alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Bentuk Paguyuban GTT demi Hearing ke DPRD

JawaPos.com– Kelompok Guru Tidak Tetap Kecamatan Asembagus membentuk peguyuban Guru Tidak Tetap (GTT) di Gedung Seba Guna Asembagus pada Selasa (09/010. Menurut informasi yang berhasil dihimpun koran ini, tujuan dari pembentukan GGT ini dalam rangka untuk meningkatkan progres honorer. Yakni dalam rangka memperjuangkan nasib dan kesejahteraan menjadi PNS secara kolektif.

Dalam pembentukan peguyuban tersbut, hadir H. Adiyono, Koordinator Wilayah Kecmatan Asembagus Bidang Pendidikan dan Kebudayaan. Mengenai pergerakan dari GTT tersebut, dengan tegas Adiyono menyampaikan agar peguyuban yang baru dibentuk itu dalam langkahnya tetap selalu mengikuti aturan dan mekanisme yang ada. Adiyono menghimbau mengenai progres honorer yang akan menuju hearing ke DPRD Situbondo agar tidak dulu dilaksanakan. “Jangan dulu ke DPR, Sebaiknya melalui dinas pendidikan. Lalui mekanisme yang ada dulu, setidaknya tiga kali ke dinas pendidikan. Kalau memang nanti tidak ada laangkah yang bisa ditempuh lagi, barulah hearing ke DPRD,” pungkasnya.

Tak hanya Adiyono, Wakil Ketua PGRI Kecamatan Asembagus, Poniman, juga menghimbau kepada guru honorer khususnya GTTuntuk tetap menggunakan etika dalam pergerakannya. Pernyataan Poniman tersebut disampaikan dalam konsolidasi honorer di tempat tersebut.

“Prosedur harus dilalui dengan baik. Ini problem nasional, jadi cukup berat. Disini kalian bisa buat struktrur, tapi tidak dengan AD/ART seperti K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) di tingkat internal,” ungkap Poniman.

Akan tetapi menurut pandangan Poniman, peran GTT juga sangat penting dan tidak bisa diabaikan. “Rencana GTT yang akan hearing ke DPRD pada 12 Januari mendatang, pesan saya, ketika hearing jangan sampai radikal dan selalu melakukan koordinasi satu sama lain,” ujarnya. (cw1)

JawaPos.com– Kelompok Guru Tidak Tetap Kecamatan Asembagus membentuk peguyuban Guru Tidak Tetap (GTT) di Gedung Seba Guna Asembagus pada Selasa (09/010. Menurut informasi yang berhasil dihimpun koran ini, tujuan dari pembentukan GGT ini dalam rangka untuk meningkatkan progres honorer. Yakni dalam rangka memperjuangkan nasib dan kesejahteraan menjadi PNS secara kolektif.

Dalam pembentukan peguyuban tersbut, hadir H. Adiyono, Koordinator Wilayah Kecmatan Asembagus Bidang Pendidikan dan Kebudayaan. Mengenai pergerakan dari GTT tersebut, dengan tegas Adiyono menyampaikan agar peguyuban yang baru dibentuk itu dalam langkahnya tetap selalu mengikuti aturan dan mekanisme yang ada. Adiyono menghimbau mengenai progres honorer yang akan menuju hearing ke DPRD Situbondo agar tidak dulu dilaksanakan. “Jangan dulu ke DPR, Sebaiknya melalui dinas pendidikan. Lalui mekanisme yang ada dulu, setidaknya tiga kali ke dinas pendidikan. Kalau memang nanti tidak ada laangkah yang bisa ditempuh lagi, barulah hearing ke DPRD,” pungkasnya.

Tak hanya Adiyono, Wakil Ketua PGRI Kecamatan Asembagus, Poniman, juga menghimbau kepada guru honorer khususnya GTTuntuk tetap menggunakan etika dalam pergerakannya. Pernyataan Poniman tersebut disampaikan dalam konsolidasi honorer di tempat tersebut.

“Prosedur harus dilalui dengan baik. Ini problem nasional, jadi cukup berat. Disini kalian bisa buat struktrur, tapi tidak dengan AD/ART seperti K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) di tingkat internal,” ungkap Poniman.

Akan tetapi menurut pandangan Poniman, peran GTT juga sangat penting dan tidak bisa diabaikan. “Rencana GTT yang akan hearing ke DPRD pada 12 Januari mendatang, pesan saya, ketika hearing jangan sampai radikal dan selalu melakukan koordinasi satu sama lain,” ujarnya. (cw1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/