alexametrics
23.7 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Tekan Angka Putus Sekolah Diganjar Penghargaan Nasional

RadarBanyuwangi.id – Peran serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Banyuwangi tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena dinilai berhasil menekan angka putus sekolah di Banyuwangi, PKBM Miftahun Najah di Kecamatan Kalibaru meraih Juara 2 nasional kategori Pengelola PKBM tahun 2019.

Prestasi yang pernah diraih tersebut, justru menjadi pelecut semangat untuk terus meningkatkan kualitas dalam hal pengelolaan PKBM di Banyuwangi. ”Target PKBM Miftahun Najah terus berkontribusi membantu pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan nonformal yang prima kepada masyarakat,” ungkap Ketua PKBM Miftahun Najah Rizal Dhofir.

Pemberian layanan pendidikan nonformal kepada masyarakat tersebut, kata Rizal, tak lain juga untuk mengurangi jumlah angka anak putus sekolah melalui Program Kesetaraan Paket A (setara SD/MI), Paket B (setara SMP/MTs), dan Paket C (setara SMA/MA).

Selain itu, PKBM Miftahun Najah terus berupaya memberikan program life skill kepada warga belajar melalui pusat inkubator bisnis yang dijalankan oleh lembaga, yakni budi daya ayam broiler, budi daya lele, budi daya ayam kampung, produksi sandal karakter, pengolahan kopi pascapanen (berupa produk wine coffee, parfum kopi, serta aneka makanan dan minuman berbahan kopi).

”Harapan kami, para alumni PKBM Miftahun Najah ini tidak hanya mendapatkan pengetahuan ilmu saja, melainkan juga mendapatkan keterampilan kewirausahaan untuk kemandirian ekonomi mereka. Apalagi juga di tengah pandemi virus korona yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Gerbong Mutasi Bergerak, 13 Kasek SD Bergeser

Keberadaan PKBM, lanjut Rizal, selain memberikan layanan pendidikan nonformal yang prima kepada masyarakat juga dapat menjadi lembaga pendidikan alternatif bagi masyarakat. ”Kami memiliki keyakinan bahwa ke depan pendidikan nonformal akan sangat diminati oleh masyarakat, mengingat pendidikan nonformal memiliki kurikulum yang lebih fleksibel dibandingkan dengan pendidikan formal,” terangnya.

PKBM yang juga merupakan pusat kegiatan pembelajaran untuk dan oleh masyarakat, bertujuan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku sosial. Dalam pelaksanaannya, kegiatan belajar di PKBM memadukan pengetahuan umum dengan pengetahuan yang dimiliki. Baik keterampilan maupun potensi masyarakat serta memanfaatkan hal yang ada di lingkungan.

Apalagi, PKBM Miftahun Najah yang berada di sekitar kawasan sekitar hutan itu juga bekerja sama dengan Perhutani dalam hal mewujudkan Sekolah Kehutanan di Kecamatan Kalibaru. Hal ini juga untuk mengatasi permasalahan alih fungsi lahan Perhutani menjadi kebun kopi rakyat. Sebab, selama ini masyarakat Kecamatan Kalibaru terkadang mengabaikan fungsi hutan dan melakukan alih fungsi lahan menjadi perkebunan kopi.

Baca Juga :  165 Siswa SD Berkompetisi dalam Festival Seni

Dengan adanya Sekolah Kehutanan ini diharapkan, dapat memberikan penyadaran kepada masyarakat agar tidak merusak hutan hanya untuk kepentingan pribadi. Sebab, sejatinya hutan adalah milik semua masyarakat. Menjaga hutan agar tetap lestari adalah tanggung jawab bersama.

Selain itu, imbuh Rizal, PKBM Miftahun Najah juga menjalin kerja sama dengan Pondok Pesantren Tahfidz Putri Al-Istiqomah dan Rumah Tahfidz Khoiru Ummah, Kalibaru Manis. Dengan kurikulum yang fleksibel, program kesetaraan bisa dijalankan dengan tidak mengganggu program tahfidz yang dijalankan di pondok pesantren.

Di bidang pemberdayaan masyarakat, PKBM Miftahun Najah juga bekerja sama dengan kelompok Pemuda Lereng Gumitir (PETIR) yang berada di Desa Kalibaru Manis. Kerja sama ini dijalin untuk mewujudkan masyarakat berdaya di dunia budi daya ikan keramba.

”Tujuan besar kami bisa mewujudkan bersama merintis tempat wisata dan sekolah alam. Melalui proses tahap demi tahap, bekerja sama dengan berbagai stakeholder dan kelompok masyarakat, selalu berbenah, bekerja keras, kerja ikhlas, dan kerja tuntas guna mewujudkan masyarakat yang cerdas, terampil, dan mandiri,” pungkas Rizal. (ddy/bay/c1)

RadarBanyuwangi.id – Peran serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Banyuwangi tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena dinilai berhasil menekan angka putus sekolah di Banyuwangi, PKBM Miftahun Najah di Kecamatan Kalibaru meraih Juara 2 nasional kategori Pengelola PKBM tahun 2019.

Prestasi yang pernah diraih tersebut, justru menjadi pelecut semangat untuk terus meningkatkan kualitas dalam hal pengelolaan PKBM di Banyuwangi. ”Target PKBM Miftahun Najah terus berkontribusi membantu pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan nonformal yang prima kepada masyarakat,” ungkap Ketua PKBM Miftahun Najah Rizal Dhofir.

Pemberian layanan pendidikan nonformal kepada masyarakat tersebut, kata Rizal, tak lain juga untuk mengurangi jumlah angka anak putus sekolah melalui Program Kesetaraan Paket A (setara SD/MI), Paket B (setara SMP/MTs), dan Paket C (setara SMA/MA).

Selain itu, PKBM Miftahun Najah terus berupaya memberikan program life skill kepada warga belajar melalui pusat inkubator bisnis yang dijalankan oleh lembaga, yakni budi daya ayam broiler, budi daya lele, budi daya ayam kampung, produksi sandal karakter, pengolahan kopi pascapanen (berupa produk wine coffee, parfum kopi, serta aneka makanan dan minuman berbahan kopi).

”Harapan kami, para alumni PKBM Miftahun Najah ini tidak hanya mendapatkan pengetahuan ilmu saja, melainkan juga mendapatkan keterampilan kewirausahaan untuk kemandirian ekonomi mereka. Apalagi juga di tengah pandemi virus korona yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Gelar Karya IST Calon Kepala Sekolah

Keberadaan PKBM, lanjut Rizal, selain memberikan layanan pendidikan nonformal yang prima kepada masyarakat juga dapat menjadi lembaga pendidikan alternatif bagi masyarakat. ”Kami memiliki keyakinan bahwa ke depan pendidikan nonformal akan sangat diminati oleh masyarakat, mengingat pendidikan nonformal memiliki kurikulum yang lebih fleksibel dibandingkan dengan pendidikan formal,” terangnya.

PKBM yang juga merupakan pusat kegiatan pembelajaran untuk dan oleh masyarakat, bertujuan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku sosial. Dalam pelaksanaannya, kegiatan belajar di PKBM memadukan pengetahuan umum dengan pengetahuan yang dimiliki. Baik keterampilan maupun potensi masyarakat serta memanfaatkan hal yang ada di lingkungan.

Apalagi, PKBM Miftahun Najah yang berada di sekitar kawasan sekitar hutan itu juga bekerja sama dengan Perhutani dalam hal mewujudkan Sekolah Kehutanan di Kecamatan Kalibaru. Hal ini juga untuk mengatasi permasalahan alih fungsi lahan Perhutani menjadi kebun kopi rakyat. Sebab, selama ini masyarakat Kecamatan Kalibaru terkadang mengabaikan fungsi hutan dan melakukan alih fungsi lahan menjadi perkebunan kopi.

Baca Juga :  Staf Presiden Angkie Latih Disabilitas Beauty Class

Dengan adanya Sekolah Kehutanan ini diharapkan, dapat memberikan penyadaran kepada masyarakat agar tidak merusak hutan hanya untuk kepentingan pribadi. Sebab, sejatinya hutan adalah milik semua masyarakat. Menjaga hutan agar tetap lestari adalah tanggung jawab bersama.

Selain itu, imbuh Rizal, PKBM Miftahun Najah juga menjalin kerja sama dengan Pondok Pesantren Tahfidz Putri Al-Istiqomah dan Rumah Tahfidz Khoiru Ummah, Kalibaru Manis. Dengan kurikulum yang fleksibel, program kesetaraan bisa dijalankan dengan tidak mengganggu program tahfidz yang dijalankan di pondok pesantren.

Di bidang pemberdayaan masyarakat, PKBM Miftahun Najah juga bekerja sama dengan kelompok Pemuda Lereng Gumitir (PETIR) yang berada di Desa Kalibaru Manis. Kerja sama ini dijalin untuk mewujudkan masyarakat berdaya di dunia budi daya ikan keramba.

”Tujuan besar kami bisa mewujudkan bersama merintis tempat wisata dan sekolah alam. Melalui proses tahap demi tahap, bekerja sama dengan berbagai stakeholder dan kelompok masyarakat, selalu berbenah, bekerja keras, kerja ikhlas, dan kerja tuntas guna mewujudkan masyarakat yang cerdas, terampil, dan mandiri,” pungkas Rizal. (ddy/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/