alexametrics
24 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Maksimalkan Minat Bakat, Berhasil Tampil di Depan Presiden Jokowi

BANYUWANGI – SMPN 2 Banyuwangi genap berusia 39 tahun. Sekolah yang beralamat di Jalan Ranggawuni, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi, ini salah satu sekolah legenda yang telah melahirkan banyak generasi berprestasi. Prestasi ini tidak hanya akademik, namun prestasi di bidang minat dan bakat juga menjadi andalan SMPN 2 Banyuwangi.

Oleh karena itu, untuk memeriahkan hari jadinya ke-39 ini, SMPN 2 Banyuwangi memeriahkannya dengan berbagai aktivitas. Tema yang diangkat adalah Spendaba Talent Event dengan 10 kategori (Ada 10 lomba yang dilombakan, seperti karaoke, tari, ceramah, teater, bela diri, hadrah, hafalan Alquran, gamelan, band, dan standup comedy) dan diikuti 90 penampilan. Rangkaian hari jadi ini dimulai pada Rabu (8/3).

Kepala SMPN 2 Banyuwangi Subiyantoro mengatakan, dalam rangkaian HUT ke-39 ini pihak sekolah sengaja mengangkat tema minat dan bakat. Tujuannya, adalah untuk mengetahui seberapa potensi yang dimiliki para siswa/siswi selain dibidang akademik. Hal ini sekaligus untuk mendukung prestasi yang selama ini telah diraih.

Bahkan, SMPN 2 Banyuwangi sudah berhasil mengantarkan para siswinya menampilkan tari gandrung dihadapan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, beserta Wakil Presiden, Jusuf Kalla, Kabinet Kerja dan dihadapan para tamu negara beberapa bulan lalu. “Dengan membangun komitmen yang kuat antara guru, siswa dan wali murid serta dukungan dari berbagai pihak tidak ada prestasi yang tak dapat diraih. Dan ini berhasil kita ciptakan dengan mendorong minat dan bakat para siswa/siswi,” kata Subiyantoro.

Hal senada dikatakan Humas SMPN 2 Banyuwangi Ansori, SPd, SST. Menurut Ansori, pada akhirnya kegiatan ekskul yang diikuti siswa/siswi bukan lagi sebagai formalitas. Namun juga merupakan hal penting dan hal serius yang dilakukan siswa sebagai bagian dari pelaksanaan pendidikan di sekolah.

Lebih jauh lagi, di jaman sekarang ini, kata dia, kecerdasan intelektual tidak menjadi satu-satunya tolak ukur keberhasilan orang bersaing. “Kini, tidak sedikit yang menganggap soft skill lebih penting. Ketekunan menggeluti bidang minat/bakat kita akan mendukung berkembangnya soft skill. Dan tahun depan kami akan menggeler event ini untuk pelajar SD. Upaya ini untuk mencari bibit pengganti,” tambah Waka SMPN 2 Karyono. (*)

BANYUWANGI – SMPN 2 Banyuwangi genap berusia 39 tahun. Sekolah yang beralamat di Jalan Ranggawuni, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi, ini salah satu sekolah legenda yang telah melahirkan banyak generasi berprestasi. Prestasi ini tidak hanya akademik, namun prestasi di bidang minat dan bakat juga menjadi andalan SMPN 2 Banyuwangi.

Oleh karena itu, untuk memeriahkan hari jadinya ke-39 ini, SMPN 2 Banyuwangi memeriahkannya dengan berbagai aktivitas. Tema yang diangkat adalah Spendaba Talent Event dengan 10 kategori (Ada 10 lomba yang dilombakan, seperti karaoke, tari, ceramah, teater, bela diri, hadrah, hafalan Alquran, gamelan, band, dan standup comedy) dan diikuti 90 penampilan. Rangkaian hari jadi ini dimulai pada Rabu (8/3).

Kepala SMPN 2 Banyuwangi Subiyantoro mengatakan, dalam rangkaian HUT ke-39 ini pihak sekolah sengaja mengangkat tema minat dan bakat. Tujuannya, adalah untuk mengetahui seberapa potensi yang dimiliki para siswa/siswi selain dibidang akademik. Hal ini sekaligus untuk mendukung prestasi yang selama ini telah diraih.

Bahkan, SMPN 2 Banyuwangi sudah berhasil mengantarkan para siswinya menampilkan tari gandrung dihadapan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, beserta Wakil Presiden, Jusuf Kalla, Kabinet Kerja dan dihadapan para tamu negara beberapa bulan lalu. “Dengan membangun komitmen yang kuat antara guru, siswa dan wali murid serta dukungan dari berbagai pihak tidak ada prestasi yang tak dapat diraih. Dan ini berhasil kita ciptakan dengan mendorong minat dan bakat para siswa/siswi,” kata Subiyantoro.

Hal senada dikatakan Humas SMPN 2 Banyuwangi Ansori, SPd, SST. Menurut Ansori, pada akhirnya kegiatan ekskul yang diikuti siswa/siswi bukan lagi sebagai formalitas. Namun juga merupakan hal penting dan hal serius yang dilakukan siswa sebagai bagian dari pelaksanaan pendidikan di sekolah.

Lebih jauh lagi, di jaman sekarang ini, kata dia, kecerdasan intelektual tidak menjadi satu-satunya tolak ukur keberhasilan orang bersaing. “Kini, tidak sedikit yang menganggap soft skill lebih penting. Ketekunan menggeluti bidang minat/bakat kita akan mendukung berkembangnya soft skill. Dan tahun depan kami akan menggeler event ini untuk pelajar SD. Upaya ini untuk mencari bibit pengganti,” tambah Waka SMPN 2 Karyono. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/