28.8 C
Banyuwangi
Saturday, February 4, 2023

SDN Kepatihan, Banyuwangi

Beri Ruang Siswa Mengeksplorasi Kemampuan Diri

SEKOLAH Dasar Negeri (SDN) Kepatihan terus melakukan berbagai inovasi untuk mengembangkan minat dan bakat siswa menjadi lebih baik. Sekolah berbasis budaya tersebut selalu memberikan ruang dan kesempatan yang sama kepada seluruh siswa untuk mengembangkan kemampuannya di bidang yang mereka inginkan.

Setelah kepala (kasek) sekolah sebelumnya, yakni Emmy Tri Astutik purnatugas, saat ini SDN Kepatihan belum memiliki kasek definitif atau pun pelaksana tugas (Plt). Sekolah tersebut saat ini dipimpin oleh tiga pilar koordinator sekolah yang mewakili, yakni Koordinator SDN Kepatihan Suliantari, Ketua Kegiatan Dwi Kurniawan, dan Ketua Program Sugeng Riadi.

Koordinator SDN Kepatihan Suliantari mengatakan, selama ini para guru selalu bekerja sama untuk memunculkan aktivitas atau kegiatan baru di sekolah tersebut. Hal itu bertujuan untuk mengasah kemampuan serta minat dan bakat siswa. Sebab, tidak semua anak bisa dengan cepat dan tanggap mengikuti mata pelajaran formal.

Suliantari menyebut, dengan fasilitas yang tersedia di sekolah itu diharapkan bisa menampung kemampuan anak di bidang lain. ”Karena sekolah kami juga sekolah inklusi, jadi kami harus terus berkreasi agar semua tersalurkan. Kami tidak ingin ada siswa yang merasakan kesenjangan,” ujarnya.

Meski saat ini SDN Kepatihan belum memiliki kepala sekolah difinitif, para guru berkomitmen untuk tetap bekerja sama dengan baik demi mewujudkan sekolah tersebut menjadi sekolah unggul, baik di bidang formal maupun nonformal seperti bidang seni dan budaya.

Baca Juga :  Peringati Harjaba dengan Menggelar Aneka Seni

Suliantari mengungkapkan, saat ini ada sekitar 23 ekstrakurikuler di SDN Kepatihan. Beberapa di antaranya yakni band, drum band, seni tari, musik dan vokal, pencak silat, hadrah, tahfidz Quran, melukis, kriya anyam, pantomim, dan membatik. ”Seluruh siswa bisa ikut tanpa terkecuali. Siswa berkebutuhan khusus pun tidak ada batasan ingin mengambil ekstrakurikuler yang mana. Kami benar-benar ingin memberikan wadah secara merata,” tuturnya.

Dari berbagai pilihan ekstrakurikuler yang ada saat ini, SDN Kepatihan juga tengah menjalankan inovasi baru untuk seluruh siswa. Inovasi dimaksud yakni satu hari menggunakan bahasa Oseng dengan logat yang lebih santun, baik dengan seluruh guru, murid, atau pun tamu yang datang berkunjung ke sekolah tersebut. Pihaknya berharap, inovasi tersebut dapat menjadi hal positif sehingga bisa menjadi acuan untuk sekolah lain yang ingin mengikuti. ”Karena kami lihat saat ini banyak anak yang merasa asing bahkan lucu dengan logat asli budayanya sendiri. Dari kejadian itu, salah satu guru kami mencetuskan ide tersebut hingga terealisasi sekarang,” kata perempuan yang akrab disapa Lia tersebut.

Baca Juga :  Siswa SMPN 2 Dilatih Jurnalistik saat Pondok Ramadan

Lia menambahkan, keberhasilan program pembelajaran yang ada di SDN Kepatihan tentu tidak terlepas dari dukungan pihak terkait, tidak terkecuali peran penting orang tua murid. ”Selain guru, komite, dan satkorwildik, support orang tua juga selalu membuat kami percaya diri untuk menjalankan berbagai program inovatif tersebut. Mereka mempercayakan kami agar sang anak bisa berkembang lebih baik dan kami mengupayakan hal tersebut,” kata dia.

Satuan Koordinator Wilayah Pendidikan (Satkorwildik) Kecamatan Banyuwangi Janoto mengungkapkan, dirinya sangat bangga dengan para pendidik yang ada di SDN Kepatihan. Baik pembelajaran yang dilaksanakan, ekstrakurikuler yang ada, hingga prestasi yang diterima oleh SD tersebut memang patut dan selayaknya untuk di apresiasi. ”SDN Kepatihan adalah salah satu sekolah yang memberikan wadah bagi para siswa untuk mengembangkan bakatnya tanpa pandang status. Tentu saya sangat bangga,” ujarnya.

Ketua Komite SDN Kepatihan Syauqi Nauval Firdaus mengatakan, hal utama yang membedakan SDN Kepatihan yakni mereka menjaga mutu dan pelayanan sumber daya manusiannya. Sejauh ini, jika memang kualitasnya baik, maka akan mendapatkan hasil pendidikan yang baik. ”Tentunya hasil investasi pengetahuan yang diperoleh akan menjadi lebih maksimal,” pungkasnya. (cw5/sgt/c1)

SEKOLAH Dasar Negeri (SDN) Kepatihan terus melakukan berbagai inovasi untuk mengembangkan minat dan bakat siswa menjadi lebih baik. Sekolah berbasis budaya tersebut selalu memberikan ruang dan kesempatan yang sama kepada seluruh siswa untuk mengembangkan kemampuannya di bidang yang mereka inginkan.

Setelah kepala (kasek) sekolah sebelumnya, yakni Emmy Tri Astutik purnatugas, saat ini SDN Kepatihan belum memiliki kasek definitif atau pun pelaksana tugas (Plt). Sekolah tersebut saat ini dipimpin oleh tiga pilar koordinator sekolah yang mewakili, yakni Koordinator SDN Kepatihan Suliantari, Ketua Kegiatan Dwi Kurniawan, dan Ketua Program Sugeng Riadi.

Koordinator SDN Kepatihan Suliantari mengatakan, selama ini para guru selalu bekerja sama untuk memunculkan aktivitas atau kegiatan baru di sekolah tersebut. Hal itu bertujuan untuk mengasah kemampuan serta minat dan bakat siswa. Sebab, tidak semua anak bisa dengan cepat dan tanggap mengikuti mata pelajaran formal.

Suliantari menyebut, dengan fasilitas yang tersedia di sekolah itu diharapkan bisa menampung kemampuan anak di bidang lain. ”Karena sekolah kami juga sekolah inklusi, jadi kami harus terus berkreasi agar semua tersalurkan. Kami tidak ingin ada siswa yang merasakan kesenjangan,” ujarnya.

Meski saat ini SDN Kepatihan belum memiliki kepala sekolah difinitif, para guru berkomitmen untuk tetap bekerja sama dengan baik demi mewujudkan sekolah tersebut menjadi sekolah unggul, baik di bidang formal maupun nonformal seperti bidang seni dan budaya.

Baca Juga :  SMPN 1 Banyuwangi Borong Tiga Juara Liga Puisi 2022

Suliantari mengungkapkan, saat ini ada sekitar 23 ekstrakurikuler di SDN Kepatihan. Beberapa di antaranya yakni band, drum band, seni tari, musik dan vokal, pencak silat, hadrah, tahfidz Quran, melukis, kriya anyam, pantomim, dan membatik. ”Seluruh siswa bisa ikut tanpa terkecuali. Siswa berkebutuhan khusus pun tidak ada batasan ingin mengambil ekstrakurikuler yang mana. Kami benar-benar ingin memberikan wadah secara merata,” tuturnya.

Dari berbagai pilihan ekstrakurikuler yang ada saat ini, SDN Kepatihan juga tengah menjalankan inovasi baru untuk seluruh siswa. Inovasi dimaksud yakni satu hari menggunakan bahasa Oseng dengan logat yang lebih santun, baik dengan seluruh guru, murid, atau pun tamu yang datang berkunjung ke sekolah tersebut. Pihaknya berharap, inovasi tersebut dapat menjadi hal positif sehingga bisa menjadi acuan untuk sekolah lain yang ingin mengikuti. ”Karena kami lihat saat ini banyak anak yang merasa asing bahkan lucu dengan logat asli budayanya sendiri. Dari kejadian itu, salah satu guru kami mencetuskan ide tersebut hingga terealisasi sekarang,” kata perempuan yang akrab disapa Lia tersebut.

Baca Juga :  Gelar Program PKK Bidang Keterampilan Perhotelan

Lia menambahkan, keberhasilan program pembelajaran yang ada di SDN Kepatihan tentu tidak terlepas dari dukungan pihak terkait, tidak terkecuali peran penting orang tua murid. ”Selain guru, komite, dan satkorwildik, support orang tua juga selalu membuat kami percaya diri untuk menjalankan berbagai program inovatif tersebut. Mereka mempercayakan kami agar sang anak bisa berkembang lebih baik dan kami mengupayakan hal tersebut,” kata dia.

Satuan Koordinator Wilayah Pendidikan (Satkorwildik) Kecamatan Banyuwangi Janoto mengungkapkan, dirinya sangat bangga dengan para pendidik yang ada di SDN Kepatihan. Baik pembelajaran yang dilaksanakan, ekstrakurikuler yang ada, hingga prestasi yang diterima oleh SD tersebut memang patut dan selayaknya untuk di apresiasi. ”SDN Kepatihan adalah salah satu sekolah yang memberikan wadah bagi para siswa untuk mengembangkan bakatnya tanpa pandang status. Tentu saya sangat bangga,” ujarnya.

Ketua Komite SDN Kepatihan Syauqi Nauval Firdaus mengatakan, hal utama yang membedakan SDN Kepatihan yakni mereka menjaga mutu dan pelayanan sumber daya manusiannya. Sejauh ini, jika memang kualitasnya baik, maka akan mendapatkan hasil pendidikan yang baik. ”Tentunya hasil investasi pengetahuan yang diperoleh akan menjadi lebih maksimal,” pungkasnya. (cw5/sgt/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/