alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Siswa SMA Akhirnya Boleh PTM 100 Persen

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Seluruh sekolah dari semua jenjang di Banyuwangi dipastikan sudah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Sebelumnya hanya jenjang TK hingga SMP yang melaksanakan PTM penuh. Sedangkan siswa SMA dan SMK yang diizinkan melaksanakan PTM hanya kelas 12.

Keputusan lembaga pendidikan SMA dan SMK memasukkan 100 persen siswanya dimulai sejak Senin lalu (11/1). Setelah memastikan tidak ada kasus penularan Covid-19 dalam pekan pertama PTM, akhirnya kepala SMA/SMK berani memasukkan seluruh siswanya dari kelas 10 hingga kelas 12.

”Awalnya memang hanya kelas 12 yang masuk 100 persen. Pertimbangannya, mereka tinggal 3 bulan lagi menyelesaikan pembelajaran,” ujar Kepala SMAN 1 Giri Mujib.

Baca Juga :  Siswa TK, SD dan SMP Mulai PTM, Kehadiran Dibatasi 50 Persen

Persiapan melaksanakan PTM 100 persen dilakukan selama seminggu. Pihak sekolah menyiapkan sarana dan prasarana penunjang PTM serta komitmen para siswa. Setelah dinyatakan siap, sejak Senin (11/1), semua siswa kelas 10, 11, maupun 12 masuk ke sekolah. Siswa melakukan pembelajaran selama enam jam atau 4,5 jam selama PTM berlangsung.

Mujib menilai PTM menjadi satu-satunya cara untuk memangkas loss learning yang dialami para siswa. Pembelajaran daring atau jarak jauh dianggap tidak efektif. Begitu ada kesempatan untuk bisa memasukkan siswa 100 persen, sekolah langsung mengizinkan siswa masuk. ”Dasar kita yang pertama Banyuwangi sudah Level 1, kemudian ada SKB 4 Menteri yang memperbolehkan wilayah PPKM Level 1 dan Level 2 memasukkan semua siswanya,” terangnya.

Baca Juga :  Era Digital, Semua Orang Harus Mampu Adaptasi

Mujib yang juga merangkap Plt Kepala SMAN 1 Banyuwangi itu menjelaskan, selain PTM 100 persen dengan maksimal 6 jam pelajaran, edaran dari Cabang Dinas juga memperbolehkan sekolah untuk memberikan jam tambahan kepada siswa kelas 12. Kelas 12 membutuhkan banyak persiapan sebelum mereka lulus sekolah. ”Sekolah yang membutuhkan kelas tambahan setelah jam sekolah bisa mengajukan ke Cabang Dinas,” kata Mujib. 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Seluruh sekolah dari semua jenjang di Banyuwangi dipastikan sudah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Sebelumnya hanya jenjang TK hingga SMP yang melaksanakan PTM penuh. Sedangkan siswa SMA dan SMK yang diizinkan melaksanakan PTM hanya kelas 12.

Keputusan lembaga pendidikan SMA dan SMK memasukkan 100 persen siswanya dimulai sejak Senin lalu (11/1). Setelah memastikan tidak ada kasus penularan Covid-19 dalam pekan pertama PTM, akhirnya kepala SMA/SMK berani memasukkan seluruh siswanya dari kelas 10 hingga kelas 12.

”Awalnya memang hanya kelas 12 yang masuk 100 persen. Pertimbangannya, mereka tinggal 3 bulan lagi menyelesaikan pembelajaran,” ujar Kepala SMAN 1 Giri Mujib.

Baca Juga :  Sinergi Lintas Instansi Entaskan Kesenjangan Pendidikan

Persiapan melaksanakan PTM 100 persen dilakukan selama seminggu. Pihak sekolah menyiapkan sarana dan prasarana penunjang PTM serta komitmen para siswa. Setelah dinyatakan siap, sejak Senin (11/1), semua siswa kelas 10, 11, maupun 12 masuk ke sekolah. Siswa melakukan pembelajaran selama enam jam atau 4,5 jam selama PTM berlangsung.

Mujib menilai PTM menjadi satu-satunya cara untuk memangkas loss learning yang dialami para siswa. Pembelajaran daring atau jarak jauh dianggap tidak efektif. Begitu ada kesempatan untuk bisa memasukkan siswa 100 persen, sekolah langsung mengizinkan siswa masuk. ”Dasar kita yang pertama Banyuwangi sudah Level 1, kemudian ada SKB 4 Menteri yang memperbolehkan wilayah PPKM Level 1 dan Level 2 memasukkan semua siswanya,” terangnya.

Baca Juga :  Hari Pertama Masuk Sekolah Pakai Masker Dobel

Mujib yang juga merangkap Plt Kepala SMAN 1 Banyuwangi itu menjelaskan, selain PTM 100 persen dengan maksimal 6 jam pelajaran, edaran dari Cabang Dinas juga memperbolehkan sekolah untuk memberikan jam tambahan kepada siswa kelas 12. Kelas 12 membutuhkan banyak persiapan sebelum mereka lulus sekolah. ”Sekolah yang membutuhkan kelas tambahan setelah jam sekolah bisa mengajukan ke Cabang Dinas,” kata Mujib. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/