alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Terkendala Akses Transportasi, Sekolah Pinggiran Kehilangan Gairah

RadarBanyuwangi.id – Sejumlah SMP pinggiran minim pendaftar dalam PPDB jalur zonasi. Minimnya pendaftar diduga karena orang tua/wali murid memilih memasukkan putra-putrinya ke pondok pesantren.

Seperti terlihat di SMPN 2 Kabat kemarin. Jika dilihat dari website https://ppdb.banyuwangikab.go.id,  jumlah pagu di sekolah tersebut 101, baru terisi 10  pendaftar. Sebagian besar pendaftar berasal dari wilayah setempat, yakni dari SDN 3 Macanputih dan SDN 1 Macanputih.

Kepala SMPN 2 Kabat Imam Najeh kepada RadarBanyuwangi.id mengatakan, jumlah pagu untuk PPDB kali ini yakni 96 siswa. Hingga pukul 12.00 baru 27 siswa yang mendaftar. Untuk pendaftar di SMPN 2 Kabat rata-rata adalah warga sekitar sekolah.

Dibanding dengan PPDB tahun lalu, ada penurunan sangat drastis. Tahun lalu, SMPN 2 Kabat bisa menerima murid sebanyak 57 siswa. Namun tahun ini, baru ada 27 pendaftar. Menurunnya jumlah pendaftar, lanjut Imam, diduga karena sulitnya akses transportasi menuju sekolah. Sebagian besar orang tua/wali murid adalah petani dan bekerja di kebun. ”Sarana transportasi umum tidak ada, mereka (orang tua/wali murid) juga tidak memiliki sepeda motor untuk antar-jemput,” ungkapnya.

Baca Juga :  Program Prodistik dengan ITS Masuki Tahun Kedua

Akibatnya, tidak sedikit para orang tua/wali murid yang memilih untuk menyekolahkan putra-putrinya sambil mondok di pesantren. ”Pihak sekolah sudah berupaya melakukan sosialisasi membangun komunikasi dengan SD maupun MI terdekat sejak bulan Maret lalu. Mereka mengeluhkan sulitnya  akses transportasi,” terang Imam.

Sistem PPDB yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi sudah sangat bagus, yakni dengan tiga jalur pendaftaran. Ada jalur  prestasi, afirmasi dan perpindahan orang tua, serta jalur zonasi. Sudah menjadi kebiasaan di SMPN 2 Kabat, orang tua/wali murid lebih memilih mendaftar ketika pendaftaran jalur zonasi. Pihaknya juga tengah mencari solusi terbaik atas minimnya pendaftar di sekolah yang dipimpinnya itu. ”Semoga masih ada pendaftar di hari kedua jalur zonasi besok (hari ini),” harap Imam. (ddy/aif/c1)

Baca Juga :  Jalur Prestasi di Sekolah Pinggiran Minim Pendaftar

RadarBanyuwangi.id – Sejumlah SMP pinggiran minim pendaftar dalam PPDB jalur zonasi. Minimnya pendaftar diduga karena orang tua/wali murid memilih memasukkan putra-putrinya ke pondok pesantren.

Seperti terlihat di SMPN 2 Kabat kemarin. Jika dilihat dari website https://ppdb.banyuwangikab.go.id,  jumlah pagu di sekolah tersebut 101, baru terisi 10  pendaftar. Sebagian besar pendaftar berasal dari wilayah setempat, yakni dari SDN 3 Macanputih dan SDN 1 Macanputih.

Kepala SMPN 2 Kabat Imam Najeh kepada RadarBanyuwangi.id mengatakan, jumlah pagu untuk PPDB kali ini yakni 96 siswa. Hingga pukul 12.00 baru 27 siswa yang mendaftar. Untuk pendaftar di SMPN 2 Kabat rata-rata adalah warga sekitar sekolah.

Dibanding dengan PPDB tahun lalu, ada penurunan sangat drastis. Tahun lalu, SMPN 2 Kabat bisa menerima murid sebanyak 57 siswa. Namun tahun ini, baru ada 27 pendaftar. Menurunnya jumlah pendaftar, lanjut Imam, diduga karena sulitnya akses transportasi menuju sekolah. Sebagian besar orang tua/wali murid adalah petani dan bekerja di kebun. ”Sarana transportasi umum tidak ada, mereka (orang tua/wali murid) juga tidak memiliki sepeda motor untuk antar-jemput,” ungkapnya.

Baca Juga :  Peringati Harlah NU ke-99, SMP Tri Bhakti Gelar Aneka Kegiatan

Akibatnya, tidak sedikit para orang tua/wali murid yang memilih untuk menyekolahkan putra-putrinya sambil mondok di pesantren. ”Pihak sekolah sudah berupaya melakukan sosialisasi membangun komunikasi dengan SD maupun MI terdekat sejak bulan Maret lalu. Mereka mengeluhkan sulitnya  akses transportasi,” terang Imam.

Sistem PPDB yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi sudah sangat bagus, yakni dengan tiga jalur pendaftaran. Ada jalur  prestasi, afirmasi dan perpindahan orang tua, serta jalur zonasi. Sudah menjadi kebiasaan di SMPN 2 Kabat, orang tua/wali murid lebih memilih mendaftar ketika pendaftaran jalur zonasi. Pihaknya juga tengah mencari solusi terbaik atas minimnya pendaftar di sekolah yang dipimpinnya itu. ”Semoga masih ada pendaftar di hari kedua jalur zonasi besok (hari ini),” harap Imam. (ddy/aif/c1)

Baca Juga :  Kuota 26 Siswa, Hanya Terisi 3 Pendaftar

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/