alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Bantu Mesin Roll untuk Mempermudah Produksi Bambu

BLIMBINGSARI, Jawa Pos Radar Genteng-Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) Program Studi (Prodi) Teknik Mesin, kembali melakukan pengabdian kepada masyarakat. Mereka menyerahkan mesin roll iratan bambu kepada perajin bambu Widya Handycraft di Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Rabu (19/8).

Kegiatan ini yang digawangi tim dosen Poliwangi Akhmad Afandi, S.Si., M.Si, dan Nuraini Lusi S.Pd., M.T, dari Program Studi (Prodi) D III Teknik Mesin itu digelar dalam rangka pengabdian kepada masyarakat internal tahun anggaran 2020 dengan sumber dana PNBP. Dosen lain yang ikut dalam tim ini, Adetiya Prananda Putra, S.ST., M.M dari Prodi D IV Manajemen Bisnis Pariwisata, dan Mohammad Nur Shodiq, S.T., M.T dari (Prodi) D III Teknik Informatika, dan dua orang mahasiswa Wahyu Pratama dan Indra Wahyu Setyawan dari Prodi D III Teknik Mesin dan Heri Wahyudi alumni D III Teknik Mesin.

Mesin roll yang dihibahkan itu dirancang untuk mempermudah proses pembuatan kerajinan bambu, khususnya proses penekukan hingga menjadi lingkaran. Dengan mesin ini, mitra dari Widya Handycraft dalam proses penekukan tidak menggunakan cara tradisional, yaitu menekuk bambu menggunakan lutut. “Mesin ini untuk mempermudah pekerja kerajinan dalam k menekuk bambu sesuai yang diinginkan,” ujar ketua tim PKM Poliwangi, Akhmad Afandi.

Pada kegiatan ini, terang dia, tim pengabdian juga memberi pelatihan penggunaan dan maintenance (perawatan) mesin. Itu dilakukan kepada mitra untuk memberi pengetahuan kepada mitra secara langsung. “Kita ajari penggunaan dan perawatan mesin supaya mempercepat dan mempermudah proses penekukan, dan menjadikan mesin bekerja tetap optimal,” katanya.

Dari hasil pengabdian kepada masyarakat ini, masih kata dia, maka proses penekukan menggunakan mesin penekuk iratan bambu dengan sistem roll, dapat membantu mitra dalam meningkatkan kapasitas proses penekukan bambu. “Mesin ini dapat mengeroll bambu dengan kapasitas 60 iratan per jam untuk ketebalan iratan lima millimeter dan 1200 iratan perjam untuk ketebalan 0,25 milimeter,” paparnya.

Ia berharap mesin tersebut bermanfaat kepada mitra dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh mita terutama pada proses penekukan iratan bambu. “Semoga ini bermanfaat buat semuanya,” harapnya.

Pimpinan Widya Handycraft, Bayu Wilie Pratama mengucapkan terima kasih kepada tim pengabdian Poliwangi yang sudah menghibahkan mesin roll iratan bambu untuk membantu mempercepat proses penekukan iratan bambu dengan baik. “Untuk kedepan kami selaku mitra berharap kegiatan seperti ini tetap berlanjut, karena masih banyak proses pembuatan anyaman menggunakan tenaga manual,” cetusnya.

BLIMBINGSARI, Jawa Pos Radar Genteng-Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) Program Studi (Prodi) Teknik Mesin, kembali melakukan pengabdian kepada masyarakat. Mereka menyerahkan mesin roll iratan bambu kepada perajin bambu Widya Handycraft di Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Rabu (19/8).

Kegiatan ini yang digawangi tim dosen Poliwangi Akhmad Afandi, S.Si., M.Si, dan Nuraini Lusi S.Pd., M.T, dari Program Studi (Prodi) D III Teknik Mesin itu digelar dalam rangka pengabdian kepada masyarakat internal tahun anggaran 2020 dengan sumber dana PNBP. Dosen lain yang ikut dalam tim ini, Adetiya Prananda Putra, S.ST., M.M dari Prodi D IV Manajemen Bisnis Pariwisata, dan Mohammad Nur Shodiq, S.T., M.T dari (Prodi) D III Teknik Informatika, dan dua orang mahasiswa Wahyu Pratama dan Indra Wahyu Setyawan dari Prodi D III Teknik Mesin dan Heri Wahyudi alumni D III Teknik Mesin.

Mesin roll yang dihibahkan itu dirancang untuk mempermudah proses pembuatan kerajinan bambu, khususnya proses penekukan hingga menjadi lingkaran. Dengan mesin ini, mitra dari Widya Handycraft dalam proses penekukan tidak menggunakan cara tradisional, yaitu menekuk bambu menggunakan lutut. “Mesin ini untuk mempermudah pekerja kerajinan dalam k menekuk bambu sesuai yang diinginkan,” ujar ketua tim PKM Poliwangi, Akhmad Afandi.

Pada kegiatan ini, terang dia, tim pengabdian juga memberi pelatihan penggunaan dan maintenance (perawatan) mesin. Itu dilakukan kepada mitra untuk memberi pengetahuan kepada mitra secara langsung. “Kita ajari penggunaan dan perawatan mesin supaya mempercepat dan mempermudah proses penekukan, dan menjadikan mesin bekerja tetap optimal,” katanya.

Dari hasil pengabdian kepada masyarakat ini, masih kata dia, maka proses penekukan menggunakan mesin penekuk iratan bambu dengan sistem roll, dapat membantu mitra dalam meningkatkan kapasitas proses penekukan bambu. “Mesin ini dapat mengeroll bambu dengan kapasitas 60 iratan per jam untuk ketebalan iratan lima millimeter dan 1200 iratan perjam untuk ketebalan 0,25 milimeter,” paparnya.

Ia berharap mesin tersebut bermanfaat kepada mitra dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh mita terutama pada proses penekukan iratan bambu. “Semoga ini bermanfaat buat semuanya,” harapnya.

Pimpinan Widya Handycraft, Bayu Wilie Pratama mengucapkan terima kasih kepada tim pengabdian Poliwangi yang sudah menghibahkan mesin roll iratan bambu untuk membantu mempercepat proses penekukan iratan bambu dengan baik. “Untuk kedepan kami selaku mitra berharap kegiatan seperti ini tetap berlanjut, karena masih banyak proses pembuatan anyaman menggunakan tenaga manual,” cetusnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/