alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Selama Pandemi, 26 Guru Gugur Terpapar Covid-19

RadarBanyuwangi.id – Dunia pendidikan Banyuwangi tampaknya perlu mengenang 26 orang guru yang gugur selama pandemi Covid-19 terjadi sejak Maret tahun lalu.

Dari data PGRI Kabupaten Banyuwangi, tercatat ada 26 guru yang meninggal dunia akibat Covid 19. Yang terbanyak berasal dari Kecamatan Purwoharjo. Tercatat ada 11 orang guru yang meninggal dunia akibat terpapar virus korona.

Sebanyak 22 orang adalah guru PNS reguler, ditambah tiga orang kepala sekolah dan satu guru non-PNS. ”Ini kabar duka bagi kami. Di sisi lain pembelajaran harus tetap berjalan, tetapi jumlah guru yang pensiun dan gugur karena Covid-19 terus terjadi,” kata Ketua PGRI Banyuwangi, Sudarman.

PGRI sudah melakukan upaya untuk bisa memproteksi guru, terutama dari paparan virus korona. Hingga saat ini, hampir seluruh guru di Banyuwangi yang kesehatannya dianggap layak sudah mendapatkan vaksinasi. Kecuali mereka yang oleh tenaga medis dianggap belum memenuhi syarat vaksinasi.

Selain itu, upaya mengingatkan guru agar tetap menerapkan prokes terus digalakkan di sekolah-sekolah. Dari pantauan PGRI, rata-rata guru yang gugur terpapar dari luar lingkungan sekolah. Dengan kata lain, guru-guru tersebut tertular di luar aktivitas rutin sekolah. Sudarman meminta kepada para guru untuk berhati-hati saat berkegiatan di luar sekolah.

Dengan angka kematian guru yang cukup tinggi itu, Sudarman berharap ada kepedulian dari pemerintah untuk memberikan perhatian. Selama ini, bantuan kepada para guru yang gugur hanya diberikan oleh komunitas guru. ”Santunan resmi tidak ada, hanya rasa solidaritas antarguru. Kita berupaya memberikan imbauan dan fasilitas vaksin. Di sisi lain kita harap guru ikut menjaga kesehatan di masa pandemi,” imbaunya. (fre/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Dunia pendidikan Banyuwangi tampaknya perlu mengenang 26 orang guru yang gugur selama pandemi Covid-19 terjadi sejak Maret tahun lalu.

Dari data PGRI Kabupaten Banyuwangi, tercatat ada 26 guru yang meninggal dunia akibat Covid 19. Yang terbanyak berasal dari Kecamatan Purwoharjo. Tercatat ada 11 orang guru yang meninggal dunia akibat terpapar virus korona.

Sebanyak 22 orang adalah guru PNS reguler, ditambah tiga orang kepala sekolah dan satu guru non-PNS. ”Ini kabar duka bagi kami. Di sisi lain pembelajaran harus tetap berjalan, tetapi jumlah guru yang pensiun dan gugur karena Covid-19 terus terjadi,” kata Ketua PGRI Banyuwangi, Sudarman.

PGRI sudah melakukan upaya untuk bisa memproteksi guru, terutama dari paparan virus korona. Hingga saat ini, hampir seluruh guru di Banyuwangi yang kesehatannya dianggap layak sudah mendapatkan vaksinasi. Kecuali mereka yang oleh tenaga medis dianggap belum memenuhi syarat vaksinasi.

Selain itu, upaya mengingatkan guru agar tetap menerapkan prokes terus digalakkan di sekolah-sekolah. Dari pantauan PGRI, rata-rata guru yang gugur terpapar dari luar lingkungan sekolah. Dengan kata lain, guru-guru tersebut tertular di luar aktivitas rutin sekolah. Sudarman meminta kepada para guru untuk berhati-hati saat berkegiatan di luar sekolah.

Dengan angka kematian guru yang cukup tinggi itu, Sudarman berharap ada kepedulian dari pemerintah untuk memberikan perhatian. Selama ini, bantuan kepada para guru yang gugur hanya diberikan oleh komunitas guru. ”Santunan resmi tidak ada, hanya rasa solidaritas antarguru. Kita berupaya memberikan imbauan dan fasilitas vaksin. Di sisi lain kita harap guru ikut menjaga kesehatan di masa pandemi,” imbaunya. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

PASI Target Tambah 4 Klub Baru

Sekardadu Intesifkan Monitoring DAS

Hendak Masuk SPBU, Motor Warga Terbakar

Artikel Terbaru

/