alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

10 Ribu Siswa SLTA Jalani USBN

JawaPos.com – Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) bagi siswa SMA dan MA dimulai pagi ini. Sebanyak 10.262 siswa yang menempuh pendidikan di 51 SMA dan 46 MA bakal menjalani Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) mulai Jumat kemarin (16/3) hingga 4 April 2018 mendatang.

Sementara itu, sebelum kalangan siswa SMA/MA memulai ujian yang sangat menentukan kelulusan tersebut, para siswa SMK se-Banyuwangi telah menjalani ujian serupa sejak Senin (12/3) lalu. USBN yang bakal berlangsung hingga 22 Maret tersebut digelar di 83 SMK negeri dan swasta dengan peserta sebanyak 10.353 orang.

Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Wilayah Banyuwangi Istu Handono melalui Koordinator Help Desk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Banyuwangi Arief Ainur mengatakan, jumlah siswa SMA peserta USBN 2018 mencapai 7.041 orang. Sedangkan peserta ujian dari MA mencapai 3.221 orang. ”Semua SMA dan MA menggelar USBN berbasis komputer,” ujarnya kemarin (15/3).

Mengacu Pos Operasional Standar (POS) USBN 2018, mata pelajaran (mapel) yang diujikan di SMA mencapai sembilan sampai sepuluh mapel. Untuk sekolah yang menerapkan kurikulum 2006, siswa bakal menghadapi ujian sembilan mapel . Sedangkan siswa yang menempuh pendidikan di sekolah yang menerapkan kurikulum 2013, mereka menghadapi ujian sepuluh mapel.

Sembilan mapel yang diujikan di sekolah yang menerapkan kurikulum 2006 meliputi empat mapel umum dan lima mapel sesuai jurusan. Empat mapel umum meliputi Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Lima mapel peminatan siswa program IPA mencakup Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Sejarah. Mapel peminatan siswa program IPS meliputi Matematika, Sejarah, Geografi, Ekonomi, dan Sosiologi. Sedangkan mapel peminatan siswa program bahasa antara lain, Matematika, Sastra Indonesia, bahasa asing (Jerman, Jepang, Perancis, Arab, Mandarin), Antropologi, dan Sejarah.

Sementara itu, untuk sekolah yang menerapkan kurikulum 2013, ujian meliputi enam mapel umum dan empat mapel peminatan. Enam mapel umum di antaranya Pendidikan Agama Dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Sejarah Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Sedangkan mapel peminatan program Matematika dan IPA antara lain Matematika, Biologi, Fisika, dan Kimia. Mapel peminatan program IPS mencakup Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi. Untuk program bahasa dan budaya, siswa menjalani ujian mapel Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, Bahasa dan Sastra asing lain (Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, Perancis), dan Antropologi.

Menurut Arief, dalam pelaksanaan USBN, jumlah peserta ujian dalam satu ruangan maksimal 20 orang. ”Setiap ruang ujian diawasi dua pengawas,” pungkasnya.

JawaPos.com – Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) bagi siswa SMA dan MA dimulai pagi ini. Sebanyak 10.262 siswa yang menempuh pendidikan di 51 SMA dan 46 MA bakal menjalani Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) mulai Jumat kemarin (16/3) hingga 4 April 2018 mendatang.

Sementara itu, sebelum kalangan siswa SMA/MA memulai ujian yang sangat menentukan kelulusan tersebut, para siswa SMK se-Banyuwangi telah menjalani ujian serupa sejak Senin (12/3) lalu. USBN yang bakal berlangsung hingga 22 Maret tersebut digelar di 83 SMK negeri dan swasta dengan peserta sebanyak 10.353 orang.

Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Wilayah Banyuwangi Istu Handono melalui Koordinator Help Desk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Banyuwangi Arief Ainur mengatakan, jumlah siswa SMA peserta USBN 2018 mencapai 7.041 orang. Sedangkan peserta ujian dari MA mencapai 3.221 orang. ”Semua SMA dan MA menggelar USBN berbasis komputer,” ujarnya kemarin (15/3).

Mengacu Pos Operasional Standar (POS) USBN 2018, mata pelajaran (mapel) yang diujikan di SMA mencapai sembilan sampai sepuluh mapel. Untuk sekolah yang menerapkan kurikulum 2006, siswa bakal menghadapi ujian sembilan mapel . Sedangkan siswa yang menempuh pendidikan di sekolah yang menerapkan kurikulum 2013, mereka menghadapi ujian sepuluh mapel.

Sembilan mapel yang diujikan di sekolah yang menerapkan kurikulum 2006 meliputi empat mapel umum dan lima mapel sesuai jurusan. Empat mapel umum meliputi Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Lima mapel peminatan siswa program IPA mencakup Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Sejarah. Mapel peminatan siswa program IPS meliputi Matematika, Sejarah, Geografi, Ekonomi, dan Sosiologi. Sedangkan mapel peminatan siswa program bahasa antara lain, Matematika, Sastra Indonesia, bahasa asing (Jerman, Jepang, Perancis, Arab, Mandarin), Antropologi, dan Sejarah.

Sementara itu, untuk sekolah yang menerapkan kurikulum 2013, ujian meliputi enam mapel umum dan empat mapel peminatan. Enam mapel umum di antaranya Pendidikan Agama Dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Sejarah Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Sedangkan mapel peminatan program Matematika dan IPA antara lain Matematika, Biologi, Fisika, dan Kimia. Mapel peminatan program IPS mencakup Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi. Untuk program bahasa dan budaya, siswa menjalani ujian mapel Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, Bahasa dan Sastra asing lain (Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, Perancis), dan Antropologi.

Menurut Arief, dalam pelaksanaan USBN, jumlah peserta ujian dalam satu ruangan maksimal 20 orang. ”Setiap ruang ujian diawasi dua pengawas,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/