alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Pendaftar Banyuwangi Cerdas Tembus 348 Orang

RadarBanyuwangi.id – Kabar baik bagi kalangan siswa calon lulusan SMA/sederajat –khususnya bagi mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu dan hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi (PT). Pemkab membuka akses bagi mereka untuk dapat kuliah hingga menuntaskan jenjang sarjana strata satu (S-1) dengan dibiayai secara penuh oleh pemerintah kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

Ya, seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pemkab membuka program Beasiswa Banyuwangi Cerdas. Tahun ini kuota yang tersedia berkisar antara 50 sampai 60 orang. Para calon peserta program beasiswa tersebut dapat memilih satu di antara empat perguruan tinggi, yakni Universitas Jember (Unej), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, Universitas Terbuka (UT) Jember, dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Suratno mengatakan, setiap tahun pemkab mengalokasikan beasiswa bagi pelajar yang berprestasi. Program beasiswa yang telah diluncurkan sejak 2011 ini diperuntukkan khusus bagi anak-anak muda berprestasi dari keluarga kurang mampu, yatim piatu, dan para penyandang disabilitas berprestasi.

Baca Juga :  Wujudkan Program Strategis dan Inovatif, Dispendik Gelar Rakor

”Kriteria utama untuk program Beasiswa Banyuwangi Cerdas adalah anak muda dari keluarga kurang mampu, namun mempunyai potensi dan prestasi. Ini adalah bagian dari upaya peningkatan daya saing SDM Banyuwangi,” ujar Suratno.

Pendaftaran program Banyuwangi Cerdas tahun ini telah dibuka sejak 20 Januari hingga 10 April mendatang. Hingga kemarin (23/3) jumlah pendaftar sudah mencapai 348 orang. ”Masih ada waktu untuk mendaftar. Silakan manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” kata Suratno.

Suratno menambahkan, ada dua syarat yang harus dipenuhi bagi mereka yang mengajukan beasiswa ini. Pertama, mereka harus berasal dari keluarga yang kurang mampu. ”Itu dibuktikan dengan dokumen pendukung. Seperti form yang berisi tentang biodata orang tua, pekerjaan, rekening listrik, dan foto rumah dari berbagai sisi. Selanjutnya ada tim khusus yang akan melakukan survei ke lokasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Rektor Untag Lamar Anas Jadi Dosen Luar Biasa

Kedua, mereka harus lolos dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Jika lolos seleksi dan berhasil masuk perguruan tinggi tujuan, peserta program ini akan mendapatkan alokasi dana Rp 12 juta per mahasiswa per tahun.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengatakan, program beasiswa Banyuwangi Cerdas telah diluncurkan sejak 2011. Tidak hanya bagi anak-anak muda berprestasi dari keluarga kurang mampu, namun ada beasiswa bagi yatim piatu dan para penyandang disabilitas berprestasi. Tak hanya itu, pada tahun 2021 ini beasiswa juga diberikan kepada mahasiswa dari keluarga yang terdampak Covid-19.

”Lewat program ini, Banyuwangi memberikan akses bagi anak-anak yang kurang beruntung untuk melangkah ke bangku perguruan tinggi. Sejak diluncurkan, tidak kurang 1.800 anak muda yang mendapatkan program ini. Anggaran yang dikucurkan total sudah mencapai Rp 26,25 miliar,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)

RadarBanyuwangi.id – Kabar baik bagi kalangan siswa calon lulusan SMA/sederajat –khususnya bagi mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu dan hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi (PT). Pemkab membuka akses bagi mereka untuk dapat kuliah hingga menuntaskan jenjang sarjana strata satu (S-1) dengan dibiayai secara penuh oleh pemerintah kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

Ya, seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pemkab membuka program Beasiswa Banyuwangi Cerdas. Tahun ini kuota yang tersedia berkisar antara 50 sampai 60 orang. Para calon peserta program beasiswa tersebut dapat memilih satu di antara empat perguruan tinggi, yakni Universitas Jember (Unej), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, Universitas Terbuka (UT) Jember, dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Suratno mengatakan, setiap tahun pemkab mengalokasikan beasiswa bagi pelajar yang berprestasi. Program beasiswa yang telah diluncurkan sejak 2011 ini diperuntukkan khusus bagi anak-anak muda berprestasi dari keluarga kurang mampu, yatim piatu, dan para penyandang disabilitas berprestasi.

Baca Juga :  Stikom Siap Lahirkan Startup Baru

”Kriteria utama untuk program Beasiswa Banyuwangi Cerdas adalah anak muda dari keluarga kurang mampu, namun mempunyai potensi dan prestasi. Ini adalah bagian dari upaya peningkatan daya saing SDM Banyuwangi,” ujar Suratno.

Pendaftaran program Banyuwangi Cerdas tahun ini telah dibuka sejak 20 Januari hingga 10 April mendatang. Hingga kemarin (23/3) jumlah pendaftar sudah mencapai 348 orang. ”Masih ada waktu untuk mendaftar. Silakan manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” kata Suratno.

Suratno menambahkan, ada dua syarat yang harus dipenuhi bagi mereka yang mengajukan beasiswa ini. Pertama, mereka harus berasal dari keluarga yang kurang mampu. ”Itu dibuktikan dengan dokumen pendukung. Seperti form yang berisi tentang biodata orang tua, pekerjaan, rekening listrik, dan foto rumah dari berbagai sisi. Selanjutnya ada tim khusus yang akan melakukan survei ke lokasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Sugito Geser ke Korsatdik Siliragung

Kedua, mereka harus lolos dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Jika lolos seleksi dan berhasil masuk perguruan tinggi tujuan, peserta program ini akan mendapatkan alokasi dana Rp 12 juta per mahasiswa per tahun.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengatakan, program beasiswa Banyuwangi Cerdas telah diluncurkan sejak 2011. Tidak hanya bagi anak-anak muda berprestasi dari keluarga kurang mampu, namun ada beasiswa bagi yatim piatu dan para penyandang disabilitas berprestasi. Tak hanya itu, pada tahun 2021 ini beasiswa juga diberikan kepada mahasiswa dari keluarga yang terdampak Covid-19.

”Lewat program ini, Banyuwangi memberikan akses bagi anak-anak yang kurang beruntung untuk melangkah ke bangku perguruan tinggi. Sejak diluncurkan, tidak kurang 1.800 anak muda yang mendapatkan program ini. Anggaran yang dikucurkan total sudah mencapai Rp 26,25 miliar,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/