alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Peringati Harjaba dengan Menggelar Aneka Seni

MUNCAR – Peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-250 yang digelar Taman Kanak-kanak Kristen (TKK), Sekolah Dasar Kristen (SDK), dan Sekolah Menengah Pertama Kristen (SMPK) Muncar, berlangsung meriah, Sabtu (18/12).

Acara yang digelar di halaman sekolahnya di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar diawali pelepasan burung merpati oleh kepala sekolah SDK dan SMPK Muncar, Laksmarion Moll, para donatur dan alumni yang disaksikan pengurus paguyuban TKK, SDK, SMPK Muncar, para guru dan karyawan sekolah itu, digelar tari gandrung, umbul-umbul Blambangan, drum band, gerak, dan lagu. “Ini digelar untuk memperingati Harjaba,” cetus kepala SDK dan SMPK Muncar, Laksmarion Moll.     

Menurut Laksmarion Moll, dalam acara ini juga diisi kegiatan sosial berupa santunan kepada guru dan siswa kurang mampu berupa 18 sak beras berisi 25 kilogram. “Tari gandrung kita suguhkan untuk memperkenalkan budaya Banyuwangi kepada generasi penerus, terutama siswa TKK, SDK, dan SMPK Muncar,” katanya.

Dengan kegiatan ini, terang dia, diharapkan bisa berdampak baik bagi anak-anak. Selain menjaga seni dan budaya Banyuwangi, para siswa bisa mengerti dan menari. “Tidak hanya sekedar mengenal, tapi para siswa bisa menari,” cetus pria yang biasa disapa Rion itu.

Di sekolahnya, terang dia, para siswa dan guru banyak kultur dan latar belakang, baik itu dari segi etnis dan agama. Sekolah yang berbasis kebinekaan itu, bisa menjadi satu dan dapat mempererat tanpa ada perbedaan. “Itu yang kami angkat di sekolah kami dalam acara Harjaba tahun ini,” katanya.

Rion berharap yang dilakukan ini bisa berdampak baik bagi anak-anak, wali murid, dan masyarakat yang ada di sekitar sekolah. “Selama ini siswa di sekolah kami banyak meraih prestasi, baik akademik maupun nonakademik di tingkat kecamatan hingga kabupaten,” ungkapnya.(abi)

MUNCAR – Peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-250 yang digelar Taman Kanak-kanak Kristen (TKK), Sekolah Dasar Kristen (SDK), dan Sekolah Menengah Pertama Kristen (SMPK) Muncar, berlangsung meriah, Sabtu (18/12).

Acara yang digelar di halaman sekolahnya di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar diawali pelepasan burung merpati oleh kepala sekolah SDK dan SMPK Muncar, Laksmarion Moll, para donatur dan alumni yang disaksikan pengurus paguyuban TKK, SDK, SMPK Muncar, para guru dan karyawan sekolah itu, digelar tari gandrung, umbul-umbul Blambangan, drum band, gerak, dan lagu. “Ini digelar untuk memperingati Harjaba,” cetus kepala SDK dan SMPK Muncar, Laksmarion Moll.     

Menurut Laksmarion Moll, dalam acara ini juga diisi kegiatan sosial berupa santunan kepada guru dan siswa kurang mampu berupa 18 sak beras berisi 25 kilogram. “Tari gandrung kita suguhkan untuk memperkenalkan budaya Banyuwangi kepada generasi penerus, terutama siswa TKK, SDK, dan SMPK Muncar,” katanya.

Dengan kegiatan ini, terang dia, diharapkan bisa berdampak baik bagi anak-anak. Selain menjaga seni dan budaya Banyuwangi, para siswa bisa mengerti dan menari. “Tidak hanya sekedar mengenal, tapi para siswa bisa menari,” cetus pria yang biasa disapa Rion itu.

Di sekolahnya, terang dia, para siswa dan guru banyak kultur dan latar belakang, baik itu dari segi etnis dan agama. Sekolah yang berbasis kebinekaan itu, bisa menjadi satu dan dapat mempererat tanpa ada perbedaan. “Itu yang kami angkat di sekolah kami dalam acara Harjaba tahun ini,” katanya.

Rion berharap yang dilakukan ini bisa berdampak baik bagi anak-anak, wali murid, dan masyarakat yang ada di sekitar sekolah. “Selama ini siswa di sekolah kami banyak meraih prestasi, baik akademik maupun nonakademik di tingkat kecamatan hingga kabupaten,” ungkapnya.(abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/