alexametrics
23.2 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Pramuka Untag Usung Misi Peduli Anak

BANYUWANGI- Sejak Jumat (11/8) hingga Minggu (13/8), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi, yang disebut Racana Gajah Mada-TribuanaTunggadewi Gugus Depan Pangkalan Untag, melakukan kegiatan bertema “Peduli Remaja dan Anak 2017”. Acara tersebut bertempat di Kampus Merah Putih Untag Banyuwangi. Kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara Kwartir Nasional dengan UNICEF tentang Satuan Pramuka Peduli. Sebanyak 15 peserta yang terbagi dari 14 SMA/SMK di Kabupaten Banyuwangi dan satu peserta SMK asal Jember, yaitu SMK 4 Pancasila, ikut dalam acara tersebut.

Kegiatan peduli remaja dan anak itu bertujuan untuk memupuk rasa peduli tentang isu-isu persoalan remaja dan anak. Termasuk pengajaran strategi solusi dengan model analisa dan pendampingan. Acara “Peduli Remaja dan Anak” itu juga sebagai bentuk implementasi dari prinsip Gerakan Pramuka, yaitu memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan berjiwa patriotik. Selain itu, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun NKRI, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup. “Kegiatan ini merupakan upaya untuk mengikis kekelaman yang pernah dialami remaja dan anak, baik fisik maupun psikis,” kata Kak Duwi Setiyo Utomo, ketua kegiatan.

Baca Juga :  Lantik 53 Kepala SMP, Bupati Ipuk Tekankan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Jangan lupa, lanjut dia, Indonesia membutuhkan pemimpin muda. Oleh karenanya, setiap pemuda harus segera maju ke depan dan bukan berjalan ke masa lalu. “Kaum muda paling memiliki masa depan yang bisa mereka tatap dengan ketajaman dan kecemerlangan visi serta memperjuangkannya dengan keberanian dan energi yang lebih baru,” imbuhnya.

Pembina UKM Pramuka Untag, Kak Hary Priyanto, ST, MSi menegaskan bahwa  persoalan remaja dan anak itu sangat serius. Sebab, mereka adalah masa depan bangsa. Hary meminta seluruh anggota Racana Gajah Mada-Tribuana Tunggadewi Gugus Depan Pangkalan Untag Banyuwangi agar sering berkegiatan.  Pada pokoknya, kegiatan itu membangun jiwa toleransi dalam harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara. “Baik itu peningkatan organizational skill, kemandirian sebagai pelopor pembangunan, maupun  sebagai agen pembaharuan agent of change,” sebutnya.

Baca Juga :  Gelar Lomba Permainan Tradisional

Yang membanggakan, Kak Deby Nendi Setiawan, ketua Racana Gajah Mada-TribuanaTunggadewi Gugus Depan Pangkalan Untag, Kak Maulana Habib Fikri, dan Kak Linda Setyawati menjadi peserta Raimuna Nasional 2017. Raimuna yang dipusatkan di Cibubur itu dihelat pada tanggal 13 sampai 21 Agustus 2017. “Satyaku kudarmakan, darmaku kubaktikan,” seru Hary.(*)

BANYUWANGI- Sejak Jumat (11/8) hingga Minggu (13/8), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi, yang disebut Racana Gajah Mada-TribuanaTunggadewi Gugus Depan Pangkalan Untag, melakukan kegiatan bertema “Peduli Remaja dan Anak 2017”. Acara tersebut bertempat di Kampus Merah Putih Untag Banyuwangi. Kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara Kwartir Nasional dengan UNICEF tentang Satuan Pramuka Peduli. Sebanyak 15 peserta yang terbagi dari 14 SMA/SMK di Kabupaten Banyuwangi dan satu peserta SMK asal Jember, yaitu SMK 4 Pancasila, ikut dalam acara tersebut.

Kegiatan peduli remaja dan anak itu bertujuan untuk memupuk rasa peduli tentang isu-isu persoalan remaja dan anak. Termasuk pengajaran strategi solusi dengan model analisa dan pendampingan. Acara “Peduli Remaja dan Anak” itu juga sebagai bentuk implementasi dari prinsip Gerakan Pramuka, yaitu memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan berjiwa patriotik. Selain itu, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun NKRI, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup. “Kegiatan ini merupakan upaya untuk mengikis kekelaman yang pernah dialami remaja dan anak, baik fisik maupun psikis,” kata Kak Duwi Setiyo Utomo, ketua kegiatan.

Baca Juga :  Dampak PPKM Level 4, Siswa Kembali Belajar Daring

Jangan lupa, lanjut dia, Indonesia membutuhkan pemimpin muda. Oleh karenanya, setiap pemuda harus segera maju ke depan dan bukan berjalan ke masa lalu. “Kaum muda paling memiliki masa depan yang bisa mereka tatap dengan ketajaman dan kecemerlangan visi serta memperjuangkannya dengan keberanian dan energi yang lebih baru,” imbuhnya.

Pembina UKM Pramuka Untag, Kak Hary Priyanto, ST, MSi menegaskan bahwa  persoalan remaja dan anak itu sangat serius. Sebab, mereka adalah masa depan bangsa. Hary meminta seluruh anggota Racana Gajah Mada-Tribuana Tunggadewi Gugus Depan Pangkalan Untag Banyuwangi agar sering berkegiatan.  Pada pokoknya, kegiatan itu membangun jiwa toleransi dalam harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara. “Baik itu peningkatan organizational skill, kemandirian sebagai pelopor pembangunan, maupun  sebagai agen pembaharuan agent of change,” sebutnya.

Baca Juga :  Bangkitkan UMKM Desa Aliyan di Tengah Pandemi Covid-19

Yang membanggakan, Kak Deby Nendi Setiawan, ketua Racana Gajah Mada-TribuanaTunggadewi Gugus Depan Pangkalan Untag, Kak Maulana Habib Fikri, dan Kak Linda Setyawati menjadi peserta Raimuna Nasional 2017. Raimuna yang dipusatkan di Cibubur itu dihelat pada tanggal 13 sampai 21 Agustus 2017. “Satyaku kudarmakan, darmaku kubaktikan,” seru Hary.(*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/