alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Kolaborasikan Pemasaran Beras Organik Lewat Website dan Medsos

Perjuangan 3 tahun 4 bulan Nida Khoiruroh terbayar lunas. Bukan hanya meraih titel sarjana. Dia juga berhasil menerapkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Stikom PGRI Banyuwangi untuk membantu pemasaran produk pertanian warga Bumi Blambangan.

 

SIGIT HARIYADI, Banyuwangi

 

“BERAS Hitam untuk Pelembab”. Begitu kalimat pembuka pada caption foto beras hitam organik yang di-posting akun Istagram “organiku.id”. Kalimat itu lantas disusul dengan kalimat penjelasan yang cukup gamblang. Termasuk nama senyawa yang berkhasiat mempertahankan kadar air agar sel kulit tetap lembab dan tidak gampang dehidrasi.

          Selain beras hitam, akun organiku.id itu juga mem-posting foto beragam beras jenis organik lain. Ada beras merah, beras cokelat, hingga beras putih organik. Setiap foto dilengkapi keterangan tentang keunggulan masing-masing jenis beras organik tersebut.

          Itulah salah satu cara Nida Khoiruroh mempromosikan produk pertanian warga kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. Tepatnya beras hasil produksi PT Sirtanio asal Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi.

          Belakangan diketahui, selain lewat media sosial (medsos) Instagram, beras organik itu juga dipromosikan melalui website organiku.id. Hal itu dia lakukan dalam rangka penelitian untuk tugas akhir kuliahnya di Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (Stikom) PGRI Banyuwangi.

          Nida melakukan penelitian di PT Sirtanio selama enam bulan bersama sembilan rekannya. Lima orang “bertugas” di bagian pemasaran alias marketing. Lima orang yang lain di bagian permodalan.

          Nah, untuk membantu memasarkan beras organik produksi PT Sirtanio, Nida memanfaatkan teknologi informasi. Promosi dilakukan melalui instagram dan website. “Agar lebih menarik, konten promosi itu harus dibuat semenarik mungkin. Contohnya, beras hitam untuk pelembab,” ujarnya usai mengikuti wisuda Sarjana Strata Satu (S1) Teknik Informatika ke-11 dan Diploma Tiga (D3) Manajemen Informatika Stikom PGRI Banyuwangi di Hotel Illira Banyuwangi, Kamis (11/9).

          Ya, Nida kini telah resmi memiliki titel Sarjana. Dia menyelesaikan studi S1 di sekolah tinggi yang berlokasi di jalan Ahmad Yani, Banyuwangi, itu selama 3 tahun empat bulan.

          Hasilnya, Nida lulus dengan predikat sangat memuaskan. Dia menjadi lulusan terbaik S1 TI Stikom PGRI Banyuwangi tahun ini dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) sebesar 3,93.

          Kembali ke sepak terjang Nida dalam membantu mempromosikan beras organik hasil produksi petani Banyuwangi, berkat sinkronisasi pemasaran lewat website dan medsos, omzet yang diraih PT Sirtanio meningkat sekitar lima sampai sepuluh persen. “Pesanan yang kami terima lewat instagram dan medsos datang dari sejumlah kota besar di tanah air, mulai Jakarta, Manado, dan Semarang, dan lain-lain,” cetusnya.

          Sementara itu, pada program studi (prodi) D3 Manajemen Informatika, IPK tertinggi diraih Rani Agustin. Menariknya, dia juga berhasil meraih IPK sebesar 3,93. Sama persis dengan IPK yang diraih Nida. (*)

Perjuangan 3 tahun 4 bulan Nida Khoiruroh terbayar lunas. Bukan hanya meraih titel sarjana. Dia juga berhasil menerapkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Stikom PGRI Banyuwangi untuk membantu pemasaran produk pertanian warga Bumi Blambangan.

 

SIGIT HARIYADI, Banyuwangi

 

“BERAS Hitam untuk Pelembab”. Begitu kalimat pembuka pada caption foto beras hitam organik yang di-posting akun Istagram “organiku.id”. Kalimat itu lantas disusul dengan kalimat penjelasan yang cukup gamblang. Termasuk nama senyawa yang berkhasiat mempertahankan kadar air agar sel kulit tetap lembab dan tidak gampang dehidrasi.

          Selain beras hitam, akun organiku.id itu juga mem-posting foto beragam beras jenis organik lain. Ada beras merah, beras cokelat, hingga beras putih organik. Setiap foto dilengkapi keterangan tentang keunggulan masing-masing jenis beras organik tersebut.

          Itulah salah satu cara Nida Khoiruroh mempromosikan produk pertanian warga kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. Tepatnya beras hasil produksi PT Sirtanio asal Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi.

          Belakangan diketahui, selain lewat media sosial (medsos) Instagram, beras organik itu juga dipromosikan melalui website organiku.id. Hal itu dia lakukan dalam rangka penelitian untuk tugas akhir kuliahnya di Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (Stikom) PGRI Banyuwangi.

          Nida melakukan penelitian di PT Sirtanio selama enam bulan bersama sembilan rekannya. Lima orang “bertugas” di bagian pemasaran alias marketing. Lima orang yang lain di bagian permodalan.

          Nah, untuk membantu memasarkan beras organik produksi PT Sirtanio, Nida memanfaatkan teknologi informasi. Promosi dilakukan melalui instagram dan website. “Agar lebih menarik, konten promosi itu harus dibuat semenarik mungkin. Contohnya, beras hitam untuk pelembab,” ujarnya usai mengikuti wisuda Sarjana Strata Satu (S1) Teknik Informatika ke-11 dan Diploma Tiga (D3) Manajemen Informatika Stikom PGRI Banyuwangi di Hotel Illira Banyuwangi, Kamis (11/9).

          Ya, Nida kini telah resmi memiliki titel Sarjana. Dia menyelesaikan studi S1 di sekolah tinggi yang berlokasi di jalan Ahmad Yani, Banyuwangi, itu selama 3 tahun empat bulan.

          Hasilnya, Nida lulus dengan predikat sangat memuaskan. Dia menjadi lulusan terbaik S1 TI Stikom PGRI Banyuwangi tahun ini dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) sebesar 3,93.

          Kembali ke sepak terjang Nida dalam membantu mempromosikan beras organik hasil produksi petani Banyuwangi, berkat sinkronisasi pemasaran lewat website dan medsos, omzet yang diraih PT Sirtanio meningkat sekitar lima sampai sepuluh persen. “Pesanan yang kami terima lewat instagram dan medsos datang dari sejumlah kota besar di tanah air, mulai Jakarta, Manado, dan Semarang, dan lain-lain,” cetusnya.

          Sementara itu, pada program studi (prodi) D3 Manajemen Informatika, IPK tertinggi diraih Rani Agustin. Menariknya, dia juga berhasil meraih IPK sebesar 3,93. Sama persis dengan IPK yang diraih Nida. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/