27.5 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Belum Ada Pemberdayaan Penerima Beasiswa Situbondo Cerdas Pasca Lulus Kuliah

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Situbondo belum menemukan formulasi yang cocok dalam memberdayakan sejumlah mahasiswa yang baru lulus kuliah. Khususnya bagi para alumni  perguruan tinggi yang menerima bantuan beasiswa Situbondo Cerdas.

Kepala Seksi Pendidikan Dasar, Disdikbud Situbondo, Suratno menyatakan, rencana awal pemerintah adalah ingin menempatkan para lulusan tersebut ke dalam instansi pemerintahan. Itu dilakukan sebagai bentuk untuk  mengabdikan diri kepada daerah.

“Memang waktu itu rencananya mahasiswa penerima bantuan beasiswa diharapkan memiliki kontribusi terhadap daerah. Agar mereka bisa kembali pulang dan membangun Situbondo agar lebih berkembang,” ujarnya, Rabu (21/9).

Melalui pengabdian itu, mereka akan mengisi setiap instansi pemerintah daerah, sesuai dengan konsentrasi keilmuan yang didapatkan selama kuliah. Sehingga ilmu yang dimiliki dapat diterapkan langsung.

“Kalau mereka berada di tempat yang sesuai dengan keilmuannya kan enak. Selain menguasai materi, sambil lalu mempraktikkan langsung untuk menghadapi keadaan di lapangan,” ucap pria berambut pendek itu.

Suratno mengatakan, rencana itu masih belum selesai dibahas hingga saat ini. Sebab, pemerintah masih mempertimbangkan anggaran yang akan digunakan. Pasalnya, meski status mereka mengabdi, namun ada biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah. “Meski makan dan minum misalnya. Itu membutuhkan biaya. Pemerintah juga tidak mungkin membiarkan mereka begitu saja, tetapi pemerintah turut memberikan kontribusi finansial,” jelasnya.

Baca Juga :  Siswa SDN 1 Cluring Panen Juara

Menurutnya, ketika dibenturkan dengan biaya yang harus dikeluarkan, anggaran daerah terbatas. Sehingga, pemerintah pun memilih menunda sementara waktu untuk menerapkan kebijakan sistem pengabdian oleh alumni perguruan tinggi penerima beasiswa Situbondo Berprestasi.

“Banyak pihak dan banyak lembaga yang sudah kami ajak diskusi bersama. kesimpulannya saat itu, apakah mereka harus mengabdi namun tidak mendapatkan apa-apa. Itu yang masih kami pertimbangkan bersama dalam beberapa kali rapat yang dilaksanakan,” ungkapnya.

Selain keterbatasan anggaran, kata dia, ruang kerja yang akan digunakan sudah minim. Masing-masing dinas pun telah memiliki tenaga administrasi. Sehingga tidak mungkin untuk dilakukan pengurangan tenaga administrasi. “Kami juga tidak ingin bersikap arogan. Tiba-tiba putus tenaga administrasi agar bisa diisi oleh lulusan perguruan tinggi penerima beasiswa Situbondo Cerdas. Dikhawatirkan ke depan dapat menimbulkan permasalahan,” tuturnya.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Berharap Muncul Anak Berbakat Seperti Farel Prayoga

Suratno mengaku, telah memiliki rencana lain untuk pemberdayaan mahasiswa yang sudah lulus kuliah. Cara itu dirasa efektif untuk diterapkan, karena memiliki kontribusi besar untuk daerah. “Kalau rencana saya, mereka itu mengabdi untuk masyarakat. Minimal di lingkungan sekitar tempat tinggal. Seperti mengajari membaca dan menulis, baik kepada anak maupun dewasa. Agar buta huruf di Situbondo bisa diatasi. Namun itu masih merupakan rencana awal,” jelasnya.

Sementara itu, Suratno mengaku, sejumlah siswa yang mendaftarkan diri untuk menerima beasiswa tersebut tidak berjalan mulus seratus persen hingga lulus kuliah. Beberapa tahun terakhir misalnya, sejumlah mahasiswa harus dicabut beasiswanya karena tidak memenuhi ketentuan syarat. Seperti berhenti kuliah, dan menerima beasiswa lain. “Ada tiga mahasiswa terpaksa beasiswa harus dicabut. Dua diketahui menerima beasiswa lain, padahal dalam aturannya dilarang untuk menerima beasiswa dalam bentuk apapun. Sedangkan satu orang lainnya memutuskan untuk berhenti kuliah. Namun, proses pencabutannya pun melibatkan anak tersebut. sehingga kita fair bahwa itu bukan kebijakan pemerintah untuk memutuskan sepihak,” pungkasnya. (wan/pri)

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Situbondo belum menemukan formulasi yang cocok dalam memberdayakan sejumlah mahasiswa yang baru lulus kuliah. Khususnya bagi para alumni  perguruan tinggi yang menerima bantuan beasiswa Situbondo Cerdas.

Kepala Seksi Pendidikan Dasar, Disdikbud Situbondo, Suratno menyatakan, rencana awal pemerintah adalah ingin menempatkan para lulusan tersebut ke dalam instansi pemerintahan. Itu dilakukan sebagai bentuk untuk  mengabdikan diri kepada daerah.

“Memang waktu itu rencananya mahasiswa penerima bantuan beasiswa diharapkan memiliki kontribusi terhadap daerah. Agar mereka bisa kembali pulang dan membangun Situbondo agar lebih berkembang,” ujarnya, Rabu (21/9).

Melalui pengabdian itu, mereka akan mengisi setiap instansi pemerintah daerah, sesuai dengan konsentrasi keilmuan yang didapatkan selama kuliah. Sehingga ilmu yang dimiliki dapat diterapkan langsung.

“Kalau mereka berada di tempat yang sesuai dengan keilmuannya kan enak. Selain menguasai materi, sambil lalu mempraktikkan langsung untuk menghadapi keadaan di lapangan,” ucap pria berambut pendek itu.

Suratno mengatakan, rencana itu masih belum selesai dibahas hingga saat ini. Sebab, pemerintah masih mempertimbangkan anggaran yang akan digunakan. Pasalnya, meski status mereka mengabdi, namun ada biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah. “Meski makan dan minum misalnya. Itu membutuhkan biaya. Pemerintah juga tidak mungkin membiarkan mereka begitu saja, tetapi pemerintah turut memberikan kontribusi finansial,” jelasnya.

Baca Juga :  Untuk Tingkatkan Kualitas Inklusi, GPK Harus Sesuai POS

Menurutnya, ketika dibenturkan dengan biaya yang harus dikeluarkan, anggaran daerah terbatas. Sehingga, pemerintah pun memilih menunda sementara waktu untuk menerapkan kebijakan sistem pengabdian oleh alumni perguruan tinggi penerima beasiswa Situbondo Berprestasi.

“Banyak pihak dan banyak lembaga yang sudah kami ajak diskusi bersama. kesimpulannya saat itu, apakah mereka harus mengabdi namun tidak mendapatkan apa-apa. Itu yang masih kami pertimbangkan bersama dalam beberapa kali rapat yang dilaksanakan,” ungkapnya.

Selain keterbatasan anggaran, kata dia, ruang kerja yang akan digunakan sudah minim. Masing-masing dinas pun telah memiliki tenaga administrasi. Sehingga tidak mungkin untuk dilakukan pengurangan tenaga administrasi. “Kami juga tidak ingin bersikap arogan. Tiba-tiba putus tenaga administrasi agar bisa diisi oleh lulusan perguruan tinggi penerima beasiswa Situbondo Cerdas. Dikhawatirkan ke depan dapat menimbulkan permasalahan,” tuturnya.

Baca Juga :  Tak Saklek, Ahli Waris Tunggu Niat Baik Pemkab Banyuwangi

Suratno mengaku, telah memiliki rencana lain untuk pemberdayaan mahasiswa yang sudah lulus kuliah. Cara itu dirasa efektif untuk diterapkan, karena memiliki kontribusi besar untuk daerah. “Kalau rencana saya, mereka itu mengabdi untuk masyarakat. Minimal di lingkungan sekitar tempat tinggal. Seperti mengajari membaca dan menulis, baik kepada anak maupun dewasa. Agar buta huruf di Situbondo bisa diatasi. Namun itu masih merupakan rencana awal,” jelasnya.

Sementara itu, Suratno mengaku, sejumlah siswa yang mendaftarkan diri untuk menerima beasiswa tersebut tidak berjalan mulus seratus persen hingga lulus kuliah. Beberapa tahun terakhir misalnya, sejumlah mahasiswa harus dicabut beasiswanya karena tidak memenuhi ketentuan syarat. Seperti berhenti kuliah, dan menerima beasiswa lain. “Ada tiga mahasiswa terpaksa beasiswa harus dicabut. Dua diketahui menerima beasiswa lain, padahal dalam aturannya dilarang untuk menerima beasiswa dalam bentuk apapun. Sedangkan satu orang lainnya memutuskan untuk berhenti kuliah. Namun, proses pencabutannya pun melibatkan anak tersebut. sehingga kita fair bahwa itu bukan kebijakan pemerintah untuk memutuskan sepihak,” pungkasnya. (wan/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/