Selasa, 25 Jan 2022
Radar Banyuwangi
Home / Edukasi
icon featured
Edukasi

Tekan Angka Laka Pelajar, Polisi Beri Sosialisasi di Sekolah

13 Januari 2022, 07: 14: 07 WIB | editor : Bayu Saksono

Tekan Angka Laka Pelajar, Polisi Beri Sosialisasi di Sekolah

SOSIALISASI: Kanit Kamsel Satlantas Polresta Banyuwangi Ida Wahid Hasyim memberikan pemaparan kepada siswa SMPN 2 Banyuwangi kemarin (12/1). (Bagus Rio/RaBa)

Share this      

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar masih sering terjadi di Kabupaten Banyuwangi. Dalam setahun tercatat ada 55 kasus.

Sayangnya, tingginya angka kasus kecelakaan tersebut, tidak diikuti kesadaran para pelajar untuk berhati-hati dalam berkendara. Masih sering dijumpai pelajar yang mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan. Seperti misalnya mengendarai motor berboncengan tiga dan tidak menggunakan helm.

Untuk menekan angka kecelakaan yang melibatkan pelajar, Satlantas Polresta Banyuwangi kemarin (12/1) memberikan sosialisasi kepada para pelajar di SMPN 2 Banyuwangi. Anggota Satlantas memberikan sosialisasi tentang keselamatan berkendara.

Baca juga: Perkuat Literasi, Peka terhadap Perubahan

Selama ini berbagai upaya untuk mencegah para pelajar yang belum cukup umur agar tidak mengendarai sepeda motor sudah sering dilakukan pihak Satlantas. Yakni dengan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah dan memberi imbauan pada para orang tua.

Tak cukup sampai situ saja, tindakan tilang juga sering diberikan pada pelajar yang melanggar. Namun, para pelajar masih nekat mengendarai sepeda motor untuk mobilitas sekolahnya. ”Terutama di wilayah perkotaan, dengan alasan lokasi jauh hingga tidak ada yang mengantar yang biasa menjadi dalih mereka untuk membawa kendaraan pribadi,” ujar Kanit Kamsel Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Wahid Hasyim.

Selain itu, lanjut Hasyim, kesadaran para pelajar memakai helm juga masih rendah. Tak hanya itu, banyak juga yang berboncengan lebih dari dua orang. ”Terkadang jiwa muda tersebut yang mengabaikan keselamatannya saat berkendara,” katanya.

Makanya, imbuh Hasyim, pihaknya menggelar sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman tentang keselamatan di jalan. Para pelajar mulai jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA diberikan materi seputar safety riding. ”Bukan mengajari pelajar mengendarai sepeda motor, tetapi lebih mengedukasi mereka untuk berkendara dengan baik,” terangnya.

Hasyim mengatakan, banyak pelajar yang belum cukup umur mengendarai sepeda motor karena rasa ingin tahu anak yang tinggi. Sehingga, jika tak diarahkan untuk berkendara dengan baik dapat membahayakan diri. ”Harapannya, dengan kegiatan Polisi Masuk Sekolah ini, pelajar ikut jadi pelopor berkendara yang baik,” pungkasnya.

(bw/rio/rbs/JPR)

©2022 PT. JawaPos Group Multimedia