alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Gaet King’s College London, UMM Perkuat Program CoE

MALANG, Radar BanyuwangiJaringan internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus meluas. Kali ini, Kampus Putih UMM terima kunjungan dari tim King’s College London (KCL), Inggris pada Jumat (6/7) lalu. Kunjungan ini juga mempertegas komitmen UMM untuk menjadi universitas kelas dunia yang melahirkan hal-hal bermanfaat untuk memajukan masyarakat.

Deputy Vice President Global Business Development KCL Helen Bailey merasa senang bisa mengunjungi berbagai universitas di Indonesia, khususnya UMM. Menurutnya, melalui proyek yang didanai oleh British Council ini, bisa memberikan berbagai opsi dan kesempatan dalam membangun kerja sama. Terutama kolaborasi dalam bidang-bidang yang potensial seperti pendidikan dan ekonomi.

Dalam pertemuan tersebut, tim KCL, UMM dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari membahas mengenai berbagai peluang kerja sama. Tidak hanya terbatas pada pendidikan, tapi juga kesehatan. Helen, sapaan akrabnya mengatakan bahwa bidang teknik dan digital menjadi hal yang sangat mungkin di kerja samakan.

“Saya rasa kita bisa mengembangkan hal-hal terkait fintech maupun data science dengan baik. Bisa juga diadakan sederet short course, pengembangan kurikulum, dan bahkan pertukaran sivitas akademika. Dengan diskusi yang lebih panjang, saya yakin akan tercipta program yang meyakinkan seperti summerschool maupun joint research,” tambahnya.

Helen menilai bahwa fasilitas dan kualitas UMM sangat impresif. Lingkungan pendidikan yang memadai serta kepuasan mahasiswa yang terlihat tinggi. Ia juga mengapreasiasi beragam inovasi yang ditelurkan Kampus Putih UMM, salah satunya Center of Excellence (CoE). Pun dengan keramahan yang ia terima, tidak hanya dari pejabat maupun pegawainya tapi juga dari para mahasiswanya.

Baca Juga :  PCNU Banyuwangi Bangun Pusdiklat Guru LP Ma’arif NU

Ia juga menilai bahwa berbagai perbedaan yang ada merupakan sebuah hal yang menarik. Dari situ, akan muncul keingintahuan yang tinggi dari keduanya. Bagaimana perbedaan kultur, pola pikir, dan model solusi bisa berjalan beriringan dan akhirnya menciptakan sebuah inovasi solutif yang bermanfaat.

“Menurut saya ada beberapa kata yang bisa mewakili UMM yakni inovatif, tak terduga, ramah, komunitas dan juga kampus yang hijau. Saya sangat menyukai kampus yang tidak hanya memiliki pembelajaran yang menarik dan sivitas akademika yang antusias, tapi juga kampus yang dihiasi dengan banyak tumbuhan seperti UMM ini,” ucapnya.

Sampai saat ini, UMM telah memiliki lebih dari 2.600 kerja sama, termasuk kerja sama internasional yang tersebar di berbagai benua. Ada Erasmus Mundus di Benua Eropa yang mencakup sederet universitas seperti Universidad de Murcia Spanyol, Wrocalw University Polandia, Universidade Do Minho Portugel, dan lainnya. Ada pula kerja sama di benua Amerika Selatan seperti Universidad Nacional de Colombia hingga Universidade Regional de Blumenau (FURB) Brazil. Kolaborasi serupa juga dimiliki UMM di kawasan Asia, Amerika Utara, hingga Afrika.

Baca Juga :  UMM Tambah Dua Guru Besar Baru Bidang Pangan dan Logistik

Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menilai bahwa pertemuan ini menjadi langkah strategis bagi masing-masing pihak. Ia ingin agar bisa segera ditindaklanjuti sehingga bisa mendorong akselerasi kemajuan perguruan tinggi, baik UMM maupun KCL. Apalagi melihat potensi kedua universitas yang sama-sama luar biasa, terutama di level internasional.

“Pertemuan ini menjadi awal dari rentetan panjang program-program yang bisa dikolaborasikan. Apalagi sampai saat ini UMM sudah memiliki jaringan kerja sama internasional di lebih dari 35 negara. Tentu KCL akan menjadi salah satu partner yang bagus dalam mengembangkan berbagai kegiatan internasional,” ungkap Fauzan.

Fauzan melihat, kunjungan KCL tersebut bisa memperkuat inovasi yang sudah UMM laksanakan. Utamanya CoE dan Center for Future of Work (CFW) yang diharapkan bisa melahirkan generasi masa depan yang memiliki skill mumpuni. Ia yakin kerja sama internasional akan memiliki efek yang signifikan pada lebih dari 20 CoE yang sudah diresmikan. Begitupun dengan CFW yang menyediakan kelas-kelas beroreintesi pekerjaan masa depan.

“Semoga segera ada implikasi dan aplikasi konkret setelah pertemuan ini. Bagaimana kedua belah pihak bisa saling membantu dalam rangka memajukan dan mencapai target masing-masing,” harap mengakhiri. (*/afi)

MALANG, Radar BanyuwangiJaringan internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus meluas. Kali ini, Kampus Putih UMM terima kunjungan dari tim King’s College London (KCL), Inggris pada Jumat (6/7) lalu. Kunjungan ini juga mempertegas komitmen UMM untuk menjadi universitas kelas dunia yang melahirkan hal-hal bermanfaat untuk memajukan masyarakat.

Deputy Vice President Global Business Development KCL Helen Bailey merasa senang bisa mengunjungi berbagai universitas di Indonesia, khususnya UMM. Menurutnya, melalui proyek yang didanai oleh British Council ini, bisa memberikan berbagai opsi dan kesempatan dalam membangun kerja sama. Terutama kolaborasi dalam bidang-bidang yang potensial seperti pendidikan dan ekonomi.

Dalam pertemuan tersebut, tim KCL, UMM dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari membahas mengenai berbagai peluang kerja sama. Tidak hanya terbatas pada pendidikan, tapi juga kesehatan. Helen, sapaan akrabnya mengatakan bahwa bidang teknik dan digital menjadi hal yang sangat mungkin di kerja samakan.

“Saya rasa kita bisa mengembangkan hal-hal terkait fintech maupun data science dengan baik. Bisa juga diadakan sederet short course, pengembangan kurikulum, dan bahkan pertukaran sivitas akademika. Dengan diskusi yang lebih panjang, saya yakin akan tercipta program yang meyakinkan seperti summerschool maupun joint research,” tambahnya.

Helen menilai bahwa fasilitas dan kualitas UMM sangat impresif. Lingkungan pendidikan yang memadai serta kepuasan mahasiswa yang terlihat tinggi. Ia juga mengapreasiasi beragam inovasi yang ditelurkan Kampus Putih UMM, salah satunya Center of Excellence (CoE). Pun dengan keramahan yang ia terima, tidak hanya dari pejabat maupun pegawainya tapi juga dari para mahasiswanya.

Baca Juga :  CoE Kelas Profesional Unggas UMM Lahirkan Mahasiswa Lulus Tepat Waktu & Mandiri

Ia juga menilai bahwa berbagai perbedaan yang ada merupakan sebuah hal yang menarik. Dari situ, akan muncul keingintahuan yang tinggi dari keduanya. Bagaimana perbedaan kultur, pola pikir, dan model solusi bisa berjalan beriringan dan akhirnya menciptakan sebuah inovasi solutif yang bermanfaat.

“Menurut saya ada beberapa kata yang bisa mewakili UMM yakni inovatif, tak terduga, ramah, komunitas dan juga kampus yang hijau. Saya sangat menyukai kampus yang tidak hanya memiliki pembelajaran yang menarik dan sivitas akademika yang antusias, tapi juga kampus yang dihiasi dengan banyak tumbuhan seperti UMM ini,” ucapnya.

Sampai saat ini, UMM telah memiliki lebih dari 2.600 kerja sama, termasuk kerja sama internasional yang tersebar di berbagai benua. Ada Erasmus Mundus di Benua Eropa yang mencakup sederet universitas seperti Universidad de Murcia Spanyol, Wrocalw University Polandia, Universidade Do Minho Portugel, dan lainnya. Ada pula kerja sama di benua Amerika Selatan seperti Universidad Nacional de Colombia hingga Universidade Regional de Blumenau (FURB) Brazil. Kolaborasi serupa juga dimiliki UMM di kawasan Asia, Amerika Utara, hingga Afrika.

Baca Juga :  Lagi, Stikes Raih Penghargaan Emas 2019

Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menilai bahwa pertemuan ini menjadi langkah strategis bagi masing-masing pihak. Ia ingin agar bisa segera ditindaklanjuti sehingga bisa mendorong akselerasi kemajuan perguruan tinggi, baik UMM maupun KCL. Apalagi melihat potensi kedua universitas yang sama-sama luar biasa, terutama di level internasional.

“Pertemuan ini menjadi awal dari rentetan panjang program-program yang bisa dikolaborasikan. Apalagi sampai saat ini UMM sudah memiliki jaringan kerja sama internasional di lebih dari 35 negara. Tentu KCL akan menjadi salah satu partner yang bagus dalam mengembangkan berbagai kegiatan internasional,” ungkap Fauzan.

Fauzan melihat, kunjungan KCL tersebut bisa memperkuat inovasi yang sudah UMM laksanakan. Utamanya CoE dan Center for Future of Work (CFW) yang diharapkan bisa melahirkan generasi masa depan yang memiliki skill mumpuni. Ia yakin kerja sama internasional akan memiliki efek yang signifikan pada lebih dari 20 CoE yang sudah diresmikan. Begitupun dengan CFW yang menyediakan kelas-kelas beroreintesi pekerjaan masa depan.

“Semoga segera ada implikasi dan aplikasi konkret setelah pertemuan ini. Bagaimana kedua belah pihak bisa saling membantu dalam rangka memajukan dan mencapai target masing-masing,” harap mengakhiri. (*/afi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/