alexametrics
23.7 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Jalur Prestasi di Sekolah Pinggiran Minim Pendaftar

RadarBanyuwangi.id – Bukan hanya sekolah di kota yang minim pendaftar jalur prestasi akademik maupun non-akademik. Sejumlah sekolah pinggiran juga minim pendaftar. Sebut saja SMPN 1 Kabat, SMPN 2 Kabat, dan SMPN 1 Blimbingsari satu atap. Kuota untuk jalur prestasi akademik dan non-akademik masih belum terpenuhi.

Seperti terpantau dalam website resmi https://ppdb.banyuwangikab.go.id/ pukul 16.10 kemarin. Kuota jalur prestasi akademik di SMPN 1 Kabat sebanyak 11 orang, baru terisi dua orang pendaftar. Begitu juga untuk jalur prestasi non-akademik, dari kuota 11 orang baru terisi dua orang pendaftar.

Kondisi yang nyaris sama terjadi di SMPN 1 Blimbingsari satu atap. Kuota enam orang pada jalur prestasi akademik baru terisi satu orang pendaftar. Sementara pada jalur prestasi non-akademik dengan kuota enam orang, sama sekali belum terisi.

Baca Juga :  Penerimaan Siswa Baru Rawan Pungli

Di SMPN 2 Kabat yang beralamat di Jalan Raya Pakel, Desa Macanputih, Kecamatan Kabat, semua kuota jalur prestasi akademik dan non-akademik sama sekali belum terisi oleh pendaftar. Dari lima kuota jalur prestasi akademik dan lima kuota jalur prestasi non-akademik, tak satu pun terisi.

Berbeda dengan sekolah di perkotaan. Sebut saja SMPN 1 Rogojampi. Dari 10 kuota jalur prestasi akademik, baru terisi tiga pendaftar. Sementara kuota jalur prestasi non-akademik dari 10 kuota sudah terpenuhi, bahkan ada pendaftar yang belum dapat diterima.

Begitu juga di SMPN 2 Rogojampi dan SMPN 3 Rogojampi. Hampir seluruh kuota pagu prestasi akademik dan non-akademik terisi pendaftar. ”Karena punya prestasi, saya mencoba di sekolah favorit dulu sesuai keinginan anak. Kalau didaftarkan lewat zonasi jarak ke sekolah lumayan jauh, khawatir tidak masuk,” ungkap Slamet, salah seorang wali murid yang mendaftar di SMPN 2 Rogojampi, kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca Juga :  Sakit Perut gara-gara Salah Pilih Sekolah

Dari sejumlah prestasi non-akademik, para peserta didik baru mengikutsertakan piagam hasil perlombaan. Sebut saja piagam Lalare Orchestra, piagam Festival Sulur Kembang, Festival Tari, Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2), prestasi bidang olahraga seperti sepak bola, Porkab, lomba catur, dan lomba senam. (ddy/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Bukan hanya sekolah di kota yang minim pendaftar jalur prestasi akademik maupun non-akademik. Sejumlah sekolah pinggiran juga minim pendaftar. Sebut saja SMPN 1 Kabat, SMPN 2 Kabat, dan SMPN 1 Blimbingsari satu atap. Kuota untuk jalur prestasi akademik dan non-akademik masih belum terpenuhi.

Seperti terpantau dalam website resmi https://ppdb.banyuwangikab.go.id/ pukul 16.10 kemarin. Kuota jalur prestasi akademik di SMPN 1 Kabat sebanyak 11 orang, baru terisi dua orang pendaftar. Begitu juga untuk jalur prestasi non-akademik, dari kuota 11 orang baru terisi dua orang pendaftar.

Kondisi yang nyaris sama terjadi di SMPN 1 Blimbingsari satu atap. Kuota enam orang pada jalur prestasi akademik baru terisi satu orang pendaftar. Sementara pada jalur prestasi non-akademik dengan kuota enam orang, sama sekali belum terisi.

Baca Juga :  SMAN 2 Situbondo Gelar Science Expo Selama Sepekan

Di SMPN 2 Kabat yang beralamat di Jalan Raya Pakel, Desa Macanputih, Kecamatan Kabat, semua kuota jalur prestasi akademik dan non-akademik sama sekali belum terisi oleh pendaftar. Dari lima kuota jalur prestasi akademik dan lima kuota jalur prestasi non-akademik, tak satu pun terisi.

Berbeda dengan sekolah di perkotaan. Sebut saja SMPN 1 Rogojampi. Dari 10 kuota jalur prestasi akademik, baru terisi tiga pendaftar. Sementara kuota jalur prestasi non-akademik dari 10 kuota sudah terpenuhi, bahkan ada pendaftar yang belum dapat diterima.

Begitu juga di SMPN 2 Rogojampi dan SMPN 3 Rogojampi. Hampir seluruh kuota pagu prestasi akademik dan non-akademik terisi pendaftar. ”Karena punya prestasi, saya mencoba di sekolah favorit dulu sesuai keinginan anak. Kalau didaftarkan lewat zonasi jarak ke sekolah lumayan jauh, khawatir tidak masuk,” ungkap Slamet, salah seorang wali murid yang mendaftar di SMPN 2 Rogojampi, kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca Juga :  Implementasi UKBI Dorong Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia

Dari sejumlah prestasi non-akademik, para peserta didik baru mengikutsertakan piagam hasil perlombaan. Sebut saja piagam Lalare Orchestra, piagam Festival Sulur Kembang, Festival Tari, Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2), prestasi bidang olahraga seperti sepak bola, Porkab, lomba catur, dan lomba senam. (ddy/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/