alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Kampus UBI-STIB Wisuda 205 Mahasiswa, Termasuk Pasca Sarjana

BANYUWANGI-Sebanyak 205 mahasiswa/mahasiswi Universitas Bakti Indonesia (UBI) dan Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) menjalani prosesi wisuda pada Sabtu (19/3) di Hall El Royale Hotel Banyuwangi.

 Rektor UBI Dr Haya, SHI, M.Pd. I mengatakan, wisuda ini terdiri dari Diploma, Sarjana serta Pasca Sarjana. Rektor berpesan, sarjana bukanlah gelar yang sembarangan, karena sudah menempuh beberapa tahun dengan perjuangan yang rumit dan keras. Tujuan kampus mendidik mahasiswa tidak hanya untuk mendapatkan gelar kesarjanaannya tetapi harapannya setelah lulus juga dapat mengabdikan kepada masyarakat.

 Pengabdian tidak sebatas menjadi tenaga professional, tetapi pengabdian juga mengandung arti yang luas yaitu mengabdikan kepada masyarakat di mana sarjana itu tinggal dan domisili. “Setidaknya seorang sarjana dapat berperan aktif  dan berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan di dalam masyarakat,” kata Rektor.

 Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiendani Azwar Anas yang hadir secara virtual menyempatkan memberikan pesan khusus kepada para wisuda. Menurut Ipuk percepatan perubahan di era distrupsi ini menjadi tantangan bagi para sarjana. Karena itu, yang diperlukan selain kemampuan, juga kecepatan beradaptasi dengan keadaaan.

 Menurutnya, kata kunci untuk menghadapi setiap era, baik era sebelumnya, hari ini, dan yang akan datang adalah sumber daya manusia yang memiliki ilmu pengetahuan. “Di era saat ini, mahasiswa harus memacu diri untuk memiliki kualitas yang dibutuhkan, inovatif dan kreativitas dan kecepatan,” ujar Ipuk.

 Hal senada dikatakan oleh Ketua PGRI Jatim  H Teguh Sumarno. Menurut pria yang juga Ketua Pembina UBI-STIB ini, pembangunan SDM unggul tidak bisa dilakukan dengan cara seperti biasa tetapi harus ada terobosan untuk mengantisipasi perubahan global yang terjadi dengan perkembangan pesat saat ini.

 Menurut Teguh, kebijakan Kampus Merdeka perlu direspons dengan berbagai pembenahan, dari kurikulum, dosen, hingga IT. Bagi UBI-STIB, Kampus Merdeka dapat diterjemahkan sebagai bentuk memberikan ruang inovasi seluas-luasnya bagi prodi untuk meningkatkan kompetensi global. “Ini peluang besar dan gayung bersambut dengan apa  sedang dikembangkan UBI-STIB. Setiap tahunnya kita terus berupaya mencetak sarjana yang berkualitas yang  dapat memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara nantinya ketika sudah terjun di kehidupan berdampingan langsung dengan masyarakat,” ujar Teguh.

 Teguh menambahkan, dalam tahun ajaran baru ini, UBI-STIB memberikan beasiswa KIP K (Bidik Misi), UKT  prestasi dan  beasiswa Hafidz Quran. “Jadi bagi masyarakat yang kurang mampu dan ingin menguliahkan anaknya, silakan daftar di UBI-STIB,” ujar Teguh

 Optimisme senada juga diungkapkan Direktur Pengembangan Satuan Pemukiman dan Satuan Kawasan Pengembangan Kemendes PDTT Rosyid yang memberikan sambutan secara virtual. Menurut Rosyid, pemerintah melalui Kemendes PDTT menjalankan strategi pengembangan desa melalui peningkatan sumber daya manusia desa dengan membuka ruang partisipasi dan kreasi yang lebih luas, bekerjasama dengan banyak pihak, salah satunya dengan perguruan tinggi. “Kesemuanya diharapkan mampu melahirkan daya ungkit ekonomi desa agar desa menjadi sejahtera,” kata Rosyid. (*/afi)

BANYUWANGI-Sebanyak 205 mahasiswa/mahasiswi Universitas Bakti Indonesia (UBI) dan Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) menjalani prosesi wisuda pada Sabtu (19/3) di Hall El Royale Hotel Banyuwangi.

 Rektor UBI Dr Haya, SHI, M.Pd. I mengatakan, wisuda ini terdiri dari Diploma, Sarjana serta Pasca Sarjana. Rektor berpesan, sarjana bukanlah gelar yang sembarangan, karena sudah menempuh beberapa tahun dengan perjuangan yang rumit dan keras. Tujuan kampus mendidik mahasiswa tidak hanya untuk mendapatkan gelar kesarjanaannya tetapi harapannya setelah lulus juga dapat mengabdikan kepada masyarakat.

 Pengabdian tidak sebatas menjadi tenaga professional, tetapi pengabdian juga mengandung arti yang luas yaitu mengabdikan kepada masyarakat di mana sarjana itu tinggal dan domisili. “Setidaknya seorang sarjana dapat berperan aktif  dan berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan di dalam masyarakat,” kata Rektor.

 Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiendani Azwar Anas yang hadir secara virtual menyempatkan memberikan pesan khusus kepada para wisuda. Menurut Ipuk percepatan perubahan di era distrupsi ini menjadi tantangan bagi para sarjana. Karena itu, yang diperlukan selain kemampuan, juga kecepatan beradaptasi dengan keadaaan.

 Menurutnya, kata kunci untuk menghadapi setiap era, baik era sebelumnya, hari ini, dan yang akan datang adalah sumber daya manusia yang memiliki ilmu pengetahuan. “Di era saat ini, mahasiswa harus memacu diri untuk memiliki kualitas yang dibutuhkan, inovatif dan kreativitas dan kecepatan,” ujar Ipuk.

 Hal senada dikatakan oleh Ketua PGRI Jatim  H Teguh Sumarno. Menurut pria yang juga Ketua Pembina UBI-STIB ini, pembangunan SDM unggul tidak bisa dilakukan dengan cara seperti biasa tetapi harus ada terobosan untuk mengantisipasi perubahan global yang terjadi dengan perkembangan pesat saat ini.

 Menurut Teguh, kebijakan Kampus Merdeka perlu direspons dengan berbagai pembenahan, dari kurikulum, dosen, hingga IT. Bagi UBI-STIB, Kampus Merdeka dapat diterjemahkan sebagai bentuk memberikan ruang inovasi seluas-luasnya bagi prodi untuk meningkatkan kompetensi global. “Ini peluang besar dan gayung bersambut dengan apa  sedang dikembangkan UBI-STIB. Setiap tahunnya kita terus berupaya mencetak sarjana yang berkualitas yang  dapat memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara nantinya ketika sudah terjun di kehidupan berdampingan langsung dengan masyarakat,” ujar Teguh.

 Teguh menambahkan, dalam tahun ajaran baru ini, UBI-STIB memberikan beasiswa KIP K (Bidik Misi), UKT  prestasi dan  beasiswa Hafidz Quran. “Jadi bagi masyarakat yang kurang mampu dan ingin menguliahkan anaknya, silakan daftar di UBI-STIB,” ujar Teguh

 Optimisme senada juga diungkapkan Direktur Pengembangan Satuan Pemukiman dan Satuan Kawasan Pengembangan Kemendes PDTT Rosyid yang memberikan sambutan secara virtual. Menurut Rosyid, pemerintah melalui Kemendes PDTT menjalankan strategi pengembangan desa melalui peningkatan sumber daya manusia desa dengan membuka ruang partisipasi dan kreasi yang lebih luas, bekerjasama dengan banyak pihak, salah satunya dengan perguruan tinggi. “Kesemuanya diharapkan mampu melahirkan daya ungkit ekonomi desa agar desa menjadi sejahtera,” kata Rosyid. (*/afi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/