alexametrics
23.8 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Gelar PTM Terbatas, Tiap Kelas Hanya Diisi 14 Siswa

RadarBanyuwangi.id – Sekolah yang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas semakin bertambah kemarin. Meski begitu, pelaksanaan PTM berlangsung sangat ketat. Satu ruangan kelas rata-rata hanya diisi maksimal belasan siswa.

Hasil pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di SDN Model Banyuwangi kemarin (19/8), satu kelas hanya diisi 14 siswa. Sebelum melaksanakan PTM Terbatas, pihak sekolah menyemprot disinfektan ke seluruh ruang kelas. Seluruh siswa terlihat mengenakan masker, mencuci tangan sebelum masuk sekolah, dan menjaga jarak saat pelajaran berlangsung.

Sie Kurikulum SDN Model Banyuwangi Mansyur mengatakan, proses kegiatan belajar dimulai pada pukul 07.00. Selanjutnya, pelajaran sudah berakhir pada pukul 09.30 untuk siswa kelas satu, dua, dan tiga. Sedangkan siswa kelas empat, lima, dan enam, pelajaran selesai pukul 10.30. ”Kami sudah terbiasa melaksanakan PTM Terbatas. Ini berkaca dari evaluasi tahun lalu sehingga tidak ada kendala yang dihadapi,” ujarnya.

Dalam kondisi normal, kata Mansyur, jumlah siswa dalam satu kelas mencapai 28 sampai 30 anak. Namun sesuai dengan prokes, setiap ruang kelas hanya diperbolehkan menampung 50 persen. Rata-rata setiap kelas diisi hanya 14 siswa.

Sementara itu, dari total 652 siswa, terdapat tujuh siswa yang tidak mengikuti PTM Terbatas karena tidak mendapat izin orang tua. ”Jadi siswa yang tidak diizinkan orang tua, kami juga tidak memaksa. Karena itu adalah pilihan wali murid,” ujar Mansyur.

Sementara itu, seluruh guru sudah melaksanakan vaksinasi. Bahkan, sebagian besar guru sudah melakukan suntikan vaksin dosis kedua. Orang tua juga tampak antusias karena anaknya bisa masuk sekolah. ”Saya senang anak-anak sudah bisa mengikuti PTM. Karena materi pelajaran lebih jelas saat disampaikan oleh guru secara langsung,” ujar IraTriana, salah satu wali murid. (mg2/bay/c1)

RadarBanyuwangi.id – Sekolah yang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas semakin bertambah kemarin. Meski begitu, pelaksanaan PTM berlangsung sangat ketat. Satu ruangan kelas rata-rata hanya diisi maksimal belasan siswa.

Hasil pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di SDN Model Banyuwangi kemarin (19/8), satu kelas hanya diisi 14 siswa. Sebelum melaksanakan PTM Terbatas, pihak sekolah menyemprot disinfektan ke seluruh ruang kelas. Seluruh siswa terlihat mengenakan masker, mencuci tangan sebelum masuk sekolah, dan menjaga jarak saat pelajaran berlangsung.

Sie Kurikulum SDN Model Banyuwangi Mansyur mengatakan, proses kegiatan belajar dimulai pada pukul 07.00. Selanjutnya, pelajaran sudah berakhir pada pukul 09.30 untuk siswa kelas satu, dua, dan tiga. Sedangkan siswa kelas empat, lima, dan enam, pelajaran selesai pukul 10.30. ”Kami sudah terbiasa melaksanakan PTM Terbatas. Ini berkaca dari evaluasi tahun lalu sehingga tidak ada kendala yang dihadapi,” ujarnya.

Dalam kondisi normal, kata Mansyur, jumlah siswa dalam satu kelas mencapai 28 sampai 30 anak. Namun sesuai dengan prokes, setiap ruang kelas hanya diperbolehkan menampung 50 persen. Rata-rata setiap kelas diisi hanya 14 siswa.

Sementara itu, dari total 652 siswa, terdapat tujuh siswa yang tidak mengikuti PTM Terbatas karena tidak mendapat izin orang tua. ”Jadi siswa yang tidak diizinkan orang tua, kami juga tidak memaksa. Karena itu adalah pilihan wali murid,” ujar Mansyur.

Sementara itu, seluruh guru sudah melaksanakan vaksinasi. Bahkan, sebagian besar guru sudah melakukan suntikan vaksin dosis kedua. Orang tua juga tampak antusias karena anaknya bisa masuk sekolah. ”Saya senang anak-anak sudah bisa mengikuti PTM. Karena materi pelajaran lebih jelas saat disampaikan oleh guru secara langsung,” ujar IraTriana, salah satu wali murid. (mg2/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/