alexametrics
22.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Tingkatkan Mutu Pembelajaran Gelar Touring Studi Tiru

BANYUWANGI Dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Banyuwangi saling berkunjung melakukan program Touring Studi Tiru (TURU).

Pelaksanaan TURU tersebut tak lain untuk saling bersilaturahmi dan berdiskusi tentang program pembelajaran di PKBM. Sehingga keberadaan PKBM tidak hanya membantu masyarakat dalam hal pendidikan kesetaraan saja. PKBM juga memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat melalui kerja sama dengan Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus dan Dinas Pendidikan Banyuwangi Bidang Dikmas.

Direktur PKBM Mandiri Sejahtera, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Achmad Baidhowi mengatakan, sejak dua tahun lalu dengan fasilitasi dari Bidang Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Banyuwangi pihaknya menjadi tempat jujugan program studi tiru.

“Jadi teman-teman PKBM yang belum terakreditasi dan masih terakreditasi C datang ke tempat kami untuk belajar bersama bagaimana mengelola PKBM dan pendidikan kesetaraan,” ungkapnya.

Tidak hanya terbatas tentang pengelolaan PKBM dan pendidikan kesetaraan paket A, B dan C. Para pengurus dan pengelola PKBM juga saling berdiskusi untuk menggli informasi mengenai pembelajaran, perencanaan pembelajaran, organisasi, dan delapan standar yang menjadi acuan akreditasi termasuk dalam penyusunan kurikulum.

“Memang rata-rata lemah di kurikulum, banyak yang mengira jika di PKBM itu kurikulumnya mengacu seperti di sekolah formal sehingga non formalnya tidak nampak. Termasuk tingkat ketuntasan modul yang dibebankan kepada warga belajar.” jelasnya.

Apalagi dalam PKBM atau pendidikan kesetaraan ini terbagi dalam dua kompetensi yakni umum dan khusus. Selain sisi akademisi, juga hampir separo terdapat muatan pemberdayaan keterampilan. Harapannya dari proses itu ada pengembangan diri, dan juga keterampilan. “Kami lebih pada fasilitasi minat bakat sesuai keinginan dari warga belajar. Kalau minat tata boga ya kita arahkan,” terangnya.

Setelah saling bertukar informasi itu, lembaganya juga giliran berkunjung kepada PKBM yang telah melakukan studi tiru tersebut sebagai tindak lanjut program. “ Jadi untuk mengetahui pasti apa yang telah mereka pelajari, kita kunjungi satu per satu semacam supervisi dan lebih pada saling berbagi jika ada kendala dan kesulitan,” katanya.

Dia juga bersyukur sejumlah lembaga PKBM yang melakukan studi tiru tersebut kini juga mulai ada yang mengajukan proses akreditasi PKBM dari program kesetaraan.

Hal senada juga diungkapkan Pengurus PKBM Aliza, Asmaniyah. Menurut Aas panggilan akrab Asmaniyah program tour studi tiru tersebut sangatlah bermanfaat sebagai media silaturahmi sekaligus sebagai ajang bertukar informasi. “ Intinya sebetulnya kita pada saling berbagi, bertukar informasi untuk sama-sama saling melengkapi,” katanya.

PKBM Aliza yang beralamat Jalan Ikan Tombro, Lingkungan Kaliasin, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi ini sudah terakreditasi A dan sedikitnya dikunjungi tujuh lembaga PKBM se-Banyuwangi.

Beragam hal yang didiskusikan, mulai dari seputar pembelajaran sistem pembelajaran, metode, kurikulum, penataan administrasi dan banyak hal lainnya. “Kita saling sharing dan berbagi saja kok,” cetusnya.

Setelah empat bulan kunjungan, lembaganya juga kembali melakukan kunjungan balasa ke masing-masing PKBM yang sudah berkunjung ke tempatnya. “Kita monitoring dan evaluasi sejauh mana penerapan informasi yang kami berikan, tapi kami juga tidak menutup diri mana kala ada sesuatu hal yang menarik untuk ditiru juga kami ambil untuk tambahan dan kembangkan di PKBM kami,” tandasnya. 

BANYUWANGI Dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Banyuwangi saling berkunjung melakukan program Touring Studi Tiru (TURU).

Pelaksanaan TURU tersebut tak lain untuk saling bersilaturahmi dan berdiskusi tentang program pembelajaran di PKBM. Sehingga keberadaan PKBM tidak hanya membantu masyarakat dalam hal pendidikan kesetaraan saja. PKBM juga memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat melalui kerja sama dengan Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus dan Dinas Pendidikan Banyuwangi Bidang Dikmas.

Direktur PKBM Mandiri Sejahtera, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Achmad Baidhowi mengatakan, sejak dua tahun lalu dengan fasilitasi dari Bidang Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Banyuwangi pihaknya menjadi tempat jujugan program studi tiru.

“Jadi teman-teman PKBM yang belum terakreditasi dan masih terakreditasi C datang ke tempat kami untuk belajar bersama bagaimana mengelola PKBM dan pendidikan kesetaraan,” ungkapnya.

Tidak hanya terbatas tentang pengelolaan PKBM dan pendidikan kesetaraan paket A, B dan C. Para pengurus dan pengelola PKBM juga saling berdiskusi untuk menggli informasi mengenai pembelajaran, perencanaan pembelajaran, organisasi, dan delapan standar yang menjadi acuan akreditasi termasuk dalam penyusunan kurikulum.

“Memang rata-rata lemah di kurikulum, banyak yang mengira jika di PKBM itu kurikulumnya mengacu seperti di sekolah formal sehingga non formalnya tidak nampak. Termasuk tingkat ketuntasan modul yang dibebankan kepada warga belajar.” jelasnya.

Apalagi dalam PKBM atau pendidikan kesetaraan ini terbagi dalam dua kompetensi yakni umum dan khusus. Selain sisi akademisi, juga hampir separo terdapat muatan pemberdayaan keterampilan. Harapannya dari proses itu ada pengembangan diri, dan juga keterampilan. “Kami lebih pada fasilitasi minat bakat sesuai keinginan dari warga belajar. Kalau minat tata boga ya kita arahkan,” terangnya.

Setelah saling bertukar informasi itu, lembaganya juga giliran berkunjung kepada PKBM yang telah melakukan studi tiru tersebut sebagai tindak lanjut program. “ Jadi untuk mengetahui pasti apa yang telah mereka pelajari, kita kunjungi satu per satu semacam supervisi dan lebih pada saling berbagi jika ada kendala dan kesulitan,” katanya.

Dia juga bersyukur sejumlah lembaga PKBM yang melakukan studi tiru tersebut kini juga mulai ada yang mengajukan proses akreditasi PKBM dari program kesetaraan.

Hal senada juga diungkapkan Pengurus PKBM Aliza, Asmaniyah. Menurut Aas panggilan akrab Asmaniyah program tour studi tiru tersebut sangatlah bermanfaat sebagai media silaturahmi sekaligus sebagai ajang bertukar informasi. “ Intinya sebetulnya kita pada saling berbagi, bertukar informasi untuk sama-sama saling melengkapi,” katanya.

PKBM Aliza yang beralamat Jalan Ikan Tombro, Lingkungan Kaliasin, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi ini sudah terakreditasi A dan sedikitnya dikunjungi tujuh lembaga PKBM se-Banyuwangi.

Beragam hal yang didiskusikan, mulai dari seputar pembelajaran sistem pembelajaran, metode, kurikulum, penataan administrasi dan banyak hal lainnya. “Kita saling sharing dan berbagi saja kok,” cetusnya.

Setelah empat bulan kunjungan, lembaganya juga kembali melakukan kunjungan balasa ke masing-masing PKBM yang sudah berkunjung ke tempatnya. “Kita monitoring dan evaluasi sejauh mana penerapan informasi yang kami berikan, tapi kami juga tidak menutup diri mana kala ada sesuatu hal yang menarik untuk ditiru juga kami ambil untuk tambahan dan kembangkan di PKBM kami,” tandasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/