25 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Program Sekardadu Berlanjut, Gotong-Royong Jaga Kualitas Sungai

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sejak diluncurkan pada Maret lalu, progam Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) secara konsisten terus memberikan edukasi kepada pelajar dan mahasiswa. Setidaknya, ada 137 SD, 14 MI, 65 SMP, 8 MTs, 30 SMA, 14 SMK, 3 MA, dan 5 pondok pesantren serta 9 perguruan tinggi yang aktif merawat Daerah Aliran Sungai (DAS) di kawasan sekitarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi Guntur Priambodo menjelaskan, program Sekardadu merupakan gerakan sporadis untuk menjaga dan merawat DAS yang berada di sekitar lingkungannya. ”Tentu kegiatan ini tidak hanya berhenti pada program saja, namun target ke depan para siswa dan mahasiswa dapat menjadi contoh teladan bagi yang lain untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan keindahan sungai,” jelasnya.

Baca Juga :  Terapkan Metode Al Miftah, Wisuda Istimewa 96 Santri

Guntur menyebut, Pemkab Banyuwangi telah berupaya keras untuk menjaga kelestarian sungai. Selain Sekardadu, ada pula program Susur Sungai. Dalam program ini, masyarakat dilibatkan untuk memperhatikan kawasan sungai dan sepanjang alirannya. ”Mudah-mudahan program ini bagian ikhtiar untuk menjaga kelestarian sungai yang ada di Banyuwangi,” tegas Ketua ISSI Banyuwangi ini.

Dengan adanya program Sekradadu ini, tambah Guntur, diharapkan bisa mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih baik. Masyarakat yang masih terbiasa membuang sampah dan buang hajat di sungai, diharapkan bisa sadar dan berubah. ”Kita tanamkan rasa memiliki pada daerah aliran sungai sejak usia dini, dari tingkat pendidikan terendah,” jelasnya.

Menurut Guntur, untuk menyelesaikan persoalan sampah, perlu ada edukasi kepada masyarakat. Tidak cukup mengandalkan program dari pemerintah saja. Untuk itu, edukasi terhadap masyarakat sangat penting. Sebab, percuma pembersihan sungai dilakukan secara berkala, jika kebiasaan membuang sampah ke sungai masih terus dilakukan. ”Edukasi paling maksimal diberikan kepada anak-anak usia dini. Nantinya, akan timbul rasa malu apabila membuang sampah ke sungai,” pungkasnya. (sgt/c1)

Baca Juga :  Begini Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri dan Keluarga

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sejak diluncurkan pada Maret lalu, progam Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) secara konsisten terus memberikan edukasi kepada pelajar dan mahasiswa. Setidaknya, ada 137 SD, 14 MI, 65 SMP, 8 MTs, 30 SMA, 14 SMK, 3 MA, dan 5 pondok pesantren serta 9 perguruan tinggi yang aktif merawat Daerah Aliran Sungai (DAS) di kawasan sekitarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi Guntur Priambodo menjelaskan, program Sekardadu merupakan gerakan sporadis untuk menjaga dan merawat DAS yang berada di sekitar lingkungannya. ”Tentu kegiatan ini tidak hanya berhenti pada program saja, namun target ke depan para siswa dan mahasiswa dapat menjadi contoh teladan bagi yang lain untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan keindahan sungai,” jelasnya.

Baca Juga :  13 Mahasiswa Luar Jawa 6 Bulan Studi di Banyuwangi

Guntur menyebut, Pemkab Banyuwangi telah berupaya keras untuk menjaga kelestarian sungai. Selain Sekardadu, ada pula program Susur Sungai. Dalam program ini, masyarakat dilibatkan untuk memperhatikan kawasan sungai dan sepanjang alirannya. ”Mudah-mudahan program ini bagian ikhtiar untuk menjaga kelestarian sungai yang ada di Banyuwangi,” tegas Ketua ISSI Banyuwangi ini.

Dengan adanya program Sekradadu ini, tambah Guntur, diharapkan bisa mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih baik. Masyarakat yang masih terbiasa membuang sampah dan buang hajat di sungai, diharapkan bisa sadar dan berubah. ”Kita tanamkan rasa memiliki pada daerah aliran sungai sejak usia dini, dari tingkat pendidikan terendah,” jelasnya.

Menurut Guntur, untuk menyelesaikan persoalan sampah, perlu ada edukasi kepada masyarakat. Tidak cukup mengandalkan program dari pemerintah saja. Untuk itu, edukasi terhadap masyarakat sangat penting. Sebab, percuma pembersihan sungai dilakukan secara berkala, jika kebiasaan membuang sampah ke sungai masih terus dilakukan. ”Edukasi paling maksimal diberikan kepada anak-anak usia dini. Nantinya, akan timbul rasa malu apabila membuang sampah ke sungai,” pungkasnya. (sgt/c1)

Baca Juga :  JP-RaBa dan Dinas PU Pengairan Segera Launching Program Baru

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/