alexametrics
25.4 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Wujudkan Program Strategis dan Inovatif, Dispendik Gelar Rakor

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas  membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan Tahun 2021 secara virtual bertempat di Hotel Aston, Jumat lalu (19/11). Rakor yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Banyuwangi itu dalam rangka merumuskan program strategis dan inovatif.  

Meningkatkan pembangunan manusia unggul pada karakter dan ditandai dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari unsur pendidikan yang semakin meningkat. Dalam sambutannya, Ipuk Fiestiandani mengatakan, pendidikan menjadi prioritas utama dalam pembangunan Kabupaten Banyuwangi. Terutama pendidikan dalam peningkatan kualitas SDM.

 Melalui peningkatan pendidikan akan menciptakan anak-anak yang berakhlak mulia, semakin berkualitas dan berkarakter. “Tidak mungkin SDM kita menjadi baik tanpa pendidikan yang baik pula,” ujarnya.

Ipuk menilai, pendidikan ke depan harus bisa mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan taraf kesehatan, dan dapat dirasakan oleh semua kalangan. “Pendidikan tidak boleh tebang pilih, kesetaraan gender menjadi hal utama, tidak memihak pada laki-laki atau perempuan, dan bisa mengurangi pengangguran atau membuka kesempatan kerja seluas-luasnya,” ungkap Ipuk.

Ditengah pandemi Covid-19, Ipuk menyampaikan, Indeks Pembangunan Manusisa (IPM) Banyuwangi meningkat sebesar 71,38 persen dari tahun sebelumnya yaitu 70,62 persen. Dia berharap IPM banyuwangi kembali meningkat dengan program-program yang digagas oleh Dinas Pendidikan.

“Saya optimististis, Dinas Pendidikan dapat bergerak bersama, bersinergi, berkolaborasi dan terus berinovasi, Insya Allah tahun berikutnya IPM kita akan meningkat dan lebih baik lagi,” ucap Ipuk.

Ipuk berpesan kepada peserta rakor, untuk memperhatikan anak-anak yang terindikasi akan putus sekolah. Dia menyampaikan ada empat hal yang wajib diselesaikan dalam waktu empat jam. Diantaranya, tidak boleh ada anak putus sekolah dan tidak boleh ada ruang-ruang kelas yang rusak atau tidak layak. “Ini yang harus dipikirkan. Semua bisa diselesaikan tanpa harus menunggu dana dari APBD,” tegas Ipuk.

Selain itu Ipuk berharap, inovasi yang sudah ada harus diperkokoh dan tetap berjalan. Salah satunya, siswa asuh sebaya yang harus dimaksimalkan. Agar menjadi pendongkrak untuk saling peduli, saling berbagi, dan bergotong royong menyelesaikan masalah-masalah pendidikan.

“Mudah-mudahan rakor ini dapat menghadirkan program yang positif, inovatif, penuh kreatifitas, dan out put out come yang jelas, serta pemanfaatan digitalisasi harus dimaksimalkan,” imbuhnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Suratno yang juga hadir secara virtual mengatakan, dalam merumuskan program mengacu pada isu-isu strategis pendidikan. Seperti, peningkatan anggaran pra sarana sekolah, peningkatan angka lama sekolah, peningkatan kualitas layanan paud, akses belajar wajib 12 tahun, layanan pendidikan inklusif dan peningkatan akses layanan pendidikan tinggi.

Selain itu, Ratno menyampaikan, secara insersi terus mematangkan pelayanan khusus dalam rangka mendukung program pemerintahan. Yaitu, melalui pendidikan anti korupsi, pendidikan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika (P4GN), pencegahan perkawinan anak usia sekolah, pendidikan lingkungan hidup, dan pendidikan bela negara.

Ratno menambahkan, dijajaran Dinas Pendidikan telah meraih beberapa penghargaan baik oleh siswa maupun tenaga pendidik. Seperti, tujuh kategori kesetaraan pada puncak hari aksara internasional oleh kemdikbud ristek bulan yang lalu, festival anak soleh oleh kanwil kemenag tingkat jatim, mendapatkan dua emas dari kompetisi sains nasional tingkat SMP, penghargaan progam Banyuwangi Mengajar masuk dalam top 30 inovasi pelayanan publik. “Semoga memancing motivasi dan menginspirasi untuk lebih baik di waktu yang akan datang,” kata Ratno.

Kabid SMP Dinas Pendidikan Banyuwangi Dr Alfian menambahkan, rapat kerja koordinasi Dinas Pendidikan adalah salah satu upaya  untuk menekankan rancangan program kerja tahun depan untuk satuan pendidik Banyuwangi terutama dalam peningkatan akses dan kualitas pendidikan untuk SDM unggul.

Beberapa kebijakan yang sudah ditangani oleh Pemkab Banyuwangi diantaranya adalah Siswa Asuh Sebaya, Garda Ampuh, serta Banyuwangi Cerdas dengan mengirimkan sarjana-sarjana muda dengan kualifikasi tertentu untuk dikirim ke desa-desa dalam program Banyuwangi Mengajar. Para sarjana  yang telah mendapatkan beasiswa Banyuwangi Cerdas diterjunkan untuk  membagikan ilmunya kepada anak-anak di desa yang secara geografis sulit dijangkau. “Ini semua merupakan upaya untuk meningkatkan akses secara inklusif dan berkeadilan,” kata Alfian.

Alfian berharap rapat koordinasi ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan, sebab kualitas pendidikan ini sangat dipengaruhi oleh kualitas guru, kurikulum, serta sarana dan prasarana. Pengembangan kapasitas dan profesionalitas guru melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan mutlak diperlukan. “Dengan kapasitas dan profesionalitas itulah, diharapkan kinerja dunia pendidikan Banyuwangi semakin baik sesuai dengan program kerja Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas,” beber Alfian.

Peserta rakor dihadiri sebanyak 200 orang yang terdiri dari unsur pejabat dan staf dinas pendidikan, kelompok kerja Kepala Sekolah Dasar, Kepala SMP negeri dan perwakilan SMP swasta, lembaga PAUD, serta pengawas PAUD, SD dan SMP. Acara rakor belangsung selama dua hari dengan mendatangkan Narasumber dari BAPPEDA, BPKAD, Inspektorat, Dewan Pendidikan dan BKPP Banyuwangi. (mg2)

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas  membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan Tahun 2021 secara virtual bertempat di Hotel Aston, Jumat lalu (19/11). Rakor yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Banyuwangi itu dalam rangka merumuskan program strategis dan inovatif.  

Meningkatkan pembangunan manusia unggul pada karakter dan ditandai dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari unsur pendidikan yang semakin meningkat. Dalam sambutannya, Ipuk Fiestiandani mengatakan, pendidikan menjadi prioritas utama dalam pembangunan Kabupaten Banyuwangi. Terutama pendidikan dalam peningkatan kualitas SDM.

 Melalui peningkatan pendidikan akan menciptakan anak-anak yang berakhlak mulia, semakin berkualitas dan berkarakter. “Tidak mungkin SDM kita menjadi baik tanpa pendidikan yang baik pula,” ujarnya.

Ipuk menilai, pendidikan ke depan harus bisa mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan taraf kesehatan, dan dapat dirasakan oleh semua kalangan. “Pendidikan tidak boleh tebang pilih, kesetaraan gender menjadi hal utama, tidak memihak pada laki-laki atau perempuan, dan bisa mengurangi pengangguran atau membuka kesempatan kerja seluas-luasnya,” ungkap Ipuk.

Ditengah pandemi Covid-19, Ipuk menyampaikan, Indeks Pembangunan Manusisa (IPM) Banyuwangi meningkat sebesar 71,38 persen dari tahun sebelumnya yaitu 70,62 persen. Dia berharap IPM banyuwangi kembali meningkat dengan program-program yang digagas oleh Dinas Pendidikan.

“Saya optimististis, Dinas Pendidikan dapat bergerak bersama, bersinergi, berkolaborasi dan terus berinovasi, Insya Allah tahun berikutnya IPM kita akan meningkat dan lebih baik lagi,” ucap Ipuk.

Ipuk berpesan kepada peserta rakor, untuk memperhatikan anak-anak yang terindikasi akan putus sekolah. Dia menyampaikan ada empat hal yang wajib diselesaikan dalam waktu empat jam. Diantaranya, tidak boleh ada anak putus sekolah dan tidak boleh ada ruang-ruang kelas yang rusak atau tidak layak. “Ini yang harus dipikirkan. Semua bisa diselesaikan tanpa harus menunggu dana dari APBD,” tegas Ipuk.

Selain itu Ipuk berharap, inovasi yang sudah ada harus diperkokoh dan tetap berjalan. Salah satunya, siswa asuh sebaya yang harus dimaksimalkan. Agar menjadi pendongkrak untuk saling peduli, saling berbagi, dan bergotong royong menyelesaikan masalah-masalah pendidikan.

“Mudah-mudahan rakor ini dapat menghadirkan program yang positif, inovatif, penuh kreatifitas, dan out put out come yang jelas, serta pemanfaatan digitalisasi harus dimaksimalkan,” imbuhnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Suratno yang juga hadir secara virtual mengatakan, dalam merumuskan program mengacu pada isu-isu strategis pendidikan. Seperti, peningkatan anggaran pra sarana sekolah, peningkatan angka lama sekolah, peningkatan kualitas layanan paud, akses belajar wajib 12 tahun, layanan pendidikan inklusif dan peningkatan akses layanan pendidikan tinggi.

Selain itu, Ratno menyampaikan, secara insersi terus mematangkan pelayanan khusus dalam rangka mendukung program pemerintahan. Yaitu, melalui pendidikan anti korupsi, pendidikan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika (P4GN), pencegahan perkawinan anak usia sekolah, pendidikan lingkungan hidup, dan pendidikan bela negara.

Ratno menambahkan, dijajaran Dinas Pendidikan telah meraih beberapa penghargaan baik oleh siswa maupun tenaga pendidik. Seperti, tujuh kategori kesetaraan pada puncak hari aksara internasional oleh kemdikbud ristek bulan yang lalu, festival anak soleh oleh kanwil kemenag tingkat jatim, mendapatkan dua emas dari kompetisi sains nasional tingkat SMP, penghargaan progam Banyuwangi Mengajar masuk dalam top 30 inovasi pelayanan publik. “Semoga memancing motivasi dan menginspirasi untuk lebih baik di waktu yang akan datang,” kata Ratno.

Kabid SMP Dinas Pendidikan Banyuwangi Dr Alfian menambahkan, rapat kerja koordinasi Dinas Pendidikan adalah salah satu upaya  untuk menekankan rancangan program kerja tahun depan untuk satuan pendidik Banyuwangi terutama dalam peningkatan akses dan kualitas pendidikan untuk SDM unggul.

Beberapa kebijakan yang sudah ditangani oleh Pemkab Banyuwangi diantaranya adalah Siswa Asuh Sebaya, Garda Ampuh, serta Banyuwangi Cerdas dengan mengirimkan sarjana-sarjana muda dengan kualifikasi tertentu untuk dikirim ke desa-desa dalam program Banyuwangi Mengajar. Para sarjana  yang telah mendapatkan beasiswa Banyuwangi Cerdas diterjunkan untuk  membagikan ilmunya kepada anak-anak di desa yang secara geografis sulit dijangkau. “Ini semua merupakan upaya untuk meningkatkan akses secara inklusif dan berkeadilan,” kata Alfian.

Alfian berharap rapat koordinasi ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan, sebab kualitas pendidikan ini sangat dipengaruhi oleh kualitas guru, kurikulum, serta sarana dan prasarana. Pengembangan kapasitas dan profesionalitas guru melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan mutlak diperlukan. “Dengan kapasitas dan profesionalitas itulah, diharapkan kinerja dunia pendidikan Banyuwangi semakin baik sesuai dengan program kerja Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas,” beber Alfian.

Peserta rakor dihadiri sebanyak 200 orang yang terdiri dari unsur pejabat dan staf dinas pendidikan, kelompok kerja Kepala Sekolah Dasar, Kepala SMP negeri dan perwakilan SMP swasta, lembaga PAUD, serta pengawas PAUD, SD dan SMP. Acara rakor belangsung selama dua hari dengan mendatangkan Narasumber dari BAPPEDA, BPKAD, Inspektorat, Dewan Pendidikan dan BKPP Banyuwangi. (mg2)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/