alexametrics
28.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

BAM Ajak Masyarakat Ikut Peduli Pendidikan

PERKEMBANGAN pendidikan di Banyuwangi tak hanya menjadi tanggung jawab guru dan Dinas Pendidikan. Melalui program Banyuwangi Ayo Mengajar (BAM) New Mind 2021 yang kembali digelar tahun ini, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Pendidikan mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi memberikan motivasi pendidikan kepada para siswa sekolah.

Ada 400 relawan yang berpartisipasi dalam BAM New Mind 2021. Mereka berasal dari berbagai profesi selain guru. Para relawan ini mengajar di 400 lembaga pendidikan. Mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, hingga PKBM.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, BAM merupakan upaya untuk melibatkan semua kalangan agar terlibat dalam dunia pendidikan. Program ini mengajak masyarakat dari berbagai profesi untuk bergabung sebagai relawan dan terjun ke sekolah-sekolah memotivasi siswa-siswa.

Di sisi lain, BAM juga memfasilitasi anak-anak yang bersemangat untuk mempelajari dunia yang lebih luas mendapatkan materi langsung dari relawan yang sudah berpengalaman di bidangnya masing-masing. Apalagi, di masa pandemi ini siswa banyak mengalami perubahan pola pembelajaran.

”Dengan suasana baru, pengajar baru, dengan tema yang baru, diharapkan dapat menjadi semangat baru pula bagi anak didik kita. Mereka mendapat ilmu langsung dari profesional sehingga bisa menambah wawasan siswa lebih luas,” kata Ipuk.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno menambahkan, Program Banyuwangi Ayo Mengajar melibatkan 400 relawan dari 70 profesi yang berbeda. Mulai dari polisi, TNI, jaksa, jurnalis, hakim, aktivis, pengusaha muda, konselor, tenaga kesehatan, pelaku wisata, dan beberapa profesi lainnya.

”Para pengajar yang terlibat sebagai relawan Banyuwangi Ayo Mengajar ini telah melalui proses penyeleksian yang cukup ketat. Sehingga mereka benar-benar mampu memberikan inspirasi bagi seluruh peserta,” terang Suratno.

Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat Dispendik Banyuwangi Nuriyatus Sholeha menambahkan, antusiasme masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan di Banyuwangi cukup tinggi. Terlihat dari jumlah pendaftar yang tercatat mengajukan diri untuk menjadi relawan BAM mencapai sekitar 1.400 orang. Dinas Pendidikan pun harus melakukan seleksi ketat untuk mencari relawan sesuai dengan kuota 400 orang yang disediakan.

Nuri mengatakan, ke depan pelaksanaan BAM akan terus dikembangkan agar bisa mendorong partisipasi masyarakat dalam program pendidikan di Banyuwangi. ”Para relawan ini memberikan motivasi kepada para siswa. Jadi mereka menjadi semangat belajar untuk bisa menggapai cita-cita seperti yang sudah dicapai para narasumber,” pungkasnya.

PERKEMBANGAN pendidikan di Banyuwangi tak hanya menjadi tanggung jawab guru dan Dinas Pendidikan. Melalui program Banyuwangi Ayo Mengajar (BAM) New Mind 2021 yang kembali digelar tahun ini, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Pendidikan mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi memberikan motivasi pendidikan kepada para siswa sekolah.

Ada 400 relawan yang berpartisipasi dalam BAM New Mind 2021. Mereka berasal dari berbagai profesi selain guru. Para relawan ini mengajar di 400 lembaga pendidikan. Mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, hingga PKBM.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, BAM merupakan upaya untuk melibatkan semua kalangan agar terlibat dalam dunia pendidikan. Program ini mengajak masyarakat dari berbagai profesi untuk bergabung sebagai relawan dan terjun ke sekolah-sekolah memotivasi siswa-siswa.

Di sisi lain, BAM juga memfasilitasi anak-anak yang bersemangat untuk mempelajari dunia yang lebih luas mendapatkan materi langsung dari relawan yang sudah berpengalaman di bidangnya masing-masing. Apalagi, di masa pandemi ini siswa banyak mengalami perubahan pola pembelajaran.

”Dengan suasana baru, pengajar baru, dengan tema yang baru, diharapkan dapat menjadi semangat baru pula bagi anak didik kita. Mereka mendapat ilmu langsung dari profesional sehingga bisa menambah wawasan siswa lebih luas,” kata Ipuk.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno menambahkan, Program Banyuwangi Ayo Mengajar melibatkan 400 relawan dari 70 profesi yang berbeda. Mulai dari polisi, TNI, jaksa, jurnalis, hakim, aktivis, pengusaha muda, konselor, tenaga kesehatan, pelaku wisata, dan beberapa profesi lainnya.

”Para pengajar yang terlibat sebagai relawan Banyuwangi Ayo Mengajar ini telah melalui proses penyeleksian yang cukup ketat. Sehingga mereka benar-benar mampu memberikan inspirasi bagi seluruh peserta,” terang Suratno.

Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat Dispendik Banyuwangi Nuriyatus Sholeha menambahkan, antusiasme masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan di Banyuwangi cukup tinggi. Terlihat dari jumlah pendaftar yang tercatat mengajukan diri untuk menjadi relawan BAM mencapai sekitar 1.400 orang. Dinas Pendidikan pun harus melakukan seleksi ketat untuk mencari relawan sesuai dengan kuota 400 orang yang disediakan.

Nuri mengatakan, ke depan pelaksanaan BAM akan terus dikembangkan agar bisa mendorong partisipasi masyarakat dalam program pendidikan di Banyuwangi. ”Para relawan ini memberikan motivasi kepada para siswa. Jadi mereka menjadi semangat belajar untuk bisa menggapai cita-cita seperti yang sudah dicapai para narasumber,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/