Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Edukasi
icon featured
Edukasi

Seleksi Serentak PPPK Guru di Empat Tempat

15 September 2021, 15: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Seleksi Serentak PPPK Guru di Empat Tempat

TETAP JAGA PROKES: Bupati Ipuk Fiestiandani memantau pelaksanaan uji kompetensi PPPK Guru di SMAN 1 Giri, kemarin. Seleksi tersebut digelar serentak di empat tempat. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

BANYUWANGI – Rangkaian proses seleksi calon aparatur sipil negara (ASN), khususnya formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tenaga guru, memasuki babak super penting. Ribuan pelamar calon abdi negara bidang pendidikan itu menjalani uji kompetensi mulai kemarin (12/9) hingga 17 September mendatang.

Di Banyuwangi, ujian berbasis computer assisted test (CAT) tersebut digeber di empat lokasi, yakni SMAN 1 Giri, SMAN 1 Glagah, SMKN 1 Glagah, dan SMKN 1 Banyuwangi. Masing-masing peserta menjalani ujian yang meliputi materi kompetensi manajerial dan sosiokultural, wawancara, dan kompetensi teknis selama 170 menit.

Bupati Ipuk Fiestiandani memantau langsung pelaksanaan uji kompetensi PPPK Guru, yakni di SMAN 1 Giri dan SMKN 1 Banyuwangi kemarin. Dia datang untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar dan tidak ada kendala. ”Alhamdulillah semua berjalan lancar. Tempatnya juga representatif. Tidak ada kendala teknis yang dihadapi peserta,” ujarnya.

Baca juga: Bantu Kandang Lebah yang Terintegrasi IOT

Ipuk mengatakan, bersama komponen pendidikan lainnya, PPPK Guru juga harus selalu meningkatkan kompetensi diri, terutama dalam menghadapi potensi kehilangan pembelajaran (learning loss) selama pandemi Covid-19. ”Sudah banyak penelitian yang mengkhawatirkan adanya learning loss karena sudah lebih dari setahun kita tidak menjalani pembelajaran tatap muka secara penuh. Belajar daring dengan segala problematikanya plus kondisi pandemi diprediksi akan menurunkan kualitas pembelajaran, ini akan berdampak ke kompetensi pelajar,” tuturnya.

Pembelajaran tatap muka, lanjut Ipuk, saat ini memang sudah dimulai. Namun, konsepnya masih terbatas yang dipadukan dengan pembelajaran jarak jauh alias daring. ”Kita harus menjawab tantangan ini, termasuk para PPPK Guru. Maka inovasi dan kreativitas menjadi kunci. Juga kepekaan. Perhatian ke murid harus lebih ekstra, terutama kepada kelompok rentan, yaitu pelajar dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.

Bukan itu saja, Ipuk juga berpesan kepada seluruh peserta seleksi agar menjaga kesehatan dan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Selain itu, bupati perempuan tersebut juga mendoakan para peserta dapat diterima menjadi PPPK Guru.

Ipuk juga mengingatkan para calon peserta tentang syarat wajib surat bebas Covid-19. Untuk dia, dia berpesan kepada para calon peserta ujian untuk memanfaatkan fasilitas uji swab antigen gratis di seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Banyuwangi.

Calon peserta uji kompetensi PPPK cukup membawa KTP domisili Banyuwangi dan kartu peserta ujian ke puskesmas terdekat sehari sebelum pelaksanaan ujian untuk dilakukan swab antigen. ”Seluruh puskesmas di Banyuwangi menyediakan fasilitas tes swab antigen gratis bagi peserta seleksi PPPK Guru. Silakan manfaatkan fasilitas ini,” kata Ipuk.

Selain itu, Ipuk kembali mengingatkan kepada seluruh peserta agar tidak tergoda terhadap penipuan yang biasanya marak terjadi jelang seleksi calon ASN. Ipuk menegaskan, semua proses seleksi penerimaan ASN, baik calon pegawai negeri sipil (CPNS) maupun PPPK tidak dipungut biaya alias gratis.

Pemkab Banyuwangi juga telah membuka akses pelaporan. Pelaporan bisa dilakukan secara daring. Di antaranya melalui layanan pesan singkat (short message service/SMS) atau WhatsApp ke nomor 082233322045 maupun melalui surel ke alamat bkd@banyuwangikab.go.id. Identitas pelapor akan dirahasiakan. ”Bila ada pihak yang mengaku bisa meloloskan PPPK Guru jangan percaya. Segera laporkan,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Suratno mengatakan, jumlah total peserta uji kompetensi PPPK Guru di Banyuwangi mencapai 3.095 orang. ”Ujian digelar di empat tempat uji kompetensi (TUK), yakni SMAN 1 Giri sebanyak 566 orang, SMKN 1 Glagah 960 orang, SMKN 1 Banyuwangi sebanyak 1.088 orang, dan SMAN 1 Glagah 481 orang,” ujarnya.

Suratno merinci, dari tiga jenis materi yang diujikan, waktu yang tersedia untuk mengerjakan soal kategori kompetensi dasar mencapai 120 menit. Sedangkan materi kategori manajerial dan sosiokultural selama 40 menit, dan sepuluh menit waktu untuk mengerjakan soal wawancara. ”Hasilnya bisa diketahui begitu peserta selesai mengerjakan ujian,” kata dia.

Sekadar diketahui, Banyuwangi mendapat kuota 3.624 formasi untuk PPPK Guru. Rinciannya, sebanyak 764 guru sekolah menengah pertama (SMP), 2.308 guru kelas, dan 552 guru pendidikan jasmani dan kesehatan (penjaskes) sekolah dasar (SD). Untuk formasi PPPK Guru sesuai keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tahun 2021 formasi PPPK Guru di Banyuwangi terdiri dari guru mata pelajaran umum seperti guru Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bimbingan Konseling, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Matematika, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Prakarya dan Kewirausahaan, Seni Budaya, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), juga dibuka rekrutmen guru agama Islam, Hindu, dan Kristen.

(bw/sgt/aif/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia