alexametrics
24.6 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Untag Gelar Wisuda saat Seluruh Prodi Terakreditasi ”B”

BANYUWANGI – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi mencetak ratusan intelektual lintas disiplin ilmu. Melalui prosesi wisuda sarjana XXXIII yang digelar di auditorium kampus merah putih kemarin (16/12), sebanyak 473 wisudawan resmi menyandang gelar sarjana.

Prosesi wisuda dipimpin Rektor Untag Banyuwangi Andang Subahariyanto. Hadir pula dalam prosesi sakral tersebut antara lain, Ketua Perkumpulan Gema Pendidikan Nasional (Perpenas) Sugihartoyo. Perpenas merupakan lembaga penyelenggara pendidikan yang menaungi Untag Banyuwangi.

Para wisudawan berasal dari enam fakultas yang ada di Untag Banyuwangi. Enam fakultas itu meliputi Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Fakultas Teknik (TF), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Fakultas Pertanian dan Perikanan.

Pada prosesi wisuda ke XXXIII kali ini, prestasi mentereng berhasil diraih salah satu wisudawan asal FH Untag Setyo Bakti. Dia sukses meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) nyaris sempurna, tepatnya sebesar 3,98.

Peraih IPK tertinggi kedua ditempati Rahmi Wijayanti asal FE Program Studi (Prodi) manajemen. Rahmi meraih IPK mencapai 3,97. Sedangkan peringkat tertinggi ketiga diraih Dewi Masita dengan IPK sebesar 3,96.

Sementara itu, Rektor Untag Andang Subahariyanto mengatakan, pada prosesi wisuda kali ini dirinya merasa lebih bangga dan gembira dibandingkan tahun lalu. Sebab, kali ini pihaknya mewisuda 473 mahasiswa dari 11 prodi yang seluruhnya telah berstatus akreditasi ”B”.

Baca Juga :  SD Al Irsyad Boyong Piala Wabup Cup

Bahkan bukan hanya seluruh prodi, tahun ini Untag juga telah meraih akreditasi institusi perguruan tinggi (AIPT) ”B”. Artinya, selain seluruh prodi, Untag sebagai institusi perguruan tinggi juga telah meraih status akreditasi ”B”. ”Ini serius bagi saya. Status akreditasi sangat menentukan bagi setiap lulusan perguruan tinggi. Karena sejumlah instansi pemerintah maupun instansi swasta yang ada, tidak mau menerima pegawai dari lulusan perguruan tinggi yang akreditasinya di bawah B,” ujarnya.

Menurut Andang, keberhasilan seluruh prodi maupun Untag meraih akreditasi ”B” merupakan hasil kerja keras semua pihak, mulai dosen, karyawan, lembaga penyelenggara pendidikan yang menaungi Untag, yakni Perpenas, maupun seluruh stakeholder. Keberhasilan itu juga diraih berkat sinergi yang baik dengan lembaga lain yang ada di masyarakat.

Ketua Perpenas Banyuwangi Sugihartoyo menambahkan, saat ini Untag merupakan satu-satunya perguruan tinggi swasta (PTS) di Banyuwangi yang telah meraih status akreditasi ”B”. ”Dua tahun Pak Rektor (Andang) memimpin Untag telah memberikan kontribusi yang sangat besar,” kata dia.

Baca Juga :  MI Darussalam 1 Kalipuro Gelar Pelepasan Siswa Didik Angkatan Ke-63

Menurut Sugihartoyo, dengan status akreditasi prodi dan AIPT ”B”, para wisudawan telah mendapat sesuatu yang diharapkan. ”Dengan akreditasi B, alumni kita bisa masuk ke seluruh instansi, baik instansi pemerintah maupun swasta,” ujarnya.

Salah satu wali wisudawan, Rahayu Purwaningsih mengatakan, Untag Banyuwangi merupakan salah satu perguruan tinggi yang tidak bisa disepelekan. Lulusan Untag banyak yang diterima sebagai pegawai negeri sipil (PNS), pegawai swasta, maupun sukses berwirausaha.

Rahayu menambahkan, sudah tiga kali ini, dia menjadi wali wisudawan Untag Banyuwangi. Maklum, keempat anaknya kuliah di universitas yang mengusung tagline ”Taat Asas dan Penuh Prestasi” tersebut. ”Yang hari ini (kemarin) diwisuda adalah putra ketiga saya, yakni Yohanes Guntur. Dia menempuh pendidikan di prodi pertanian. Sedangkan anak bungsu saya sekarang sudah semester tujuh,” kata dia.

Menurut Rahayu, salah satu anaknya yang juga lulusan Untag diterima sebagai PNS di Kalimantan. ”Untag tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain itu, saya percaya, menempuh pendidikan di kota besar atau di kota kecil, sama saja. Juga nasib seseorang Tuhan yang menentukan. Anak saya bisa jadi pegawai negeri juga berkat kemurahan Tuhan,” pungkasnya.

BANYUWANGI – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi mencetak ratusan intelektual lintas disiplin ilmu. Melalui prosesi wisuda sarjana XXXIII yang digelar di auditorium kampus merah putih kemarin (16/12), sebanyak 473 wisudawan resmi menyandang gelar sarjana.

Prosesi wisuda dipimpin Rektor Untag Banyuwangi Andang Subahariyanto. Hadir pula dalam prosesi sakral tersebut antara lain, Ketua Perkumpulan Gema Pendidikan Nasional (Perpenas) Sugihartoyo. Perpenas merupakan lembaga penyelenggara pendidikan yang menaungi Untag Banyuwangi.

Para wisudawan berasal dari enam fakultas yang ada di Untag Banyuwangi. Enam fakultas itu meliputi Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Fakultas Teknik (TF), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Fakultas Pertanian dan Perikanan.

Pada prosesi wisuda ke XXXIII kali ini, prestasi mentereng berhasil diraih salah satu wisudawan asal FH Untag Setyo Bakti. Dia sukses meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) nyaris sempurna, tepatnya sebesar 3,98.

Peraih IPK tertinggi kedua ditempati Rahmi Wijayanti asal FE Program Studi (Prodi) manajemen. Rahmi meraih IPK mencapai 3,97. Sedangkan peringkat tertinggi ketiga diraih Dewi Masita dengan IPK sebesar 3,96.

Sementara itu, Rektor Untag Andang Subahariyanto mengatakan, pada prosesi wisuda kali ini dirinya merasa lebih bangga dan gembira dibandingkan tahun lalu. Sebab, kali ini pihaknya mewisuda 473 mahasiswa dari 11 prodi yang seluruhnya telah berstatus akreditasi ”B”.

Baca Juga :  Deputi Seskab RI Apresiasi Program Center for Future of Work UMM

Bahkan bukan hanya seluruh prodi, tahun ini Untag juga telah meraih akreditasi institusi perguruan tinggi (AIPT) ”B”. Artinya, selain seluruh prodi, Untag sebagai institusi perguruan tinggi juga telah meraih status akreditasi ”B”. ”Ini serius bagi saya. Status akreditasi sangat menentukan bagi setiap lulusan perguruan tinggi. Karena sejumlah instansi pemerintah maupun instansi swasta yang ada, tidak mau menerima pegawai dari lulusan perguruan tinggi yang akreditasinya di bawah B,” ujarnya.

Menurut Andang, keberhasilan seluruh prodi maupun Untag meraih akreditasi ”B” merupakan hasil kerja keras semua pihak, mulai dosen, karyawan, lembaga penyelenggara pendidikan yang menaungi Untag, yakni Perpenas, maupun seluruh stakeholder. Keberhasilan itu juga diraih berkat sinergi yang baik dengan lembaga lain yang ada di masyarakat.

Ketua Perpenas Banyuwangi Sugihartoyo menambahkan, saat ini Untag merupakan satu-satunya perguruan tinggi swasta (PTS) di Banyuwangi yang telah meraih status akreditasi ”B”. ”Dua tahun Pak Rektor (Andang) memimpin Untag telah memberikan kontribusi yang sangat besar,” kata dia.

Baca Juga :  LKP Desy Education Setara D-1, Program PKK Siap Kerja

Menurut Sugihartoyo, dengan status akreditasi prodi dan AIPT ”B”, para wisudawan telah mendapat sesuatu yang diharapkan. ”Dengan akreditasi B, alumni kita bisa masuk ke seluruh instansi, baik instansi pemerintah maupun swasta,” ujarnya.

Salah satu wali wisudawan, Rahayu Purwaningsih mengatakan, Untag Banyuwangi merupakan salah satu perguruan tinggi yang tidak bisa disepelekan. Lulusan Untag banyak yang diterima sebagai pegawai negeri sipil (PNS), pegawai swasta, maupun sukses berwirausaha.

Rahayu menambahkan, sudah tiga kali ini, dia menjadi wali wisudawan Untag Banyuwangi. Maklum, keempat anaknya kuliah di universitas yang mengusung tagline ”Taat Asas dan Penuh Prestasi” tersebut. ”Yang hari ini (kemarin) diwisuda adalah putra ketiga saya, yakni Yohanes Guntur. Dia menempuh pendidikan di prodi pertanian. Sedangkan anak bungsu saya sekarang sudah semester tujuh,” kata dia.

Menurut Rahayu, salah satu anaknya yang juga lulusan Untag diterima sebagai PNS di Kalimantan. ”Untag tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain itu, saya percaya, menempuh pendidikan di kota besar atau di kota kecil, sama saja. Juga nasib seseorang Tuhan yang menentukan. Anak saya bisa jadi pegawai negeri juga berkat kemurahan Tuhan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Maling Jeruk Ditangkap Warga

Pesanan Souvenir Pernikahan Menurun

Hindari Maag, Makan Durian Secukupnya

Artikel Terbaru

/