alexametrics
26.7 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Batu Besar Disingkirkan, Senin Sudah Bisa Ditempati Belajar

KALIPURO – Sengketa SDN 1 Klatak dengan ahli waris pemilik lahan tampaknya mulai mereda. Ahli waris mengizinkan bangunan sekolah yang berdiri di lahan tersebut untuk kegiatan belajar-mengajar lagi.

Kabar gembira tersebut disambut sukacita guru dan wali murid. Kemarin (5/3) ratusan wali murid mendatangi SDN Klatak untuk mempersiapkan sekolah yang rencananya akan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) pada Senin besok (8/3).

Sejak pagi, ratusan wali murid sudah memenuhi trotoar di depan sekolah. Sekitar pukul 07.30, wali murid lebih dulu dikumpulkan oleh perwakilan dari Polsek Kalipuro, Kelurahan Kalipuro, Satkorwil Kalipuro, serta ahli waris tanah.

Setelah dibrifing, barulah kemudian wali murid mulai turun untuk membersihkan sudut-sudut kelas yang tampak kotor karena berbulan-bulan tak digunakan. Yang menarik, perwakilan dari ahli waris ikut membantu bersih-bersih. Batu batu besar yang awalnya menutupi gerbang sekolah disingkirkan lalu diangkut kendaraan bak terbuka ke tempat lain.

”Bersih-bersih ini tidak ada yang mengakomodasi, sifatnya spontanitas. Ahli waris juga ikut membersihkan batu-batu yang menutupi gerbang sekolah. Alhamdulillah semuanya lancar, mungkin saking rindunya anak-anak mereka tidak sekolah, wali murid datang ke sekolah,” kata Kepala SDN Klatak Mustofa.

Baca Juga :  SDN Klatak Disegel, Dewan Desak Pemkab Turun Tangan

Bersih-bersih terus dilakukan agar hari Senin besok (8/3) sekolah benar-benar siap digunakan. Hari ini rencananya akan dilakukan pemindahan berkas-berkas milik siswa yang sebelumnya disimpan di rumah salah seorang guru. ”Hari Senin (7/3) rencananya Forpimka akan menggelar upacara bendera sebelum PTM dimulai. Ini untuk memotivasi siswa yang sudah lama tidak sekolah,” terang Mustofa

Korwilsatdik Kalipuro Hari Wardoyo menambahkan, PTM di SDN Klatak tetap digelar sesuai alur. Pada dua pekan pertama nanti, kelas 4, 5, dan 6 yang masuk. Jika PTM benar-benar lancar, sekolah bisa memasukkan siswa kelas 1, 2, dan 3. ”Yang masuk sekolah 30 persen dari total kuota sekolah. PTM tetap sesuai prosedur. Kita bersyukur akhirnya SDN Klatak bisa dibuka,” kata Hari Wardoyo.

Lahan yang ditempati SDN 1 Klatak, Kecamatan Kalipuro terlibat sengketa dengan ahli waris. Pada 22 Desember 2020, pihak ahli waris menutup gerbang masuk SDN 1 Klatak dengan tumpukan batu besar. Di pintu gerbang dipasang papan pemberitahuan bertuliskan ”Berdasarkan putusan MA RI Nomor 68 PK/TUN/2013 dan pemberitahuan surat ke Bupati tanggal 04 Desember 2020, SDN Klatak 1, Kecamatan Kalipuro sejak tanggal 22 Desember 2020 ditutup”. Pada papan pemberitahuan di bagian sebelah kanan bawah tercantum nama Dedy Mardiyanto dan dibubuhi tanda tangan.

Baca Juga :  Siswa SDN Klatak Akhirnya Bisa Sekolah

Penutupan gedung SDN 1 Klatak mengejutkan banyak pihak. Warga banyak yang bertanya-tanya kenapa di depan pintu gerbang ada tumpukan batu. Meskipun kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa tidak terganggu karena kini mereka masih belajar dari rumah.

Persoalan tanah SDN I Klatak ini sudah dilakukan gugatan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) sejak tahun 2009 hingga ke tahap Peninjauan Kembali (PK). Proses PK sudah selesai pada tahun 2013. Sejak 2013 sampai sekarang ahli waris sudah memberikan toleransi. Salah satu alasannya karena di atas tanah tersebut digunakan untuk sekolah. Namun, hingga saat ini tidak ada kabar dari pihak-pihak terkait.

Penyegelan ini mendapat perhatian Pemkab Banyuwangi dan DPRD. Sejumlah pihak dipanggil ke DPRD untuk mencari solusi bersama. Pemkab maupun ahli waris tanah sepakat saling menahan diri. Meski demikian, selama proses negosiasi masih berjalan aktivitas pembelajaran di SDN Klatak sudah bisa digelar. (fre/aif/c1)

KALIPURO – Sengketa SDN 1 Klatak dengan ahli waris pemilik lahan tampaknya mulai mereda. Ahli waris mengizinkan bangunan sekolah yang berdiri di lahan tersebut untuk kegiatan belajar-mengajar lagi.

Kabar gembira tersebut disambut sukacita guru dan wali murid. Kemarin (5/3) ratusan wali murid mendatangi SDN Klatak untuk mempersiapkan sekolah yang rencananya akan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) pada Senin besok (8/3).

Sejak pagi, ratusan wali murid sudah memenuhi trotoar di depan sekolah. Sekitar pukul 07.30, wali murid lebih dulu dikumpulkan oleh perwakilan dari Polsek Kalipuro, Kelurahan Kalipuro, Satkorwil Kalipuro, serta ahli waris tanah.

Setelah dibrifing, barulah kemudian wali murid mulai turun untuk membersihkan sudut-sudut kelas yang tampak kotor karena berbulan-bulan tak digunakan. Yang menarik, perwakilan dari ahli waris ikut membantu bersih-bersih. Batu batu besar yang awalnya menutupi gerbang sekolah disingkirkan lalu diangkut kendaraan bak terbuka ke tempat lain.

”Bersih-bersih ini tidak ada yang mengakomodasi, sifatnya spontanitas. Ahli waris juga ikut membersihkan batu-batu yang menutupi gerbang sekolah. Alhamdulillah semuanya lancar, mungkin saking rindunya anak-anak mereka tidak sekolah, wali murid datang ke sekolah,” kata Kepala SDN Klatak Mustofa.

Baca Juga :  LP Maarif Tolak Pendirian SMKN di Glenmore

Bersih-bersih terus dilakukan agar hari Senin besok (8/3) sekolah benar-benar siap digunakan. Hari ini rencananya akan dilakukan pemindahan berkas-berkas milik siswa yang sebelumnya disimpan di rumah salah seorang guru. ”Hari Senin (7/3) rencananya Forpimka akan menggelar upacara bendera sebelum PTM dimulai. Ini untuk memotivasi siswa yang sudah lama tidak sekolah,” terang Mustofa

Korwilsatdik Kalipuro Hari Wardoyo menambahkan, PTM di SDN Klatak tetap digelar sesuai alur. Pada dua pekan pertama nanti, kelas 4, 5, dan 6 yang masuk. Jika PTM benar-benar lancar, sekolah bisa memasukkan siswa kelas 1, 2, dan 3. ”Yang masuk sekolah 30 persen dari total kuota sekolah. PTM tetap sesuai prosedur. Kita bersyukur akhirnya SDN Klatak bisa dibuka,” kata Hari Wardoyo.

Lahan yang ditempati SDN 1 Klatak, Kecamatan Kalipuro terlibat sengketa dengan ahli waris. Pada 22 Desember 2020, pihak ahli waris menutup gerbang masuk SDN 1 Klatak dengan tumpukan batu besar. Di pintu gerbang dipasang papan pemberitahuan bertuliskan ”Berdasarkan putusan MA RI Nomor 68 PK/TUN/2013 dan pemberitahuan surat ke Bupati tanggal 04 Desember 2020, SDN Klatak 1, Kecamatan Kalipuro sejak tanggal 22 Desember 2020 ditutup”. Pada papan pemberitahuan di bagian sebelah kanan bawah tercantum nama Dedy Mardiyanto dan dibubuhi tanda tangan.

Baca Juga :  SMAN 1 Muncar Kerahkan Seluruh Duta Seni

Penutupan gedung SDN 1 Klatak mengejutkan banyak pihak. Warga banyak yang bertanya-tanya kenapa di depan pintu gerbang ada tumpukan batu. Meskipun kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa tidak terganggu karena kini mereka masih belajar dari rumah.

Persoalan tanah SDN I Klatak ini sudah dilakukan gugatan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) sejak tahun 2009 hingga ke tahap Peninjauan Kembali (PK). Proses PK sudah selesai pada tahun 2013. Sejak 2013 sampai sekarang ahli waris sudah memberikan toleransi. Salah satu alasannya karena di atas tanah tersebut digunakan untuk sekolah. Namun, hingga saat ini tidak ada kabar dari pihak-pihak terkait.

Penyegelan ini mendapat perhatian Pemkab Banyuwangi dan DPRD. Sejumlah pihak dipanggil ke DPRD untuk mencari solusi bersama. Pemkab maupun ahli waris tanah sepakat saling menahan diri. Meski demikian, selama proses negosiasi masih berjalan aktivitas pembelajaran di SDN Klatak sudah bisa digelar. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/