alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Politeknik Negeri Banyuwangi Ciptakan Mesin Pengolah Limbah Ikan

ROGOJAMPI – Tim program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)  Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) berhasil membuat teknologi tepat guna berupa mesin pengolah limbah ikan (waste fish) dengan anggaran dari PNBP tahun 2021.

Pembimbing program, Asmar Finali S.T., M.T.  mengungkapkan pembuatan mesin ini oleh tim yang beranggota dua mahasiswa tingkat akhir Program Studi (Prodi) Teknik Mesin, Aditya dan Zaenuri. Anggota lainnya dari staf pengajar Poliwangi, Abdul Holik, S.TP, M.Sc dan Prabuditya Bhisma Wisnu Wardhana, ST., M.Eng. “Tim kita ada mahasiswa dan dosen,” terangnya.

Asmar menyebut dengan menggunakan mesin yang berhasil diciptakan ini, proses pembuatan pupuk organik cair berbahan baku limbah ikan bisa cepat. Jika pengolahan secara manual memerlukan waktu yang cukup lama, maka dengan kehadiran mesin ini bisa menghemat waktu dan tenaga hingga 25 persen. “Alat ini cukup efektif, sehingga mampu mencukupi kebutuhan 1.000 botol untuk petani lokal,” jelasnya..

Secara teknis, jelas dia, mesin ini terdiri screw tabung yang diputar dengan motor listrik. Sistem kerja putaran mesin ini, untuk mengoptimalkan pemisahan padatan dan cairan adonan ikan. Kelebihan yang terdapat dalam teknologi ini, penggunaan daya motor listrik yang tidak terlalu besar, sehingga bisa digunakan dalam skala kecil. “Listriknya kecil, bisa dimanfaatkan UMKM skala rumah tangga,” jelasnya.(abi)

ROGOJAMPI – Tim program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)  Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) berhasil membuat teknologi tepat guna berupa mesin pengolah limbah ikan (waste fish) dengan anggaran dari PNBP tahun 2021.

Pembimbing program, Asmar Finali S.T., M.T.  mengungkapkan pembuatan mesin ini oleh tim yang beranggota dua mahasiswa tingkat akhir Program Studi (Prodi) Teknik Mesin, Aditya dan Zaenuri. Anggota lainnya dari staf pengajar Poliwangi, Abdul Holik, S.TP, M.Sc dan Prabuditya Bhisma Wisnu Wardhana, ST., M.Eng. “Tim kita ada mahasiswa dan dosen,” terangnya.

Asmar menyebut dengan menggunakan mesin yang berhasil diciptakan ini, proses pembuatan pupuk organik cair berbahan baku limbah ikan bisa cepat. Jika pengolahan secara manual memerlukan waktu yang cukup lama, maka dengan kehadiran mesin ini bisa menghemat waktu dan tenaga hingga 25 persen. “Alat ini cukup efektif, sehingga mampu mencukupi kebutuhan 1.000 botol untuk petani lokal,” jelasnya..

Secara teknis, jelas dia, mesin ini terdiri screw tabung yang diputar dengan motor listrik. Sistem kerja putaran mesin ini, untuk mengoptimalkan pemisahan padatan dan cairan adonan ikan. Kelebihan yang terdapat dalam teknologi ini, penggunaan daya motor listrik yang tidak terlalu besar, sehingga bisa digunakan dalam skala kecil. “Listriknya kecil, bisa dimanfaatkan UMKM skala rumah tangga,” jelasnya.(abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/