunga hias, hingga tanaman obat keluarga.

Baca juga: Seniman, Budayawan, dan Akademisi Sepakat Bentuk Lembaga Studi Bahasa

Di kebun bernama Cahaya Hydro Farm ini juga terdapat beraneka tanaman hidroponik seperti selada, pakcoy, kangkung, dan kale. ”Alhamdulillah, dari hobi bercocok tanam, kami mendapat manfaat ekonomi. Minimal semua kebutuhan dapur kami penuhi sendiri, tidak perlu belanja,” kata Oppie.

Selain itu, hobi bercocok tanam bisa meningkatkan imunitas dan menjaga kesehatan tubuh. ”Secara kesehatan, asupan kami dijamin organik yang tentunya mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Apalagi di masa pandemi daya tahan tubuh juga harus terjaga betul,” tandasnya.

(bw/ddy/rbs/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia