alexametrics
24.6 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Sekolah yang Melanggar Aturan Prokes Langsung Ditutup

JawaPos.com – Langkah hati-hati dilakukan Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Banyuwangi. Meskipun 20 SMA dan SMK telah menyelenggarakan uji coba PTM terbatas, Cabdin tidak mau kecolongan.

Kemarin (18/1) lima dari 20 sekolah yang melaksanakan PTM dikunjungi oleh Kepala Cabdin Jatim Wilayah Banyuwangi Istu Handono. Istu turun ke sekolah-sekolah untuk memastikan penerapan 12 indikator sebagai syarat uji coba PTM.

”Rata-rata semua sudah memenuhi 12 kriteria yang kita terapkan. Tinggal bagaimana aktif tidaknya kepala sekolah mengawasi guru yang bertugas dalam PTM. Apabila ada guru yang tidak masuk harus segera diganti, jangan sampai siswa tidak terlayani,” pinta Istu.

Mantan Kepala SMAN 1 Banyuwangi itu berulang kali menegur siswa yang kedapatan lengah menggunakan masker tak sesuai dengan ketentuan. Sekolah harus benar-benar memastikan SOP pembelajaran di era pandemi agar berjalan lancar. ”Kami minta masyarakat ikut mengawasi dan memantau. Ini sebagai bukti kalau masyarakat ikut serta mendukung pembelajaran tatap muka. Jika kami menemukan sekolah yang tidak patuh, langsung kita tutup,” tegas Istu.

Baca Juga :  IBI Jatim Lantik 36 Mahasiswa Prodi D.3 Kebidanan Universitas Ibrahimy

Pihaknya juga mengimbau sekolah untuk fokus memberikan kesempatan kepada siswa kelas XII karena tengah membutuhkan layanan dari sekolah. ”Sekolah kita minta memaksimalkan mata pelajaran praktik, kalau yang lain masih bisa didaringkan,” kata Istu

Sementara itu, Dinas Pendidikan Banyuwangi belum mengakui uji coba pembelajaran tatap muka yang digelar kemarin sebagai kegiatan resmi. Hingga kemarin (18/1), Dispendik belum mengeluarkan surat edaran tentang sekolah mana saja yang diperbolehkan menggelar uji coba tatap muka. Sejumlah sekolah yang telanjur melaksanakan PTM sifatnya hanya simulasi.

”Belum ada surat edaran dari Dispendik. Meskipun ada surat edaran dari bupati, kami akan tetap melakukan verifikasi. Kami koordinasikan betul dengan sekolah dan satgas kecamatan,” tegas  Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno.

Baca Juga :  Pemkab Banyuwangi Optimistis Ekonomi 2022 Membaik

Dijelaskan Suratno, setelah surat edaran dari bupati diterbitkan, bukan berarti sekolah harus segera membuka pembelajaran. Sekolah baru bisa menggelar tatap muka jika benar-benar sudah siap. Enam poin dalam surat bupati tentang Rekomendasi Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Pandemi Covid-19 Nomor 421/49/429.101/2021 justru menekankan kepada kesiapan sekolah.

”Ini sikap kehati-hatian kami, jadi tidak terburu-buru. Surat edaran juga belum kami teken. Ada 105 SD dan 41 SMP yang sudah menyiapkan PTM. Kita masih melakukan koordinasi dengan bidang-bidang,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

JawaPos.com – Langkah hati-hati dilakukan Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Banyuwangi. Meskipun 20 SMA dan SMK telah menyelenggarakan uji coba PTM terbatas, Cabdin tidak mau kecolongan.

Kemarin (18/1) lima dari 20 sekolah yang melaksanakan PTM dikunjungi oleh Kepala Cabdin Jatim Wilayah Banyuwangi Istu Handono. Istu turun ke sekolah-sekolah untuk memastikan penerapan 12 indikator sebagai syarat uji coba PTM.

”Rata-rata semua sudah memenuhi 12 kriteria yang kita terapkan. Tinggal bagaimana aktif tidaknya kepala sekolah mengawasi guru yang bertugas dalam PTM. Apabila ada guru yang tidak masuk harus segera diganti, jangan sampai siswa tidak terlayani,” pinta Istu.

Mantan Kepala SMAN 1 Banyuwangi itu berulang kali menegur siswa yang kedapatan lengah menggunakan masker tak sesuai dengan ketentuan. Sekolah harus benar-benar memastikan SOP pembelajaran di era pandemi agar berjalan lancar. ”Kami minta masyarakat ikut mengawasi dan memantau. Ini sebagai bukti kalau masyarakat ikut serta mendukung pembelajaran tatap muka. Jika kami menemukan sekolah yang tidak patuh, langsung kita tutup,” tegas Istu.

Baca Juga :  IBI Jatim Lantik 36 Mahasiswa Prodi D.3 Kebidanan Universitas Ibrahimy

Pihaknya juga mengimbau sekolah untuk fokus memberikan kesempatan kepada siswa kelas XII karena tengah membutuhkan layanan dari sekolah. ”Sekolah kita minta memaksimalkan mata pelajaran praktik, kalau yang lain masih bisa didaringkan,” kata Istu

Sementara itu, Dinas Pendidikan Banyuwangi belum mengakui uji coba pembelajaran tatap muka yang digelar kemarin sebagai kegiatan resmi. Hingga kemarin (18/1), Dispendik belum mengeluarkan surat edaran tentang sekolah mana saja yang diperbolehkan menggelar uji coba tatap muka. Sejumlah sekolah yang telanjur melaksanakan PTM sifatnya hanya simulasi.

”Belum ada surat edaran dari Dispendik. Meskipun ada surat edaran dari bupati, kami akan tetap melakukan verifikasi. Kami koordinasikan betul dengan sekolah dan satgas kecamatan,” tegas  Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno.

Baca Juga :  Dinilai Lebih Ramah Siswa, Sembilan SD Terapkan Kurikulum Merdeka

Dijelaskan Suratno, setelah surat edaran dari bupati diterbitkan, bukan berarti sekolah harus segera membuka pembelajaran. Sekolah baru bisa menggelar tatap muka jika benar-benar sudah siap. Enam poin dalam surat bupati tentang Rekomendasi Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Pandemi Covid-19 Nomor 421/49/429.101/2021 justru menekankan kepada kesiapan sekolah.

”Ini sikap kehati-hatian kami, jadi tidak terburu-buru. Surat edaran juga belum kami teken. Ada 105 SD dan 41 SMP yang sudah menyiapkan PTM. Kita masih melakukan koordinasi dengan bidang-bidang,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/