24 C
Banyuwangi
Saturday, February 4, 2023

MTsN 1 Banyuwangi Sediakan Gedung Asrama

Fasilitasi Pembelajaran Berbasis Pesantren

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sekolah tidak hanya memberikan pengetahuan umum kepada para siswa. Namun, pemahaman tentang agama dan akhlak penting untuk disampaikan. Hal itu yang menjadi atensi dari salah satu sekolah negeri di Bumi Blambangan Yaitu Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Banyuwangi.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Mawar Nomor 35, Lingkungan Mojoroto, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri itu merupakan salah satu sekolah yang menjadi incaran para wali murid. Bagaimana tidak? faktor utama yang menjadi alasan para wali murid berbondong-bondong ingin menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut adalah karena fasilitas unggulan yang disediakan. Yakni asrama berbasis pesantren.

BERBENAH: Seorang santri sedang merapikan selimut di salah satu kamar di Gedung Asrama MTsN 1 Banyuwangi, Kamis (19/1). (Gareta Wardani/RadarBanyuwangi.id)

Sekadar diketahui, asrama tersebut bukan sekadar asrama layaknya sekolah pada umumnya. Kepala sekolah MTsN 1 Banyuwangi Salman terobsesi untuk membangun gedung asrama yang berbasis pesantren. ”Manfaat di dalam sana (gedung asrama) sama dengan pesantren,” ujarnya sambil menatap gedung asrama tersebut, kemarin (19/1).

Baca Juga :  SMAN 1 Situbondo Gembleng Siswa Baru dengan Pendidikan Karakter

Gedung yang dapat menampung 80 santriwati itu berisi berbagai kegiatan keagamaan. Seperti tahsinul qiraah, hadist arba in Nawawi, khulashah nurul yaqin, amtsilatu tashrifiyyah, murajaah lii tahfiidzi, al matan ajruumiyah, ta’liimu-i-muta’allim, aqidatul awwam, bidaayatul hidayah, dan safiinatun najaa.

LITERASI: Seorang santri sedang membaca buku di perpustakaan Gedung Asrama MTsN 1 Banyuwangi, Kamis (19/1). (Gareta Wardani/RadarBanyuwangi.id)

Namun, tak hanya itu. Di asrama tersebut juga mefasilitasi para santriwatinya untuk mengembangkan bakat mereka di bidang non-akademik. ”Ada berbagai ekstrakurikuler yang dapat mereka ikuti, seperti pidato bahasa inggris dan lainnya,” kata Salman.

Gedung tiga lantai itu memiliki delapan ruang kamar. Setiap kamar terdiri dari lima kasur susun atas bawah. Sehingga dalam satu kamar dapat menampung 10 santri.

Salman mengaku, tidak memberi peraturan mengikat untuk para siswinya agar berasrama. Menurutnya, siswi yang memiliki niat sungguh-sungguh dalam memperdalam ilmu agama di asrama akan datang sendiri dan mengikuti seleksi masuk asrama.

Baca Juga :  Uji Petik PPDB SMP Negeri Buktikan Prestasi
BERPRESTASI: Salman (kanan) dan Choirul Umam (kiri) membawa sertifikat penghargaan di MTsN 1 Banyuwangi, Kamis (19/1). (Gareta Wardani/RadarBanyuwangi.id)

Pendidikan karakter itu penting untuk membentuk akhlak yang baik. Sehingga asrama berbasis pesantren ini cocok untuk para siswi yang ingin mondok tapi tidak jauh dari kota. ”Artinya daripada nyantri jauh-jauh, lebih baik nyantren di Banyuwangi sini (MTsN 1 Banyuwangi) saja,” tutur bapak tiga anak itu.

Salah satu bukti kualitas sekolah tersebut untuk menyediakan Pendidikan pesantren bagi santrinya adalah capaian santri dalam menghafal Al Qur’an. Ya, siswi yang berasrama di sana dapat berlatih menghafal kitab suci Al Qur’an. ”Santri di sini paling cepat lima bulan bisa hafal tiga juz. Tetapi itu bergantung sama kemampuan anak,” pungkasnya.(rei)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sekolah tidak hanya memberikan pengetahuan umum kepada para siswa. Namun, pemahaman tentang agama dan akhlak penting untuk disampaikan. Hal itu yang menjadi atensi dari salah satu sekolah negeri di Bumi Blambangan Yaitu Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Banyuwangi.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Mawar Nomor 35, Lingkungan Mojoroto, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri itu merupakan salah satu sekolah yang menjadi incaran para wali murid. Bagaimana tidak? faktor utama yang menjadi alasan para wali murid berbondong-bondong ingin menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut adalah karena fasilitas unggulan yang disediakan. Yakni asrama berbasis pesantren.

BERBENAH: Seorang santri sedang merapikan selimut di salah satu kamar di Gedung Asrama MTsN 1 Banyuwangi, Kamis (19/1). (Gareta Wardani/RadarBanyuwangi.id)

Sekadar diketahui, asrama tersebut bukan sekadar asrama layaknya sekolah pada umumnya. Kepala sekolah MTsN 1 Banyuwangi Salman terobsesi untuk membangun gedung asrama yang berbasis pesantren. ”Manfaat di dalam sana (gedung asrama) sama dengan pesantren,” ujarnya sambil menatap gedung asrama tersebut, kemarin (19/1).

Baca Juga :  Berbagi Menulis Puisi dan Berita untuk MGMP Bahasa Indonesia 

Gedung yang dapat menampung 80 santriwati itu berisi berbagai kegiatan keagamaan. Seperti tahsinul qiraah, hadist arba in Nawawi, khulashah nurul yaqin, amtsilatu tashrifiyyah, murajaah lii tahfiidzi, al matan ajruumiyah, ta’liimu-i-muta’allim, aqidatul awwam, bidaayatul hidayah, dan safiinatun najaa.

LITERASI: Seorang santri sedang membaca buku di perpustakaan Gedung Asrama MTsN 1 Banyuwangi, Kamis (19/1). (Gareta Wardani/RadarBanyuwangi.id)

Namun, tak hanya itu. Di asrama tersebut juga mefasilitasi para santriwatinya untuk mengembangkan bakat mereka di bidang non-akademik. ”Ada berbagai ekstrakurikuler yang dapat mereka ikuti, seperti pidato bahasa inggris dan lainnya,” kata Salman.

Gedung tiga lantai itu memiliki delapan ruang kamar. Setiap kamar terdiri dari lima kasur susun atas bawah. Sehingga dalam satu kamar dapat menampung 10 santri.

Salman mengaku, tidak memberi peraturan mengikat untuk para siswinya agar berasrama. Menurutnya, siswi yang memiliki niat sungguh-sungguh dalam memperdalam ilmu agama di asrama akan datang sendiri dan mengikuti seleksi masuk asrama.

Baca Juga :  Wisuda 54 Mahasiswa, Menuju Institut Teknologi
BERPRESTASI: Salman (kanan) dan Choirul Umam (kiri) membawa sertifikat penghargaan di MTsN 1 Banyuwangi, Kamis (19/1). (Gareta Wardani/RadarBanyuwangi.id)

Pendidikan karakter itu penting untuk membentuk akhlak yang baik. Sehingga asrama berbasis pesantren ini cocok untuk para siswi yang ingin mondok tapi tidak jauh dari kota. ”Artinya daripada nyantri jauh-jauh, lebih baik nyantren di Banyuwangi sini (MTsN 1 Banyuwangi) saja,” tutur bapak tiga anak itu.

Salah satu bukti kualitas sekolah tersebut untuk menyediakan Pendidikan pesantren bagi santrinya adalah capaian santri dalam menghafal Al Qur’an. Ya, siswi yang berasrama di sana dapat berlatih menghafal kitab suci Al Qur’an. ”Santri di sini paling cepat lima bulan bisa hafal tiga juz. Tetapi itu bergantung sama kemampuan anak,” pungkasnya.(rei)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/