Kamis, 02 Dec 2021
Radar Banyuwangi
Home / Edukasi
icon featured
Edukasi

Puluhan Guru IPA MTs se Banyuwangi Pelatihan Pedagogik

20 Oktober 2021, 17: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Puluhan Guru IPA MTs se Banyuwangi Pelatihan Pedagogik

DIKLAT: Kepala Kemenag Banyuwangi H Slamet (duduk tengah) membuka program pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan guru mata pelajaran IPA jenjang Madrasah Tsanawiyah di aula MTsN 3 Banyuwangi kemarin (18/10). (Eva Soleha for RadarBanyuwangi.id)

Share this      

SRONO – Sebanyak 30 guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkumpul di aula MTsN 3 Banyuwangi kemarin (18/10). Mereka mengikuti rangkaian pelatihan peningkatan skill pedagogik dan profesional guru.

Pelatihan tersebut merupakan gawe dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Madarasah Tsanawiyah se-Kabupaten Banyuwangi. Ketua MGMP IPA MTs Kabupaten Banyuwangi Rusmi Indriyani mengatakan, tujuan kegiatan itu agar guru-guru di madrasah dapat menjadi guru yang lebih kompeten. Sehingga dapat mencetak siswa-siswi yang kompeten pula.

Rencananya, kata Indri, kegiatan pelatihan tersebut akan berlangsung sembilan kali. Lokasi kegiatan pelatihan akan bergilir secara bergantian di beberapa kecamatan. ”Rangkaian kegiatan pelatihan ini akan berakhir pada 1 Desember 2021 mendatang,” ujarnya.

Baca juga: Peserta PKK, Ikuti Kelas Perawatan Wajah Bersama La Tulipe

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan Pelatihan Mapel IPA 2021 Ainun Najib menambahkan, kegiatan kali ini diikuti 30 peserta dari hampir seluruh kecamatan di Banyuwangi.  Kegiatan tersebut didukung oleh World Bank. ”Kegiatannya lumayan padat, mulai pukul 08.00 sampai pukul 15.00,” tuturnya.

Kegiatan pelatihan itu dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi H Slamet. Menurutnya, Kemenag sepenuhnya mendukung kegiatan MGMP IPA MTs dalam rangka meningkatkan mutu guru.

Slamet berpesan, agar guru mapel IPA MTs semangat dan sepenuh hati dalam bekerja. Guru diminta melaksanakan tugas tak hanya menghadirkan fisik, tetapi juga emosional dan spiritual. ”Harus bangga menyampaikan ilmu kepada siswa. Jika IQ, EQ, dan SQ semua dihadirkan, maka lelahnya tidak akan menjadi keluh kesah. Pasti ada hikmah di itu baliknya,” ujarnya.

(bw/rbs/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia