alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

280 Mahasiswa IAIDA Melaksanakan KKN

BANGOREJO – Sebanyak 280 mahasiswa Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA) Blokagung, Kecamatan Tegalsari, mengikuti program kuliah kerja nyata (KKN). Kegiatan yang akan berlangsung sebulan itu, diterjunkan di 19 desa yang ada di Kecamatan Bangorejo, Tegalsari, dan Gambiran.

Program KKN itu, dibuka oleh Rektor IAIDA Blokagung, Ahmad Munib Syafaat di pendopo kantor Kecamatan Bangorejo kemarin (31/7). Dalam pembukaan itu, hadir forpimka di tiga kecamatan dan perwakilan dari PT BSI. “KKN IAIDA ini menerapkan model PAR (participatory Action Research), ini beda dari yang lainnya,” terang Ahmad Munib Syafaat.

Dengan KKN yang menggunakan model PAR ini, terang dia, para mahasiswa harus terlibat langsung di tengah masyarakat. Kemudian, menggali potensi dan mengembangkannya. “Untuk lebih memberdayakan masyarakat,” cetusnya.

Baca Juga :  Bantu Mesin Pulper untuk Tingkatkan Produktifitas Petani Kopi

Pada KKN di IAIDA ini, terang dia, juga menerapkan disiplin pesantren. Kelompok dalam KKN ini antara mahasiswa dan mahasiswi dipisah. Dengan cara ini, agar nilai-nilai kepesantrenan tetap berjalan.

Camat Bangorejo, Didik Joko Suhono, dalam sambutannya menyampaikan citra IAIDA sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren harus diaplikasikan oleh para peserta KKN di tempat tugas. “KKN tidak hanya mengaplikasikan ilmunya, tapi juga bisa menjadi ustad,” katanya.

Menurut Camat Didik, KKN itu merupakan wahana bagi mahasiswa dalam peran sertanya membangun masyarakat berbasis pengabdian. Jika selama kegiatan apresiasi masyarakat tidak sesuai harapan, pihaknya meminta hal itu tidak dijadikan masalah.(sli/abi)

BANGOREJO – Sebanyak 280 mahasiswa Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA) Blokagung, Kecamatan Tegalsari, mengikuti program kuliah kerja nyata (KKN). Kegiatan yang akan berlangsung sebulan itu, diterjunkan di 19 desa yang ada di Kecamatan Bangorejo, Tegalsari, dan Gambiran.

Program KKN itu, dibuka oleh Rektor IAIDA Blokagung, Ahmad Munib Syafaat di pendopo kantor Kecamatan Bangorejo kemarin (31/7). Dalam pembukaan itu, hadir forpimka di tiga kecamatan dan perwakilan dari PT BSI. “KKN IAIDA ini menerapkan model PAR (participatory Action Research), ini beda dari yang lainnya,” terang Ahmad Munib Syafaat.

Dengan KKN yang menggunakan model PAR ini, terang dia, para mahasiswa harus terlibat langsung di tengah masyarakat. Kemudian, menggali potensi dan mengembangkannya. “Untuk lebih memberdayakan masyarakat,” cetusnya.

Baca Juga :  Reaktualisasi ”Jihad Milenial” di Masa Pandemi

Pada KKN di IAIDA ini, terang dia, juga menerapkan disiplin pesantren. Kelompok dalam KKN ini antara mahasiswa dan mahasiswi dipisah. Dengan cara ini, agar nilai-nilai kepesantrenan tetap berjalan.

Camat Bangorejo, Didik Joko Suhono, dalam sambutannya menyampaikan citra IAIDA sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren harus diaplikasikan oleh para peserta KKN di tempat tugas. “KKN tidak hanya mengaplikasikan ilmunya, tapi juga bisa menjadi ustad,” katanya.

Menurut Camat Didik, KKN itu merupakan wahana bagi mahasiswa dalam peran sertanya membangun masyarakat berbasis pengabdian. Jika selama kegiatan apresiasi masyarakat tidak sesuai harapan, pihaknya meminta hal itu tidak dijadikan masalah.(sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/