alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

MoU untuk Pemagangan dan Pelatihan IT Bagi Guru dan Siswa

RadarBanyuwangi.id – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta se-Kabupaten Banyuwangi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT. Maspion IT, di di aula SMK Bustanul Falah, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, kemarin (2/7)

Acara yang dibuka Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Banyuwangi Istu Handono, itu dihadiri ketua Yayasan Bustanul Falah Dr. KH Kholilurrahman Zaini, ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK H. Paidi, ST, MT, pengawas SMK Sudarto, dan 33 kepala SMK Negeri dan Swasta se Banyuwangi.

Ketua Yayasan Bustanul Falah Dr. KH Kholilurrahman Zaini menyampaikan terima kasih atas dukungannya pada SMK se- Banyuwangi, sehingga lulusan SMK mempunyai nilai lebih di dunia industri. “Semoga kerjasama ini tidak hanya di atas kertas saja, tapi bisa saling menguntungkan di dua pihak,” katanya kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca Juga :  UMM Gandeng Moodco Buka Kelas Profesional Kakao dan Cokelat

Direktur PT.Maspion IT, Ir. Okky Tri Hutomo, M.IT mengatakan, MoU ini merupakan rangkaian kerjasama PT. Maspion IT dengan SMK se-Jawa Timur. Dan kali ini, dengan SMK Negeri dan Swasta se-Kabupaten Banyuwangi. Dalam MoU ini, PT.Maspion IT menjadi tempat pengembangan, pemagangan, dan pelatihan Informasi Teknologi (IT) bagi tenaga pendidik dan siswa SMK di Kabupaten Banyuwangi. “PT. Maspion IT siap menjadikan SMK se- Banyuwangi sebagian mitra bisnis Maspion group,” ujarnya.

Menurut Okky, ada program sinkronisasi kurikulum berbasis industri dan kelas industri, dan program ini sudah berstandar dengan dunia industry. Mitra-mitra industri mencari lulusan siswa SMK yang pendidikan vokasinya sudah berkualitas baik. “Pelatihan ini tidak dipungut biaya sama sekali,” katanya.

Baca Juga :  Pelindo Tanjung Wangi Peringati Bulan K3 Nasional

Ketua MKKS SMK, H. Paidi, ST, MT mengatakan, MoU ini tindak lanjut dari program pemerintah dengan menggandeng dunia industry, agar pembelajaran dan keterampilan lulusan siswa SMK betul-betul sesuai dengan standar yang dibutuhkan oleh industri. “Saya berharap MoU ini bisa membuat lulusan SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Banyuwangi memiliki kompetensi dan pendidikan vokasinya berkulitas,” harapnya.

Kepala SMK Bustanul Falah, Achmad Nasir, S.Pd menyampaikan terciptanya link and match antara vokasi dengan dunia industri dengan pembuatan kurikulum bersama. Dan kurikulum itu harus disinkronisasi setiap tahun dengan industri. “Kami siap dengan perkembangan yang dibutuhkan oleh industri,” katanya.(abi)

RadarBanyuwangi.id – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta se-Kabupaten Banyuwangi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT. Maspion IT, di di aula SMK Bustanul Falah, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, kemarin (2/7)

Acara yang dibuka Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Banyuwangi Istu Handono, itu dihadiri ketua Yayasan Bustanul Falah Dr. KH Kholilurrahman Zaini, ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK H. Paidi, ST, MT, pengawas SMK Sudarto, dan 33 kepala SMK Negeri dan Swasta se Banyuwangi.

Ketua Yayasan Bustanul Falah Dr. KH Kholilurrahman Zaini menyampaikan terima kasih atas dukungannya pada SMK se- Banyuwangi, sehingga lulusan SMK mempunyai nilai lebih di dunia industri. “Semoga kerjasama ini tidak hanya di atas kertas saja, tapi bisa saling menguntungkan di dua pihak,” katanya kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca Juga :  PTM 100 Persen Dimulai, Sebagian Siswa Tumbang di Upacara Bendera

Direktur PT.Maspion IT, Ir. Okky Tri Hutomo, M.IT mengatakan, MoU ini merupakan rangkaian kerjasama PT. Maspion IT dengan SMK se-Jawa Timur. Dan kali ini, dengan SMK Negeri dan Swasta se-Kabupaten Banyuwangi. Dalam MoU ini, PT.Maspion IT menjadi tempat pengembangan, pemagangan, dan pelatihan Informasi Teknologi (IT) bagi tenaga pendidik dan siswa SMK di Kabupaten Banyuwangi. “PT. Maspion IT siap menjadikan SMK se- Banyuwangi sebagian mitra bisnis Maspion group,” ujarnya.

Menurut Okky, ada program sinkronisasi kurikulum berbasis industri dan kelas industri, dan program ini sudah berstandar dengan dunia industry. Mitra-mitra industri mencari lulusan siswa SMK yang pendidikan vokasinya sudah berkualitas baik. “Pelatihan ini tidak dipungut biaya sama sekali,” katanya.

Baca Juga :  UMM Gandeng Moodco Buka Kelas Profesional Kakao dan Cokelat

Ketua MKKS SMK, H. Paidi, ST, MT mengatakan, MoU ini tindak lanjut dari program pemerintah dengan menggandeng dunia industry, agar pembelajaran dan keterampilan lulusan siswa SMK betul-betul sesuai dengan standar yang dibutuhkan oleh industri. “Saya berharap MoU ini bisa membuat lulusan SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Banyuwangi memiliki kompetensi dan pendidikan vokasinya berkulitas,” harapnya.

Kepala SMK Bustanul Falah, Achmad Nasir, S.Pd menyampaikan terciptanya link and match antara vokasi dengan dunia industri dengan pembuatan kurikulum bersama. Dan kurikulum itu harus disinkronisasi setiap tahun dengan industri. “Kami siap dengan perkembangan yang dibutuhkan oleh industri,” katanya.(abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/