alexametrics
25.4 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Siswa Baru Diminta Jauhi Narkoba dan Bullying

GLAGAH, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk jenjang SMA dam SMK dimulai secara serentak, Senin (18/7). Upacara pembukaan MPLS yang berlangsung di SMKN 1 Glagah tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Ipuk Fiestiandani, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Banyuwangi Istu Handono dan Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno.

Kehadiran Bupati Ipuk untuk memberikan motivasi kepada ratusan siswa dari perwakilan sejumlah SMA dan SMK di sekitar Kecamatan Glagah. Secara simbolis, Ipuk juga menyematkan name tag kepada siswa sebagai tanda dimulainya MPLS. ”Saya berharap siswa terus bersemangat belajar. Setelah terkendala pandemi Covid-19, sekarang siswa diberi kesempatan untuk bisa belajar di sekolah. Mendapatkan teman-teman baru dan fasilitas pendidikan yang layak,” ujarnya.

Ipuk menegaskan, Pemkab Banyuwangi tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan. Tingginya kualitas SDM akan menentukan kemajuan suatu bangsa dan suatu daerah. Ipuk berharap semua sekolah harus meningkatkan kualitas pendidikannya. Sekolah tak hanya sekadar menjadi tempat bagi guru untuk menyampaikan ilmunya tanpa memberikan kesempatan anak didik mengeksplorasi potensinya.

Baca Juga :  Insat Muhammadiyah Resmikan Robotic Center

Ipuk merasa senang bisa hadir di tengah-tengah siswa yang menerapkan kebijakan ramah bagi inklusi. ”Saya senang bisa hadir di sekolah inklusi ini. Di sini kalian akan belajar untuk berjiwa besar dan menghargai orang lain. Mulai hari ini kalian akan menjalani MPLS. Manfaatkan sebaik-baiknya MPLS ini untuk mengenal sekolah,” ucapnya.

Ipuk berpesan, selama MPLS tidak boleh ada perpeloncoan, bullying, dan rasisme. Masa depan siswa ada di tangan siswa. Siswa diminta belajar lebih giat. ”Kalian bisa mengambil pelajaran dari mana saja, bahkan bisa belajar dari teman-teman kalian yang punya keterbatasan. Ambil sisi positifnya dan jauhi yang buruk. Belajar memilah mana yang baik dan tidak untuk diri kalian. Jauhi narkoba dan miras,” pesannya.

Baca Juga :  Meretas Pendidikan

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Istu Handono mengatakan, MPLS secara garis besar menjadi sebuah kegiatan edukatif bagi siswa untuk mendapatkan materi disiplin dan karakter Pancasila sebelum memulai pembelajaran. Sekolah harus menampilkan diri sebagai lembaga pendidikan ramah anak. ”Tidak boleh ada kekerasan, baik fisik maupun psikis. Selama MPLS tidak boleh ada perpeloncoan,” pinta Istu.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno menambahkan, MPLS jenjang SMP sudah berlangsung Kamis (14/7). Saat ini pembelajaran di sekolah sudah digelar secara normal. ”Sekolah di bawah Dinas Pendidikan, terutama SMP sudah mulai melakukan pembelajaran normal sejak hari ini,” tandasnya. (fre/aif/c1)

GLAGAH, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk jenjang SMA dam SMK dimulai secara serentak, Senin (18/7). Upacara pembukaan MPLS yang berlangsung di SMKN 1 Glagah tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Ipuk Fiestiandani, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Banyuwangi Istu Handono dan Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno.

Kehadiran Bupati Ipuk untuk memberikan motivasi kepada ratusan siswa dari perwakilan sejumlah SMA dan SMK di sekitar Kecamatan Glagah. Secara simbolis, Ipuk juga menyematkan name tag kepada siswa sebagai tanda dimulainya MPLS. ”Saya berharap siswa terus bersemangat belajar. Setelah terkendala pandemi Covid-19, sekarang siswa diberi kesempatan untuk bisa belajar di sekolah. Mendapatkan teman-teman baru dan fasilitas pendidikan yang layak,” ujarnya.

Ipuk menegaskan, Pemkab Banyuwangi tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan. Tingginya kualitas SDM akan menentukan kemajuan suatu bangsa dan suatu daerah. Ipuk berharap semua sekolah harus meningkatkan kualitas pendidikannya. Sekolah tak hanya sekadar menjadi tempat bagi guru untuk menyampaikan ilmunya tanpa memberikan kesempatan anak didik mengeksplorasi potensinya.

Baca Juga :  Pembelajaran Tatap Muka Boleh Digelar Asal Siswa Sudah Vaksin

Ipuk merasa senang bisa hadir di tengah-tengah siswa yang menerapkan kebijakan ramah bagi inklusi. ”Saya senang bisa hadir di sekolah inklusi ini. Di sini kalian akan belajar untuk berjiwa besar dan menghargai orang lain. Mulai hari ini kalian akan menjalani MPLS. Manfaatkan sebaik-baiknya MPLS ini untuk mengenal sekolah,” ucapnya.

Ipuk berpesan, selama MPLS tidak boleh ada perpeloncoan, bullying, dan rasisme. Masa depan siswa ada di tangan siswa. Siswa diminta belajar lebih giat. ”Kalian bisa mengambil pelajaran dari mana saja, bahkan bisa belajar dari teman-teman kalian yang punya keterbatasan. Ambil sisi positifnya dan jauhi yang buruk. Belajar memilah mana yang baik dan tidak untuk diri kalian. Jauhi narkoba dan miras,” pesannya.

Baca Juga :  Meretas Pendidikan

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Istu Handono mengatakan, MPLS secara garis besar menjadi sebuah kegiatan edukatif bagi siswa untuk mendapatkan materi disiplin dan karakter Pancasila sebelum memulai pembelajaran. Sekolah harus menampilkan diri sebagai lembaga pendidikan ramah anak. ”Tidak boleh ada kekerasan, baik fisik maupun psikis. Selama MPLS tidak boleh ada perpeloncoan,” pinta Istu.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno menambahkan, MPLS jenjang SMP sudah berlangsung Kamis (14/7). Saat ini pembelajaran di sekolah sudah digelar secara normal. ”Sekolah di bawah Dinas Pendidikan, terutama SMP sudah mulai melakukan pembelajaran normal sejak hari ini,” tandasnya. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/