alexametrics
23.8 C
Banyuwangi
Tuesday, August 16, 2022

PGRI Serahkan Bantuan Banjir

SINGOJURUH – Bantuan logistik untuk warga yang terdampak banjir bandang di Desa Alas­malang, Kecamatan Singojuruh, terus berdatangan. Kali ini, para guru yang tergabung dalam PGRI Banyuwangi menyerahkan ban­tuan yang dilaksanakan di SDN 1 Alasmalang, kemarin (2/7).

Ketua PGRI Banyuwangi, Teguh Sumarno mengatakan, PGRI Ba­nyuwangi memberikan ban­tuan logistik senilai Rp 114,678 juta. Bantuan itu disalurkan lang­sung kepada warga yang ter­dam­pak ban­jir bandang di empat dusun yang ada di Desa Alas­malang. “Kita bagikan secara merata, tapi kita prioritaskan untuk anak-anak yang masih sekolah,” katanya.

Ditambahkan oleh Koordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidikan (Korwilkersatdik) Kecamatan Singojuruh, Nur Damai menga­takan, bantuan yang diserahkan ini berasal dari solidaritas para guru yang tergabung dalam PGRI se Kabupaten Banyuwangi. Dana itu dari sekolah dan akan dikem­balikan ke sekolah. “Ini hasil pe­ngumpulan para guru, terma­suk dari Dinas Pendidikan Ba­nyu­wangi,” katanya.

Bantuan itu, terang dia, diba­gi­kan dalam dua tahap. Tahap per­tama senilai Rp 109.597 juta dan tahapan ke dua Rp 5.081 juta. “Sekarang ini tahap perta­ma,” cetusnya.

Baca Juga :  Berjalan Kaki Sambil Jajakan Sapu Lidi

Untuk tahap pertama, masih kata dia, bantuan dibagi lima kategori, yaitu alat semprot air senilai Rp 1,747 juta, bantuan untuk SDN 1 Alasmalang senilai Rp 2,5 juta, bantuan dana pen­didikan senilai Rp 75.350 juta yang dibagikan kepada 285 siswa. “Bantuan untuk para siswa me­mang lebih banyak, yaitu sekitar 75 persen dari dana bantuan,” tuturnya.

Sedangkan kategori ke empat, jelas dia, bantuan untuk masyarakat yang ada di empat dusun terdampak banjir bandang dengan nilai Rp 30 juta, dan bantuan 232 paket sembako yang diberikan kepada keluarga terdampak di empat dusun. “Bantuan ke masyarakat itu juga ada yang tenaga pendidik, kebetulan juga menjadi korban banjir,” ungkapnya.

Nur menyampaikan terima kasih kepada semua yang telah mendonasikan dana untuk membantu korban banjir, di antaranya Dispendik Banyuwangi, PC PGRI dan Korwilkersatdik Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, Gambiran, Genteng, Glen­more, Muncar, Pesanggaran, Purwoharjo, Sempu, Siliragung, Singojuruh, Tegaldlimo, dan Tegaldsari. “Kami sampaikan terima ka­sih pada semua,” cetusnya.

Baca Juga :  Bantuan Bahan Bangunan Menumpuk

Kabid SD Dispendik Banyuwangi, Hamami me­ngaku senang bantuan yang telah di­salurkan dengan baik, apalagi bantuan itu bisa diberikan pada anak yang maish sekolah. “Pelajar itu patut kita prioritaskan, agar mereka tidak trauma,” katanya.

Dengan bantuan ini, diharapkan bisa meringankan beban para orang tua yang kini tengah memikirkan alat sekolah dan seragam untuk anaknya. “Dengan dana ini bisa terbantu, dan nanti tidak ada anak yang tidak sekolah,” ujarnya.

Camat Singojuruh, Muhammad Lutfi yang hadir dalam penyerahan bantuan itu menangatakan, warga yang ter­dampak banjir bandang sangat mem­butuhkan bantuan, terutama baju seragam sekolah untuk anak-anak. “Kebanyakan anak-anak yang terdampak membutuhkan seragam sekolah, karena seragam sekolahnya banyak yang rusak,” terangnya.

Saat ini, jelas dia, Pemkab Banyuwangi juuga sudah menganggarkan bantuan berupa seragam. “Memang akan ada bantuan seragam sekolah, nanti anak-anak akan diukur untuk seragam sekolah,” katanya.

SINGOJURUH – Bantuan logistik untuk warga yang terdampak banjir bandang di Desa Alas­malang, Kecamatan Singojuruh, terus berdatangan. Kali ini, para guru yang tergabung dalam PGRI Banyuwangi menyerahkan ban­tuan yang dilaksanakan di SDN 1 Alasmalang, kemarin (2/7).

Ketua PGRI Banyuwangi, Teguh Sumarno mengatakan, PGRI Ba­nyuwangi memberikan ban­tuan logistik senilai Rp 114,678 juta. Bantuan itu disalurkan lang­sung kepada warga yang ter­dam­pak ban­jir bandang di empat dusun yang ada di Desa Alas­malang. “Kita bagikan secara merata, tapi kita prioritaskan untuk anak-anak yang masih sekolah,” katanya.

Ditambahkan oleh Koordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidikan (Korwilkersatdik) Kecamatan Singojuruh, Nur Damai menga­takan, bantuan yang diserahkan ini berasal dari solidaritas para guru yang tergabung dalam PGRI se Kabupaten Banyuwangi. Dana itu dari sekolah dan akan dikem­balikan ke sekolah. “Ini hasil pe­ngumpulan para guru, terma­suk dari Dinas Pendidikan Ba­nyu­wangi,” katanya.

Bantuan itu, terang dia, diba­gi­kan dalam dua tahap. Tahap per­tama senilai Rp 109.597 juta dan tahapan ke dua Rp 5.081 juta. “Sekarang ini tahap perta­ma,” cetusnya.

Baca Juga :  Bandingkan Bola Pingpong dengan Telur Penyu

Untuk tahap pertama, masih kata dia, bantuan dibagi lima kategori, yaitu alat semprot air senilai Rp 1,747 juta, bantuan untuk SDN 1 Alasmalang senilai Rp 2,5 juta, bantuan dana pen­didikan senilai Rp 75.350 juta yang dibagikan kepada 285 siswa. “Bantuan untuk para siswa me­mang lebih banyak, yaitu sekitar 75 persen dari dana bantuan,” tuturnya.

Sedangkan kategori ke empat, jelas dia, bantuan untuk masyarakat yang ada di empat dusun terdampak banjir bandang dengan nilai Rp 30 juta, dan bantuan 232 paket sembako yang diberikan kepada keluarga terdampak di empat dusun. “Bantuan ke masyarakat itu juga ada yang tenaga pendidik, kebetulan juga menjadi korban banjir,” ungkapnya.

Nur menyampaikan terima kasih kepada semua yang telah mendonasikan dana untuk membantu korban banjir, di antaranya Dispendik Banyuwangi, PC PGRI dan Korwilkersatdik Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, Gambiran, Genteng, Glen­more, Muncar, Pesanggaran, Purwoharjo, Sempu, Siliragung, Singojuruh, Tegaldlimo, dan Tegaldsari. “Kami sampaikan terima ka­sih pada semua,” cetusnya.

Baca Juga :  Berjalan Kaki Sambil Jajakan Sapu Lidi

Kabid SD Dispendik Banyuwangi, Hamami me­ngaku senang bantuan yang telah di­salurkan dengan baik, apalagi bantuan itu bisa diberikan pada anak yang maish sekolah. “Pelajar itu patut kita prioritaskan, agar mereka tidak trauma,” katanya.

Dengan bantuan ini, diharapkan bisa meringankan beban para orang tua yang kini tengah memikirkan alat sekolah dan seragam untuk anaknya. “Dengan dana ini bisa terbantu, dan nanti tidak ada anak yang tidak sekolah,” ujarnya.

Camat Singojuruh, Muhammad Lutfi yang hadir dalam penyerahan bantuan itu menangatakan, warga yang ter­dampak banjir bandang sangat mem­butuhkan bantuan, terutama baju seragam sekolah untuk anak-anak. “Kebanyakan anak-anak yang terdampak membutuhkan seragam sekolah, karena seragam sekolahnya banyak yang rusak,” terangnya.

Saat ini, jelas dia, Pemkab Banyuwangi juuga sudah menganggarkan bantuan berupa seragam. “Memang akan ada bantuan seragam sekolah, nanti anak-anak akan diukur untuk seragam sekolah,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/