CLURING, Jawa Pos Radar Genteng – SMPN 1 Cluring menggelar tasayakuran telah berakhirnya masa pendidikan siswa kelas IX, Kamis (12/5). Acara yang digelar di halaman kelapa sawit milik sekolah itu, ditandai dengan pelepasan burung merpati oleh wakil kepala (Waka) Henis Parwati dan pelepasan balon oleh kepala SMPN 1 Cluring Supriyono.

Dalam tasyakuran yang mengusung tema, perpisahan bukanlah akhir dari kehidupan, tetapi langkah awal seberapa kuat kita  meneruskan kehidupan ini, tetap semangat belajar untuk meraih cita-cita itu, sebanyak 256 siswa yang telah menyelesaikan pendidikannya, oleh sekolah dilepas dan diserahkan pada komite sekolah. “Ini tasyakuran kelas IX yang telah mengakhiri pendidikannya,” cetus Kepala SMPN 1 Cluring Supriyono.

RASA SYUKUR: Waka SMPN 1 Cluring Henis Parwati (kiri) melepas burung merpati didampingi kepala SMPN 1 Cluring Supriyono di halaman sekolah dalam tasyakuran kelas IX pada Kamis (12/5). (Thomy SIla/RadarBanyuwangi.id)

Menurut Supriyono, pelepasan yang dikemas dalam tasyakuran ini karena para siswa sudah melewati beberapa tahap dari kegiatan belajar mengajar.  “Pengumuman kelulusan masih 15 Juni, untuk menunggu itu kita tasyakuran dulu,” katanya.

Untuk siswa kelas IX SMPN 1 Cluring yang tahun ini mengakhiri pendidikannya, terang dia, jumlahnya ada 256 siswa. Dari jumlah itu, 10 siswa dengan nilai terbaik diberi penghargaan. “Tahun ini sudah ada tujuh siswa SMPN 1 Cluring di terima di SMAN 2 Taruna Bhayangkara Jawa Timur,” ungkapnya.

Untuk para siswa, Supriyono berpesan tetap terus belajar untuk menggapai cita-cita, dan jangan lupa tetap menjaga nama baik almamater. “Tetap berupaya untuk merubah diri kita sendiri menjadi baik, sehingga bisa merubah keluarga dan lingkungan sekitarmu,” pesannya.

PENYERAHAN SISWA: Kepala SMPN 1 Cluring Supriyono, ketua komite H. Sudarmawan, Waka Henis Parwati, Suhaimi, dan Lukman Hakim dalam serah terima siswa kelas IX pada Kamis (12/5) . (Thomy Sila/RadarBanyuwangi.id)

Dengan nada serius, Supriyono menyampaikan melalui tasyakuran dan perpisahan ini para siswa diserahkan kembali pada orang tua. “Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan ilmu yang terbaik, memberikan sikap yang terbaik untuk anak-anakku sekalian, kalaupun itu ada sesuatu yang tidak berkenan, kami mewakili tenaga pendidik dan kependidikan SMPN 1 Cluring mohon maaf yang sebesar-besarnya,” katanya.(abi)