alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

PIN PPDB Bisa Segera Diambil

JawaPos.com – Perhatian bagi para lulusan SMP/MTs yang akan melanjutkan studi ke jenjang SMA/SMK. Pengambilan personal identification number (PIN) untuk kepentingan pendaftaran sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) tersebut akan dibuka mulai pekan depan (25/5).

Diperoleh keterangan, Dinas Pendidikan Jatim menyiapkan tiga metode pendaftaran SMA/SMK tahun ini. Rinciannya, satu metode, yakni mode pendaftaran offline dikhususkan untuk pendaftaran Pendidikan Khusus atau Pendidikan Layanan Khusus (PLK).

Sedangkan untuk sekolah umum, ada dua metode yang disiapkan, yakni mode semi online dan online. Pendaftaran semi online dilakukan untuk menjaring peserta didik dari jalur prestasi, bidik misi, mitra warga, dan inklusif. Sedangkan mode online untuk pendaftaran peserta didik jalur reguler.

Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim Wilayah Banyuwangi Istu Handono mengatakan, pendaftaran jalur online maupun semi online wajib menggunakan PIN. ”Pengambilan PIN bisa dilakukan mulai 25 Mei sampai 8 Juni di SMA atau SMK terdekat,” ujarnya kemarin (18/5).

Dikatakan, pendaftaran jalur semi online dibuka mulai 30 Mei sampai 4 Juni. Pendaftaran bisa dilakukan di sekolah tujuan. Selanjutnya, pengumuman jalur semi online dilakukan pada 8 Juni sekolah yang dituju.

Sementara itu, rangkaian pendaftaran jalur reguler online bakal dimulai 26 Mei hingga akhir Juni mendatang. Pendaftaran jalur reguler diawali simulasi pendaftaran yang akan dilakukan mulai 26 Mei sampai 8 Juni. Selanjutnya, pendaftaran jalur reguler dibuka selama tiga hari, yakni 25 Juni sampai 28 Juni. Pengumuman jalur reguler dilakukan pada 29 Juni melalui internet.

Istu menuturkan, pada pendaftaran jalur prestasi, penilaian dilakukan dengan mengacu prestasi siswa di bidang akademik dan non-akademik. Sedangkan jalur mitra warga dibuka untuk memberi kesempatan bagi siswa yang berasal dari kalangan keluarga prasejahtera yang tinggal d lingkungan sekolah.

Selain itu, jalur bidik misi dibuka untuk pendaftar asal kalangan kelurahan prasejahtera yang memiliki nilai rata-rata ujian nasional (Unas) minimal 80. Ada pula jalur inklusif untuk pendaftar yang merupakan penyandang disabilitas. ”Sedangkan jalur reguler dibuka dengan pertimbangan murni nilai UN,” ujarnya.

JawaPos.com – Perhatian bagi para lulusan SMP/MTs yang akan melanjutkan studi ke jenjang SMA/SMK. Pengambilan personal identification number (PIN) untuk kepentingan pendaftaran sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) tersebut akan dibuka mulai pekan depan (25/5).

Diperoleh keterangan, Dinas Pendidikan Jatim menyiapkan tiga metode pendaftaran SMA/SMK tahun ini. Rinciannya, satu metode, yakni mode pendaftaran offline dikhususkan untuk pendaftaran Pendidikan Khusus atau Pendidikan Layanan Khusus (PLK).

Sedangkan untuk sekolah umum, ada dua metode yang disiapkan, yakni mode semi online dan online. Pendaftaran semi online dilakukan untuk menjaring peserta didik dari jalur prestasi, bidik misi, mitra warga, dan inklusif. Sedangkan mode online untuk pendaftaran peserta didik jalur reguler.

Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim Wilayah Banyuwangi Istu Handono mengatakan, pendaftaran jalur online maupun semi online wajib menggunakan PIN. ”Pengambilan PIN bisa dilakukan mulai 25 Mei sampai 8 Juni di SMA atau SMK terdekat,” ujarnya kemarin (18/5).

Dikatakan, pendaftaran jalur semi online dibuka mulai 30 Mei sampai 4 Juni. Pendaftaran bisa dilakukan di sekolah tujuan. Selanjutnya, pengumuman jalur semi online dilakukan pada 8 Juni sekolah yang dituju.

Sementara itu, rangkaian pendaftaran jalur reguler online bakal dimulai 26 Mei hingga akhir Juni mendatang. Pendaftaran jalur reguler diawali simulasi pendaftaran yang akan dilakukan mulai 26 Mei sampai 8 Juni. Selanjutnya, pendaftaran jalur reguler dibuka selama tiga hari, yakni 25 Juni sampai 28 Juni. Pengumuman jalur reguler dilakukan pada 29 Juni melalui internet.

Istu menuturkan, pada pendaftaran jalur prestasi, penilaian dilakukan dengan mengacu prestasi siswa di bidang akademik dan non-akademik. Sedangkan jalur mitra warga dibuka untuk memberi kesempatan bagi siswa yang berasal dari kalangan keluarga prasejahtera yang tinggal d lingkungan sekolah.

Selain itu, jalur bidik misi dibuka untuk pendaftar asal kalangan kelurahan prasejahtera yang memiliki nilai rata-rata ujian nasional (Unas) minimal 80. Ada pula jalur inklusif untuk pendaftar yang merupakan penyandang disabilitas. ”Sedangkan jalur reguler dibuka dengan pertimbangan murni nilai UN,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/