alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Semua Bergembira dalam Festival Pendidikan

GLENMORE – Memperingati Hari Pendidikan Nasional 2018, Pem­kab Banyuwangi menggelar Fes­tival Pendidikan, Sabtu (28/4) di RTH Glenmore. Acara rutin tiap tahun yang digelar ini me­nampilkan beragam inovasi dan kreasi para pelajar dari jenjang SD hingga SLTA. Ribuan guru dan siswa termasuk pendidik ter­lihat meramaikan festival ini.

Bupati Abdullah Azwar Anas menga­takan, pendidikan adalah pilar utama untuk mencapai ke­majuan sebuah bangsa. Untuk itu, guru dan generasi muda sangat ber­peran penting. “Pemkab terus berkomitmen meningkatkan pen­di­dikan. Porsi APBD terbesar ma­sih untuk pendidikan untuk men­dukung berbagai program pendidikan agar warga bisa me­nikmati pendidikan yang lebih baik dan jenjang lebih tinggi,” kata Anas.

Bupati Anas juga mendorong para tenaga pendidik dan siswa untuk terus meningkatkan kapa­sitasnya untuk bisa bersaing di ranah global. Meski maju, lanjut Anas, kita tetap harus berpijak pada budaya dan tradisi lokal yang luhung. “Contohlah Jepang, mereka maju tapi tradisinya tetap dipegang kuat. Semua harus percaya diri,” seru Anas.

Sementara itu, Asisten Adminis­trasi Pembangunan dan Kesmas Agus Siswanto dalam sambutannya mengatakan, pendidikan meru­pakan salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas manusia, yang juga merupakan kom­ponen variabel dalam meng­hitung Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Oleh karena itu pembangunan pen­didikan di Kabupaten Banyu­wangi harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendi­dikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan di masa depan. “Kegiatan ini sengaja dige­lar di Banyuwangi selatan, ini terkait masukan dari pemangku pendi­dikan, sekaligus sebagai upa­ya untuk pemerataan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Banyu­wangi Sulihtiyono menjelaskan, dalam peringatan Festival Pen­didikan 2018 digelar berbagai acara. Seperti lomba tari jejer gandrung menur, lomba cindera mata siswa-siswi, lomba nyanyi oseng untuk siswa dan guru. Ada pula pameran pendidikan PAUD hingga Perguruan Tinggi.

Dalam acara itu juga digelar lomba olahraga tradisional yang diikuti 25 Koordinator Wilayah se-Kabupaten Banyuwangi. Misalnya, gobak sodor, egrang, trompa panjang, dll. “Hari ini adalah harinya guru dan siswa, jadi mereka dipersilakan untuk bergembira bersama,” kata Sulihtiyono kemarin. (*)

GLENMORE – Memperingati Hari Pendidikan Nasional 2018, Pem­kab Banyuwangi menggelar Fes­tival Pendidikan, Sabtu (28/4) di RTH Glenmore. Acara rutin tiap tahun yang digelar ini me­nampilkan beragam inovasi dan kreasi para pelajar dari jenjang SD hingga SLTA. Ribuan guru dan siswa termasuk pendidik ter­lihat meramaikan festival ini.

Bupati Abdullah Azwar Anas menga­takan, pendidikan adalah pilar utama untuk mencapai ke­majuan sebuah bangsa. Untuk itu, guru dan generasi muda sangat ber­peran penting. “Pemkab terus berkomitmen meningkatkan pen­di­dikan. Porsi APBD terbesar ma­sih untuk pendidikan untuk men­dukung berbagai program pendidikan agar warga bisa me­nikmati pendidikan yang lebih baik dan jenjang lebih tinggi,” kata Anas.

Bupati Anas juga mendorong para tenaga pendidik dan siswa untuk terus meningkatkan kapa­sitasnya untuk bisa bersaing di ranah global. Meski maju, lanjut Anas, kita tetap harus berpijak pada budaya dan tradisi lokal yang luhung. “Contohlah Jepang, mereka maju tapi tradisinya tetap dipegang kuat. Semua harus percaya diri,” seru Anas.

Sementara itu, Asisten Adminis­trasi Pembangunan dan Kesmas Agus Siswanto dalam sambutannya mengatakan, pendidikan meru­pakan salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas manusia, yang juga merupakan kom­ponen variabel dalam meng­hitung Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Oleh karena itu pembangunan pen­didikan di Kabupaten Banyu­wangi harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendi­dikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan di masa depan. “Kegiatan ini sengaja dige­lar di Banyuwangi selatan, ini terkait masukan dari pemangku pendi­dikan, sekaligus sebagai upa­ya untuk pemerataan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Banyu­wangi Sulihtiyono menjelaskan, dalam peringatan Festival Pen­didikan 2018 digelar berbagai acara. Seperti lomba tari jejer gandrung menur, lomba cindera mata siswa-siswi, lomba nyanyi oseng untuk siswa dan guru. Ada pula pameran pendidikan PAUD hingga Perguruan Tinggi.

Dalam acara itu juga digelar lomba olahraga tradisional yang diikuti 25 Koordinator Wilayah se-Kabupaten Banyuwangi. Misalnya, gobak sodor, egrang, trompa panjang, dll. “Hari ini adalah harinya guru dan siswa, jadi mereka dipersilakan untuk bergembira bersama,” kata Sulihtiyono kemarin. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/