alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Hari Pertama Masuk Sekolah Pakai Masker Dobel

RadarBanyuwangi.id – Wali murid kelas 1 SD kemarin (16/8) bisa mengantarkan anaknya ke sekolah untuk pertama kalinya sejak tahun ajaran baru dimulai. Hampir seluruh SD di Kecamatan Banyuwangi kemarin sudah mulai membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas.

Hari pertama PTM disambut antusias siswa dan wali murid. Siswa duduk sambil mengenakan masker dobel menghadap guru. Di luar kelas, beberapa wali murid kelas 1 SD, rela menunggu anak-anak mereka hingga jam pulang sekolah.

”Sekolah menyediakan fasilitas penunjang prokes. Kita juga menyediakan masker dan hand sanitizer botol kecil untuk digunakan anak-anak,” ujar Kepala SDN Penganjuran Setyaningsih.

Untuk pembelajaran, kelas bawah menerapkan sistem blended. Dengan sebagian siswa mendengarkan guru secara langsung dan separonya yang berada di rumah akan diberi rekaman penjelasan guru di kelas. Sedangkan untuk kelas atas bisa menggunakan metode live streaming.

Sebelum memastikan PTM digelar, sekolah sudah meminta izin dari komite sekolah, wali murid, dan Gugus Tugas Kecamatan. Ada 450 siswa yang masuk PTM hari pertama kemarin dari total 906 siswa yang terdaftar di sekolah. ”Untuk beberapa siswa yang tidak mampu kita sediakan bantuan kuota kepada mereka. Kita sesuaikan pembelajaran yang fleksibel untuk siswa,” kata Setyaningsih.

Plt Kepala Korwil Satuan Pendidikan Kecamatan Banyuwangi Mardiana Dwi Panglipur menambahkan, ada 3 SD yang menunda PTM di hari pertama kemarin. Yaitu SDN 1 Lateng, SDN Model, dan SDK Santa Maria. Untuk SDK Santa Maria masih menunggu semua gurunya menyelesaikan vaksin kedua. ”Kemungkinan tanggal 21 Agustus baru vaksin kedua. Tanggal 23 Agustus mungkin PTM baru dimulai di tiga sekolah tersebut,” jelasnya.

Dinas Pendidikan memberikan izin kepada sekolah untuk menggelar PTM. Namun, untuk pelaksanannya menyesuaikan kesiapan masing-masing sekolah. Korwil dan pengawas sekolah terus mengamati untuk memastikan pelaksanaan PTM sesuai dengan protokol kesehatan. ”Kita amati prokesnya saja. Kita juga melihat apakah siswa sudah sesuai prokes atau belum. Rata-rata malah menggunakan masker dobel,” jelasnya.

Kepala SDN 1 Lateng Lina Kamalin mengatakan, untuk PTM di sekolahnya baru akan digelar Rabu (18/8) besok. Hari pertama PTM kemarin, siswa tetap melaksanakan pembelajaran secara daring. ”Kita sesuaikan efektivitas sinkronus siswa,” kata Lina. (fre/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Wali murid kelas 1 SD kemarin (16/8) bisa mengantarkan anaknya ke sekolah untuk pertama kalinya sejak tahun ajaran baru dimulai. Hampir seluruh SD di Kecamatan Banyuwangi kemarin sudah mulai membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas.

Hari pertama PTM disambut antusias siswa dan wali murid. Siswa duduk sambil mengenakan masker dobel menghadap guru. Di luar kelas, beberapa wali murid kelas 1 SD, rela menunggu anak-anak mereka hingga jam pulang sekolah.

”Sekolah menyediakan fasilitas penunjang prokes. Kita juga menyediakan masker dan hand sanitizer botol kecil untuk digunakan anak-anak,” ujar Kepala SDN Penganjuran Setyaningsih.

Untuk pembelajaran, kelas bawah menerapkan sistem blended. Dengan sebagian siswa mendengarkan guru secara langsung dan separonya yang berada di rumah akan diberi rekaman penjelasan guru di kelas. Sedangkan untuk kelas atas bisa menggunakan metode live streaming.

Sebelum memastikan PTM digelar, sekolah sudah meminta izin dari komite sekolah, wali murid, dan Gugus Tugas Kecamatan. Ada 450 siswa yang masuk PTM hari pertama kemarin dari total 906 siswa yang terdaftar di sekolah. ”Untuk beberapa siswa yang tidak mampu kita sediakan bantuan kuota kepada mereka. Kita sesuaikan pembelajaran yang fleksibel untuk siswa,” kata Setyaningsih.

Plt Kepala Korwil Satuan Pendidikan Kecamatan Banyuwangi Mardiana Dwi Panglipur menambahkan, ada 3 SD yang menunda PTM di hari pertama kemarin. Yaitu SDN 1 Lateng, SDN Model, dan SDK Santa Maria. Untuk SDK Santa Maria masih menunggu semua gurunya menyelesaikan vaksin kedua. ”Kemungkinan tanggal 21 Agustus baru vaksin kedua. Tanggal 23 Agustus mungkin PTM baru dimulai di tiga sekolah tersebut,” jelasnya.

Dinas Pendidikan memberikan izin kepada sekolah untuk menggelar PTM. Namun, untuk pelaksanannya menyesuaikan kesiapan masing-masing sekolah. Korwil dan pengawas sekolah terus mengamati untuk memastikan pelaksanaan PTM sesuai dengan protokol kesehatan. ”Kita amati prokesnya saja. Kita juga melihat apakah siswa sudah sesuai prokes atau belum. Rata-rata malah menggunakan masker dobel,” jelasnya.

Kepala SDN 1 Lateng Lina Kamalin mengatakan, untuk PTM di sekolahnya baru akan digelar Rabu (18/8) besok. Hari pertama PTM kemarin, siswa tetap melaksanakan pembelajaran secara daring. ”Kita sesuaikan efektivitas sinkronus siswa,” kata Lina. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/