alexametrics
22.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Dispendik Luncurkan E-Sadari Sekolah

BANYUWANGI – Dinas Pendidikan Banyuwangi menggelar rapat koordinasi tentang penyusunan Sistem Aplikasi Izin Pendirian Sekolah (Sadari Sekolah) di Aula Dinas Pendidikan Banyuwangi kemarin (3/1). Rapat koordinasi ini sekaligus membahas tentang izin pendirian sekolah baru yang dihadiri Kepala UPTD dan kalangan yayasan sekolah.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi H Dwi Yanto mengatakan, dalam mendukung sistem pelayanan publik yang sudah berbasis online, Dispendik berupaya menurunkan sistem tersebut ke dalam pelayanan izin pendirian sekolah baru. Maka mulai tahun 2018 ini, semua pendaftaran izin pendirian sekolah baru mulai tingkat PAUD, TK, SD, SMP sudah menggunakan aplikasi online. Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan semua yayasan yang ingin membuat sekolah baru. ”Dengan aplikasi online ini maka akan mengurangi konflik yang terjadi saat pengajuan izin sekolah baru, sebab saat izin itu tidak disetujui maka bukan dari Dispendik, namun sistem sendiri yang menolak karena ada kekurangan kelengkapan berkas,” kata Dwi Yanto.

Sementara itu, Kasubag Penyusunan Program (Sungram) Dispendik Banyuwangi Sumiyati menambahkan, aplikasi online izin pendirian sekolah baru ini, pada intinya bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan terkait permohonan izin. Selama ini, jika ada berkas yang kurang maka si pemohon biasanya akan kembali lagi ke Dispendik untuk melengkapi. ”Nah waktu yang dibutuhkan untuk melengkapi ini bisa cukup lama karena harus bolak balik, oleh sebab itu dengan aplikasi online ini akan lebih efektif dan efisien dari sisi waktu dan biaya,” kata Sumiyati.

Sumiyati menjelaskan, untuk masuk ke dalam sistem aplikasi online Sadari Sekolah ini, pemohon wajib melakukan registrasi di panel web dengan mengisi data diri. Di panel ini, Anda akan dituntun dengan user dan password yang sudah dibuat pada menu registrasi. Saat membuka panel maka semua daftar pertanyaan harus diisi dengan benar dan jujur. Misalnya, di kolom kepemilikan tanah/bangunan, sarana dan prasarana, fasilitas penunjang yang tersedia, serta penyedia tenaga pendidikan. ”Semua harus diisi lengkap, benar dan jujur, sebab pada saatnya ada tim visitasi yang akan terjun ke lokasi, sebelum pada akhirnya surat izin turun,” pungkasnya.

BANYUWANGI – Dinas Pendidikan Banyuwangi menggelar rapat koordinasi tentang penyusunan Sistem Aplikasi Izin Pendirian Sekolah (Sadari Sekolah) di Aula Dinas Pendidikan Banyuwangi kemarin (3/1). Rapat koordinasi ini sekaligus membahas tentang izin pendirian sekolah baru yang dihadiri Kepala UPTD dan kalangan yayasan sekolah.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi H Dwi Yanto mengatakan, dalam mendukung sistem pelayanan publik yang sudah berbasis online, Dispendik berupaya menurunkan sistem tersebut ke dalam pelayanan izin pendirian sekolah baru. Maka mulai tahun 2018 ini, semua pendaftaran izin pendirian sekolah baru mulai tingkat PAUD, TK, SD, SMP sudah menggunakan aplikasi online. Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan semua yayasan yang ingin membuat sekolah baru. ”Dengan aplikasi online ini maka akan mengurangi konflik yang terjadi saat pengajuan izin sekolah baru, sebab saat izin itu tidak disetujui maka bukan dari Dispendik, namun sistem sendiri yang menolak karena ada kekurangan kelengkapan berkas,” kata Dwi Yanto.

Sementara itu, Kasubag Penyusunan Program (Sungram) Dispendik Banyuwangi Sumiyati menambahkan, aplikasi online izin pendirian sekolah baru ini, pada intinya bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan terkait permohonan izin. Selama ini, jika ada berkas yang kurang maka si pemohon biasanya akan kembali lagi ke Dispendik untuk melengkapi. ”Nah waktu yang dibutuhkan untuk melengkapi ini bisa cukup lama karena harus bolak balik, oleh sebab itu dengan aplikasi online ini akan lebih efektif dan efisien dari sisi waktu dan biaya,” kata Sumiyati.

Sumiyati menjelaskan, untuk masuk ke dalam sistem aplikasi online Sadari Sekolah ini, pemohon wajib melakukan registrasi di panel web dengan mengisi data diri. Di panel ini, Anda akan dituntun dengan user dan password yang sudah dibuat pada menu registrasi. Saat membuka panel maka semua daftar pertanyaan harus diisi dengan benar dan jujur. Misalnya, di kolom kepemilikan tanah/bangunan, sarana dan prasarana, fasilitas penunjang yang tersedia, serta penyedia tenaga pendidikan. ”Semua harus diisi lengkap, benar dan jujur, sebab pada saatnya ada tim visitasi yang akan terjun ke lokasi, sebelum pada akhirnya surat izin turun,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/