alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Dinas Pendidikan Jaring 2.020 Warga Belajar Baru

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Dunia pendidikan Banyuwangi terus bergerak. Beragam program untuk peningkatan akses pendidikan di berbagai lapisan masyarakat terus digenjot. Kali ini Dinas Pendidikan melalui Bidang Masyarakat menggelar pembelajaran dengan tema ”Guruku Gurumu dan Guru Kita (Guruku KATA)”. Kegiatan yang dilakukan secara virtual Zoom ini dilakukan pada Kamis (3/12). Lokasi kegiatan meliputi 101 titik di 25 kecamatan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno mengatakan, Pemkab terus-menerus memberikan perhatian yang besar pada pembangunan pendidikan dalam rangka mencapai tujuan negara, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa yang pada gilirannya sangat memengaruhi kesejahteraan umum dan pelaksanaan ketertiban dunia. ”Pendidikan mempunyai peranan penting dan strategis dalam pembangunan bangsa serta memberikan kontribusi signifikan atas pertumbuhan ekonomi dan transformasi sosial,” kata Suratno saat membuka pembelajaran melalui daring ini.

Oleh sebab itu, melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) diharapkan akses pendidikan dapat menjadi jembatan penghubung antara pemerintah dengan warga belajar. Kehadiran PKBM di tengah masyarakat sangat diharapkan karena semua orang harus sekolah dan tidak boleh ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah. ”Tugas PKBM berperan dalam penanganan anak putus sekolah. Putus sekolah akan menimbulkan kemiskinan dan kesenjangan pendidikan yang menjadi tangga ekonomi nyata di masyarakat. Jadi, pemerataan pendidikan harus diutamakan,” kata Suratno.

Kabid Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Nuriyatus Sholeha mengatakan, tujuan dalam pembelajaran Guruku KATA ini adalah menarik minat warga masyarakat untuk mengikuti program pendidikan kesetaraan bagi warga masyarakat yang belum lulus SD dan SMP, kategori usia di bawah 59 tahun. Acara ini serempak digelar di 101 titik, per titik diikuti 20 warga belajar, sehingga total warga belajar yang mengikuti pembelajaran ini yaitu 2.020 wajib belajar. ”Peserta pembelajaran ini melibatkan tutor peduli pendidikan serta warga masyarakat yang belum lulus SD dan SMP,” kata Nuriyatus.

Dikatakan, nantinya saat proses pembelajaran wajib belajar akan mendapat porsi belajar empat kali pertemuan. Terdiri dari tiga kali pertemuan berupa teori dan sekali praktik. ”Mereka akan diajari mulai cara membaca dan berhitung. Semua materi dikaitkan dengan teknis kehidupan sehari-hari, misalnya membuat kue dengan takaran terigu 2 kilogram. Nah, mereka akan diajari cara membaca serta menulis sekaligus praktik. Nanti jika sudah lulus akan diberi sertifikat, selanjutnya diajak bergabung ke pendidikan nonformal yaitu PKBM terdekat,” pungkas Nuriyatus.

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Dunia pendidikan Banyuwangi terus bergerak. Beragam program untuk peningkatan akses pendidikan di berbagai lapisan masyarakat terus digenjot. Kali ini Dinas Pendidikan melalui Bidang Masyarakat menggelar pembelajaran dengan tema ”Guruku Gurumu dan Guru Kita (Guruku KATA)”. Kegiatan yang dilakukan secara virtual Zoom ini dilakukan pada Kamis (3/12). Lokasi kegiatan meliputi 101 titik di 25 kecamatan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno mengatakan, Pemkab terus-menerus memberikan perhatian yang besar pada pembangunan pendidikan dalam rangka mencapai tujuan negara, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa yang pada gilirannya sangat memengaruhi kesejahteraan umum dan pelaksanaan ketertiban dunia. ”Pendidikan mempunyai peranan penting dan strategis dalam pembangunan bangsa serta memberikan kontribusi signifikan atas pertumbuhan ekonomi dan transformasi sosial,” kata Suratno saat membuka pembelajaran melalui daring ini.

Oleh sebab itu, melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) diharapkan akses pendidikan dapat menjadi jembatan penghubung antara pemerintah dengan warga belajar. Kehadiran PKBM di tengah masyarakat sangat diharapkan karena semua orang harus sekolah dan tidak boleh ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah. ”Tugas PKBM berperan dalam penanganan anak putus sekolah. Putus sekolah akan menimbulkan kemiskinan dan kesenjangan pendidikan yang menjadi tangga ekonomi nyata di masyarakat. Jadi, pemerataan pendidikan harus diutamakan,” kata Suratno.

Kabid Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Nuriyatus Sholeha mengatakan, tujuan dalam pembelajaran Guruku KATA ini adalah menarik minat warga masyarakat untuk mengikuti program pendidikan kesetaraan bagi warga masyarakat yang belum lulus SD dan SMP, kategori usia di bawah 59 tahun. Acara ini serempak digelar di 101 titik, per titik diikuti 20 warga belajar, sehingga total warga belajar yang mengikuti pembelajaran ini yaitu 2.020 wajib belajar. ”Peserta pembelajaran ini melibatkan tutor peduli pendidikan serta warga masyarakat yang belum lulus SD dan SMP,” kata Nuriyatus.

Dikatakan, nantinya saat proses pembelajaran wajib belajar akan mendapat porsi belajar empat kali pertemuan. Terdiri dari tiga kali pertemuan berupa teori dan sekali praktik. ”Mereka akan diajari mulai cara membaca dan berhitung. Semua materi dikaitkan dengan teknis kehidupan sehari-hari, misalnya membuat kue dengan takaran terigu 2 kilogram. Nah, mereka akan diajari cara membaca serta menulis sekaligus praktik. Nanti jika sudah lulus akan diberi sertifikat, selanjutnya diajak bergabung ke pendidikan nonformal yaitu PKBM terdekat,” pungkas Nuriyatus.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/