alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Tampilkan Aplikasi Petani Pintar

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng-Stand STIKOM PGRI Banyuwangi di lokasi Festival Kampung Digital RTH Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, mendapat perhatian khusus dari para pengunjung, kemarin (3/9).

Di acara yang dibuka oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan berlangsung hingga hari ini (4/9), menampilkan game, short movie, animasi, dan berbagai aplikasi seperti, E-Absent STIKOM, Petani Pintar, KIA(e-health), E-push polres Banyuwangi, Equisioner,  dan E-soil. Semua aplikasi itu, bisa diunduh di playstore: STIKOM PGRI Banyuwangi dan di website: esoilstikom.000webhostapp.com. “Aplikasi itu diciptakan kolaborasi antara mahasiswa dan dosen STIKOM PGRI Banyuwangi. Aplikasi itu diciptakan untuk mempermudah masyarakat,” ujar dosen IT STIKOM PGRI Banyuwangi, Ahmad Chusyairi. M.kom.

Menurut Chusyairi, ada beberapa game yang juga dipamerkan, yaitu game mari belajar, virus surviver, dan game dengan judul Let’s Cleaner Up The Word yang telah memperoleh juara tingkat nasional pada Indocoris IT Competition 2019.

Game itu menceritakan petualangan seorang anak yang bernama Coris untuk mencari dan memilah sampah di tempat yang sesuai. Seringkali Coris mendapat rintangan dalam melaksanakan tugasnya. Kemudian anak itu menemukan alat sehingga mengembalikan lingkungan menjadi bersih dan terbebas dari sampah. “Selain game yang mendapat juara Short Movie, juga mendapat juara tinggkat nasional dengan judul IT in Millenial daily life, dan itu bisa dilihat di youtube,” katanya seraya berharapa mahasiswa bisa berkopentensi di jenjang yang lebih tinggi lagi, dan aplikasi bisa mermanfaat untuk masyarakat. Dan masyarakat mengetahui STIKOM PGRI Banyuwangi yang beralamat di Jalan Jendral A Yani 80 B Banyuwangi itu mempunyai produk yang bisa mampu bersaing di tingkat nasional.

Ketua STIKOM PGRI Banyuwangi H Chairul Anam mengatakan sangat mendukung acara Festival Kampung Digital yang digelar di RTH Maron, Genteng. Dengan Festival Kampung Digital ini mahasiswa  IT STIKOM PGRI Banyuwangi bisa bersaing menciptakan inovasi untuk kemajuan Banyuwangi dan Indonesia. “Dunia IT di zaman milenial ini sangat dibutuhkan di semua jenis pekerjaan. Untuk itu mahasiswa harus lebih inovatif dalam merancang aplikasi dan software, sehingga produknya bisa bersaing dengan produk luar negeri,” harapnya.(abi)

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng-Stand STIKOM PGRI Banyuwangi di lokasi Festival Kampung Digital RTH Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, mendapat perhatian khusus dari para pengunjung, kemarin (3/9).

Di acara yang dibuka oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan berlangsung hingga hari ini (4/9), menampilkan game, short movie, animasi, dan berbagai aplikasi seperti, E-Absent STIKOM, Petani Pintar, KIA(e-health), E-push polres Banyuwangi, Equisioner,  dan E-soil. Semua aplikasi itu, bisa diunduh di playstore: STIKOM PGRI Banyuwangi dan di website: esoilstikom.000webhostapp.com. “Aplikasi itu diciptakan kolaborasi antara mahasiswa dan dosen STIKOM PGRI Banyuwangi. Aplikasi itu diciptakan untuk mempermudah masyarakat,” ujar dosen IT STIKOM PGRI Banyuwangi, Ahmad Chusyairi. M.kom.

Menurut Chusyairi, ada beberapa game yang juga dipamerkan, yaitu game mari belajar, virus surviver, dan game dengan judul Let’s Cleaner Up The Word yang telah memperoleh juara tingkat nasional pada Indocoris IT Competition 2019.

Game itu menceritakan petualangan seorang anak yang bernama Coris untuk mencari dan memilah sampah di tempat yang sesuai. Seringkali Coris mendapat rintangan dalam melaksanakan tugasnya. Kemudian anak itu menemukan alat sehingga mengembalikan lingkungan menjadi bersih dan terbebas dari sampah. “Selain game yang mendapat juara Short Movie, juga mendapat juara tinggkat nasional dengan judul IT in Millenial daily life, dan itu bisa dilihat di youtube,” katanya seraya berharapa mahasiswa bisa berkopentensi di jenjang yang lebih tinggi lagi, dan aplikasi bisa mermanfaat untuk masyarakat. Dan masyarakat mengetahui STIKOM PGRI Banyuwangi yang beralamat di Jalan Jendral A Yani 80 B Banyuwangi itu mempunyai produk yang bisa mampu bersaing di tingkat nasional.

Ketua STIKOM PGRI Banyuwangi H Chairul Anam mengatakan sangat mendukung acara Festival Kampung Digital yang digelar di RTH Maron, Genteng. Dengan Festival Kampung Digital ini mahasiswa  IT STIKOM PGRI Banyuwangi bisa bersaing menciptakan inovasi untuk kemajuan Banyuwangi dan Indonesia. “Dunia IT di zaman milenial ini sangat dibutuhkan di semua jenis pekerjaan. Untuk itu mahasiswa harus lebih inovatif dalam merancang aplikasi dan software, sehingga produknya bisa bersaing dengan produk luar negeri,” harapnya.(abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/