alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Masuk Sekolah Lewati Jembatan Darurat

GLENMORE – Setelah dua bulan belajar di musala dan Kantor Kecamatan Glenmore karena Jembatan Carangan yang menghubungkan Desa Tegalharjo dan Karangharjo, Kecamatan Glenmore ambruk, para siswa SDN 7 Tegalharjo, akhirnya kembali belajar di sekolahnya, kemarin (3/1).

Para siswa itu, bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan pertemuan tatap muka (PTM) di sekolahnya, setelah Jembatan Carangan yang ambruk diganti jembatan darurat. “Hari ini (kemarin), pertama masuk sekolah setelah liburan, dan mulai hari ini siswa dan guru bisa melakukan KBM di sekolah, sudah dibuatkan jembatan darurat,” cetus Kepala SDN 7 Tegalharjo, Yami.

Jembatan darurat yang dibuat masyarakat, terang dia, dimulai sejak Minggu (19/12) dan selesai dibuat pada Senin (27/12). Hanya saja, saat itu para siswa sedang memasuki libur semester. “Baru sekarang siswa bisa memakai jembatan ini,” terangnya.

Baca Juga :  29 Rumah Rusak, Kerugian Rp 50 Juta

Yami mengaku sangat senang bisa melakukan KBM di sekolah. Itu setelah dua bulan lamanya, para siswa harus belajar di sekolah, dan sebagian besar pindah ke masjid dan kantor kecamatan. “Di masjid peralatannya tidak lengkap, sedangkan di kantor kecamatan jaraknya jauh dari rumah siswa,” cetusnya.

Camat Glenmore, Gatot Suyono menyampaikan pembangunan jembatan permanen rencana akan dimulai pada Maret 2022. “Jembatan baru akan dibangun di lokasi yang lama, pengerjaannya sekitar empat bulan,” katanya.

Seperti yang diberitakan harian ini sebelumnya, Jembatan Carangan yang menghubungkan Desa Karangharjo dan Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore pada Kamis (18/11) sekitar pukul 21.00, ambruk. Tidak ada korban dalam kejadian ini. Saat itu, warga tidak ada yang melintas.

Baca Juga :  Klasik dan Populer di Kalangan Muda

Dugaan sementara, jembatan tersebut ambruk akibat fondasi yang menopang jembatan terkikis aliran air di Sungai Kalibaru. Sebelum kejadian, debit air di sungai itu besar karena sering turun hujan deras. “Saat jembatan ambruk, turun hujan deras. Hujan deras mulai habis magrib dan itu membuat debit air naik,” kata Kapolsek Glenmore, AKP Basori Alwi.(mg3/abi)

GLENMORE – Setelah dua bulan belajar di musala dan Kantor Kecamatan Glenmore karena Jembatan Carangan yang menghubungkan Desa Tegalharjo dan Karangharjo, Kecamatan Glenmore ambruk, para siswa SDN 7 Tegalharjo, akhirnya kembali belajar di sekolahnya, kemarin (3/1).

Para siswa itu, bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan pertemuan tatap muka (PTM) di sekolahnya, setelah Jembatan Carangan yang ambruk diganti jembatan darurat. “Hari ini (kemarin), pertama masuk sekolah setelah liburan, dan mulai hari ini siswa dan guru bisa melakukan KBM di sekolah, sudah dibuatkan jembatan darurat,” cetus Kepala SDN 7 Tegalharjo, Yami.

Jembatan darurat yang dibuat masyarakat, terang dia, dimulai sejak Minggu (19/12) dan selesai dibuat pada Senin (27/12). Hanya saja, saat itu para siswa sedang memasuki libur semester. “Baru sekarang siswa bisa memakai jembatan ini,” terangnya.

Baca Juga :  Ujian Modul Pendidikan Kesetaraan

Yami mengaku sangat senang bisa melakukan KBM di sekolah. Itu setelah dua bulan lamanya, para siswa harus belajar di sekolah, dan sebagian besar pindah ke masjid dan kantor kecamatan. “Di masjid peralatannya tidak lengkap, sedangkan di kantor kecamatan jaraknya jauh dari rumah siswa,” cetusnya.

Camat Glenmore, Gatot Suyono menyampaikan pembangunan jembatan permanen rencana akan dimulai pada Maret 2022. “Jembatan baru akan dibangun di lokasi yang lama, pengerjaannya sekitar empat bulan,” katanya.

Seperti yang diberitakan harian ini sebelumnya, Jembatan Carangan yang menghubungkan Desa Karangharjo dan Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore pada Kamis (18/11) sekitar pukul 21.00, ambruk. Tidak ada korban dalam kejadian ini. Saat itu, warga tidak ada yang melintas.

Baca Juga :  SDN 4 Sumbergondo Prioritaskan Seni Tari

Dugaan sementara, jembatan tersebut ambruk akibat fondasi yang menopang jembatan terkikis aliran air di Sungai Kalibaru. Sebelum kejadian, debit air di sungai itu besar karena sering turun hujan deras. “Saat jembatan ambruk, turun hujan deras. Hujan deras mulai habis magrib dan itu membuat debit air naik,” kata Kapolsek Glenmore, AKP Basori Alwi.(mg3/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/