alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Dispendik Minta Sekolah Perketat SOP

BANYUWANGI – Evaluasi Dinas Pendidikan (Dispendik) terhadap sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) hingga kemarin (4/10) masih cukup memuaskan. Meski demikian, Dispendik tetap meminta agar sekolah bisa memperluas cakupan prosedur operasional standar (standard operating procedure/SOP) pembelajaran di tengah pandemi.

Plt Kadispendik Banyuwangi Suratno melalui Kabid SMP Alfian mengatakan, munculnya klaster pendidikan di beberapa kota ikut menjadi atensi bagi Dispendik. Tuntutan kepada sekolah untuk tetap konsisten menerapkan SOP pembelajaran selama Covid juga kembali didengungkan.

Apalagi, dari pengamatan Dispendik, masih banyak siswa yang terlihat melepas maskernya begitu keluar dari lingkungan sekolah. Padahal, ancaman penularan virus korona tak hanya terjadi di lingkungan sekolah. Justru, potensi penularan Covid di luar sekolah jauh lebih tinggi. ”Kita minta SOP di sekolah semakin spesifik. Jadi tidak hanya pembelajaran secara umum. Aktivitas di dalamnya juga diatur,” kata Alfian.

Dia mencontohkan, SOP yang dimaksud terkait ekstrakurikuler sekolah dan operasional kantin yang tetap harus menerapkan pembelian makanan secara take away. ”Jadi seperti kegiatan olahraga, harus ada SOP yang jelas mana kegiatan yang boleh dilakukan dan tidak. Beli makanan di kantin harus dibungkus, tidak boleh ada antrean,” imbuhnya.

Alfian menambahkan, pelaksanaan SOP prokes untuk PTM mencakup empat sasaran. Pertama SOP untuk sekolah, kedua untuk guru, ketiga untuk siswa, dan keempat untuk orang tua. Jika semua diterapkan dengan maksimal, keamanan PTM di sekolah dipastikan berjalan dengan maksimal.

Dispendik meminta Satgas Covid-19 sekolah untuk terus berkoordinasi tentang kondisi penerapan SOP. ”Jika menyerahkan pengawasan seluruhnya kepada pengawas sekolah, saya rasa tidak maksimal. Sebab, jumlah pengawas dan sekolah tidak seimbang,” pungkas Alfian.

BANYUWANGI – Evaluasi Dinas Pendidikan (Dispendik) terhadap sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) hingga kemarin (4/10) masih cukup memuaskan. Meski demikian, Dispendik tetap meminta agar sekolah bisa memperluas cakupan prosedur operasional standar (standard operating procedure/SOP) pembelajaran di tengah pandemi.

Plt Kadispendik Banyuwangi Suratno melalui Kabid SMP Alfian mengatakan, munculnya klaster pendidikan di beberapa kota ikut menjadi atensi bagi Dispendik. Tuntutan kepada sekolah untuk tetap konsisten menerapkan SOP pembelajaran selama Covid juga kembali didengungkan.

Apalagi, dari pengamatan Dispendik, masih banyak siswa yang terlihat melepas maskernya begitu keluar dari lingkungan sekolah. Padahal, ancaman penularan virus korona tak hanya terjadi di lingkungan sekolah. Justru, potensi penularan Covid di luar sekolah jauh lebih tinggi. ”Kita minta SOP di sekolah semakin spesifik. Jadi tidak hanya pembelajaran secara umum. Aktivitas di dalamnya juga diatur,” kata Alfian.

Dia mencontohkan, SOP yang dimaksud terkait ekstrakurikuler sekolah dan operasional kantin yang tetap harus menerapkan pembelian makanan secara take away. ”Jadi seperti kegiatan olahraga, harus ada SOP yang jelas mana kegiatan yang boleh dilakukan dan tidak. Beli makanan di kantin harus dibungkus, tidak boleh ada antrean,” imbuhnya.

Alfian menambahkan, pelaksanaan SOP prokes untuk PTM mencakup empat sasaran. Pertama SOP untuk sekolah, kedua untuk guru, ketiga untuk siswa, dan keempat untuk orang tua. Jika semua diterapkan dengan maksimal, keamanan PTM di sekolah dipastikan berjalan dengan maksimal.

Dispendik meminta Satgas Covid-19 sekolah untuk terus berkoordinasi tentang kondisi penerapan SOP. ”Jika menyerahkan pengawasan seluruhnya kepada pengawas sekolah, saya rasa tidak maksimal. Sebab, jumlah pengawas dan sekolah tidak seimbang,” pungkas Alfian.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/