alexametrics
25.4 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Asrama Al-Musyarokah, Tempat Santri Ngaji Inggris

JawaPos.com – Asrama Al-Musyarokah yang berada di ujung timur kompleks Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, selama ini cukup dikenal.

Asrama yang hanya memiliki tiga kamar ini memiliki kekhasan tersendiri. Berbeda dengan asrama lain, asrama ini merupakan asrama yang didesain untuk belajar bahasa Inggris oleh para santri. Menariknya, gagasan ini dilakukan sendiri oleh para santri sejak belasan tahun lalu.

Dari segi bangunan, tidak ada yang berbeda dengan asrama lain. Hanya saja, banyak kata mutiara dan motivasi berbahasa Inggris yang dipasang di setiap sudut asrama. Salah satu yang paling mencolok tulisan ”No English No Service” yang ditempelkan di pohon palem di depan asrama. Tulisan tersebut seolah menyiratkan setiap orang yang ada di asrama tersebut harus menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari.

Abdul Hamid, 27 kepala asrama mengungkapkan, sejak dulu santri yang bertempat di asrama ini memang memiliki keinginan belajar dan mengoptimalkan bahasa Inggris yang mereka punyai. Hal ini berangkat dari banyaknya santri yang memiliki hobi dan kegemaran bahasa Inggris sebelum tiba di pondok pesantren. Di samping itu, sebagian santri juga memiliki ketertarikan bahasa Inggris ketika dia baru tiba di pesantren setelah melihat kegiatan pidato yang digelar secara rutin. ”Ada santri yang sudah bisa sebelum datang, ada yang pengen bisa, kita jembatani,” jelasnya.

Tidak semua santri boleh bertempat di asrama ini. Sesuai peraturan yang diterapkan pengurus, harus santri yang sudah kelas 4 Ula. Aturan ini dilakukan agar tidak ada benturan antara kegiatan belajar bahasa Inggris dengan jadwal sorogan (mengaji privat). Kendati demikian, santri yang masih di bawah kelas 4 Ula diperbolehkan untuk bergabung dalam belajar. ”Yang di sini harus sudah kelas empat Mas, biar tidak benturan,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk materi dan model pengajaran, mereka mengadopsi sejumlah metode. Salah satunya Kanguru dari Australia. Di samping itu, metode dari sejumlah sentra kursus bahasa seperti Kampung Inggris, Pare, Kediri, juga mereka adopsi. ”Sistem pembelajaran di asrama ini mengutamakan grammar dan speaking,” jelasnya.

Layaknya English Course di sejumlah tempat, asrama ini secara rutin juga mengajak penghuninya berdarma wisata ke sejumlah objek wisata yang memiliki banyak pengunjung dari luar negeri. ”Setiap akhir tahun kita ada praktik lapangan,” terangnya.

Untuk Ramadan seperti saat ini, dia bersama pengurus lainnya juga membuka kelas bahasa yang diperuntukkan penghuni asrama lainnya. Kegiatan tersebut dilakukan setiap usai subuh selama 15 hari selama Ramadan ini. ”Kita ada kelas bahasa Mas, pesertanya dari asrama lain,” ucapnya.

Faizin, 17, salah satu penghuni asrama Al-Musyarokah mengaku saat ini dirinya sudah level intermediate. Dia mengaku banyak belajar bahasa Inggris karena lingkungannya dan rekan asramanya juga berbahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari. ”Saya intermediate. Saya banyak belajar di sini,” ucap santri yang kini kelas XI MA Al Amiriyah ini.

JawaPos.com – Asrama Al-Musyarokah yang berada di ujung timur kompleks Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, selama ini cukup dikenal.

Asrama yang hanya memiliki tiga kamar ini memiliki kekhasan tersendiri. Berbeda dengan asrama lain, asrama ini merupakan asrama yang didesain untuk belajar bahasa Inggris oleh para santri. Menariknya, gagasan ini dilakukan sendiri oleh para santri sejak belasan tahun lalu.

Dari segi bangunan, tidak ada yang berbeda dengan asrama lain. Hanya saja, banyak kata mutiara dan motivasi berbahasa Inggris yang dipasang di setiap sudut asrama. Salah satu yang paling mencolok tulisan ”No English No Service” yang ditempelkan di pohon palem di depan asrama. Tulisan tersebut seolah menyiratkan setiap orang yang ada di asrama tersebut harus menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari.

Abdul Hamid, 27 kepala asrama mengungkapkan, sejak dulu santri yang bertempat di asrama ini memang memiliki keinginan belajar dan mengoptimalkan bahasa Inggris yang mereka punyai. Hal ini berangkat dari banyaknya santri yang memiliki hobi dan kegemaran bahasa Inggris sebelum tiba di pondok pesantren. Di samping itu, sebagian santri juga memiliki ketertarikan bahasa Inggris ketika dia baru tiba di pesantren setelah melihat kegiatan pidato yang digelar secara rutin. ”Ada santri yang sudah bisa sebelum datang, ada yang pengen bisa, kita jembatani,” jelasnya.

Tidak semua santri boleh bertempat di asrama ini. Sesuai peraturan yang diterapkan pengurus, harus santri yang sudah kelas 4 Ula. Aturan ini dilakukan agar tidak ada benturan antara kegiatan belajar bahasa Inggris dengan jadwal sorogan (mengaji privat). Kendati demikian, santri yang masih di bawah kelas 4 Ula diperbolehkan untuk bergabung dalam belajar. ”Yang di sini harus sudah kelas empat Mas, biar tidak benturan,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk materi dan model pengajaran, mereka mengadopsi sejumlah metode. Salah satunya Kanguru dari Australia. Di samping itu, metode dari sejumlah sentra kursus bahasa seperti Kampung Inggris, Pare, Kediri, juga mereka adopsi. ”Sistem pembelajaran di asrama ini mengutamakan grammar dan speaking,” jelasnya.

Layaknya English Course di sejumlah tempat, asrama ini secara rutin juga mengajak penghuninya berdarma wisata ke sejumlah objek wisata yang memiliki banyak pengunjung dari luar negeri. ”Setiap akhir tahun kita ada praktik lapangan,” terangnya.

Untuk Ramadan seperti saat ini, dia bersama pengurus lainnya juga membuka kelas bahasa yang diperuntukkan penghuni asrama lainnya. Kegiatan tersebut dilakukan setiap usai subuh selama 15 hari selama Ramadan ini. ”Kita ada kelas bahasa Mas, pesertanya dari asrama lain,” ucapnya.

Faizin, 17, salah satu penghuni asrama Al-Musyarokah mengaku saat ini dirinya sudah level intermediate. Dia mengaku banyak belajar bahasa Inggris karena lingkungannya dan rekan asramanya juga berbahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari. ”Saya intermediate. Saya banyak belajar di sini,” ucap santri yang kini kelas XI MA Al Amiriyah ini.

Artikel Terkait

Most Read

Bus Hantam Truk, Dua Tewas

Pesantren

Artikel Terbaru

/