alexametrics
25.4 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Model PTM Dibebaskan

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah diterapkan sejak sepekan lalu, ternyata pelaksanaannya beragam. Ada sekolah yang menerapkan tiga hari masuk, tiga hari daring atau online. Tapi, juga ada sekolah yang memberlakukan enam hari masuk dengan dibagi pagi dan siang.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Suratno menyampaikan model PTM yang diterapkan di sekolah itu berbeda-beda, dan itu tidak masalah. Sebab, prinsip dari PTM menjaga protokol kesehatan (prokes) ketat dan pembatasan kapasitas ruang. “Jadi 50 persen itu bukan dari jumlah siswa, tapi daya tampung ruangan,” jelasnya,

Untuk sekolah yang menerapkan PTM tiga hari masuk dan tiga hari daring, terang dia, itu tidak masalah selama sesuai dengan kondisi sekolah. Hanya saja, perlu diketahui kalau siswa berada di rumah itu bukan berarti layanan pembelajaran libur. “Mau PTM atau daring, intinya layanan harus tetap ada,” katanya.

Menurut Suratno, saat ini lembaga pendidikan di Banyuwangi baik negeri maupun swasta yang sudah melaksanakan PTM ada 686 untuk PAUD, 693 SD, dan 89 SMP. Pihaknya juga terus melakukan monitoring melalui satuan pendidikan di tingkat kecamatan. “Setiap ada perkembangan, akan menjadi bahan evaluasi dan kajian untuk kebijakan selanjutnya, dan PTM ini terus kita monitor,” terangnya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, di antara sekolah yang menerapkan model PTM pagi dan siang, itu SMPN 1 Genteng. Di sekolah ini, para siswa yang masuk pagi mulai pukul 07.00 hingga pukul 09.30. Sedang yang masuk siang, mulai pukul 09.30 hingga 11.30.

Di sekolah ini, pemberlakuan PTM pagi dan siang karena ruangan untuk belajar yang kurang. “Dalam PTM itu maksimal siswa di ruangan 50 persen, maka kita siasati masuk pagi dan siang,” cetus Kepala SMPN 1 Genteng, H Sodik.

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah diterapkan sejak sepekan lalu, ternyata pelaksanaannya beragam. Ada sekolah yang menerapkan tiga hari masuk, tiga hari daring atau online. Tapi, juga ada sekolah yang memberlakukan enam hari masuk dengan dibagi pagi dan siang.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Suratno menyampaikan model PTM yang diterapkan di sekolah itu berbeda-beda, dan itu tidak masalah. Sebab, prinsip dari PTM menjaga protokol kesehatan (prokes) ketat dan pembatasan kapasitas ruang. “Jadi 50 persen itu bukan dari jumlah siswa, tapi daya tampung ruangan,” jelasnya,

Untuk sekolah yang menerapkan PTM tiga hari masuk dan tiga hari daring, terang dia, itu tidak masalah selama sesuai dengan kondisi sekolah. Hanya saja, perlu diketahui kalau siswa berada di rumah itu bukan berarti layanan pembelajaran libur. “Mau PTM atau daring, intinya layanan harus tetap ada,” katanya.

Menurut Suratno, saat ini lembaga pendidikan di Banyuwangi baik negeri maupun swasta yang sudah melaksanakan PTM ada 686 untuk PAUD, 693 SD, dan 89 SMP. Pihaknya juga terus melakukan monitoring melalui satuan pendidikan di tingkat kecamatan. “Setiap ada perkembangan, akan menjadi bahan evaluasi dan kajian untuk kebijakan selanjutnya, dan PTM ini terus kita monitor,” terangnya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, di antara sekolah yang menerapkan model PTM pagi dan siang, itu SMPN 1 Genteng. Di sekolah ini, para siswa yang masuk pagi mulai pukul 07.00 hingga pukul 09.30. Sedang yang masuk siang, mulai pukul 09.30 hingga 11.30.

Di sekolah ini, pemberlakuan PTM pagi dan siang karena ruangan untuk belajar yang kurang. “Dalam PTM itu maksimal siswa di ruangan 50 persen, maka kita siasati masuk pagi dan siang,” cetus Kepala SMPN 1 Genteng, H Sodik.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/