alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Jelang Tahun Ajaran Baru, Permintaan Seragam Sekolah Naik Pesat

RADAR GENTENG – Penyebaran Covid-19 mulai melandai, sekolah dapat menerapkan pembelajaran tatap muka. Rupanya, ini membawa berkah bagi para penjahit yang mengerjakan seragam sekolah.

Di tahun ajaran baru ini, mereka banyak menerima pesanan seragam sekolah, Minggu (22/5). Itu salah satunya, Anik Sholika, 43, asal Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan Kecamatan Genteng, Banyuwangi. “Pesanan banyak dari Banyuwangi dan luar kota,” katanya.

Sejak sekolah mulai menerapkan pembelajaran secara tatap muka, terang dia, pesanan seragam sekolah mulai banyak lagi. Ini setelah dua tahun sangat sepi karena mewabahnya virus korona. “Sekolah sudah normal lagi,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Menurut Anik, dalam seharai memproduksi 400 seragam anak sekolah. Baik itu untuk seragam Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), atau Sekolah Menengah Atas (SMA). “Permintaan paling banyak seragam untuk anak SD, ini ada dari Kalimantan, Sulawesi, dan Bali,” ujarnya.

Meski pesanan cukup banyak, Anik mengatakan permintaan seragam sekolah itu masih belum normal, seperti sebelum pandemi Covid-19. “Jika dibandingkan dua tahun pandemic, peningkatan pesanan mencapai 60 persen,” cetusnya seraya menyebut semua pesanan dikerjakan bersama empat karyawannya .

Meski pesanan belum pulih 100 persen, Anik mengaku ini sudah menjadi berkah tersendiri bagi produsen pakaian seragam sekolah, yang sempat terhenti karena pandem. “Tetap harus bersyukur, daripada tidak ada sama sekali,” ungkapnya.

Penjahit rumahan lain, juga mendapat banyak pesanan seragam sekolah. Menjelang tahun ajaran baru kali ini, pesanan seragam sekolah berdatangan. “Dalam seminggu dapat membuat 100 hingga 150 seragam sekolah,” kata Mursidah, 50, warga Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng nya.(sas/abi)

RADAR GENTENG – Penyebaran Covid-19 mulai melandai, sekolah dapat menerapkan pembelajaran tatap muka. Rupanya, ini membawa berkah bagi para penjahit yang mengerjakan seragam sekolah.

Di tahun ajaran baru ini, mereka banyak menerima pesanan seragam sekolah, Minggu (22/5). Itu salah satunya, Anik Sholika, 43, asal Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan Kecamatan Genteng, Banyuwangi. “Pesanan banyak dari Banyuwangi dan luar kota,” katanya.

Sejak sekolah mulai menerapkan pembelajaran secara tatap muka, terang dia, pesanan seragam sekolah mulai banyak lagi. Ini setelah dua tahun sangat sepi karena mewabahnya virus korona. “Sekolah sudah normal lagi,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Menurut Anik, dalam seharai memproduksi 400 seragam anak sekolah. Baik itu untuk seragam Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), atau Sekolah Menengah Atas (SMA). “Permintaan paling banyak seragam untuk anak SD, ini ada dari Kalimantan, Sulawesi, dan Bali,” ujarnya.

Meski pesanan cukup banyak, Anik mengatakan permintaan seragam sekolah itu masih belum normal, seperti sebelum pandemi Covid-19. “Jika dibandingkan dua tahun pandemic, peningkatan pesanan mencapai 60 persen,” cetusnya seraya menyebut semua pesanan dikerjakan bersama empat karyawannya .

Meski pesanan belum pulih 100 persen, Anik mengaku ini sudah menjadi berkah tersendiri bagi produsen pakaian seragam sekolah, yang sempat terhenti karena pandem. “Tetap harus bersyukur, daripada tidak ada sama sekali,” ungkapnya.

Penjahit rumahan lain, juga mendapat banyak pesanan seragam sekolah. Menjelang tahun ajaran baru kali ini, pesanan seragam sekolah berdatangan. “Dalam seminggu dapat membuat 100 hingga 150 seragam sekolah,” kata Mursidah, 50, warga Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng nya.(sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/