alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Ingin Kuliah, Ramai-Ramai Ikuti Ujian Paket C

RadarBanyuwangi.id – Upaya kabupaten Banyuwangi untuk meningkatkan angka rata-rata lama sekolah (RLS) terus digiatkan. Kemarin (31/3) seluruh warga belajar Kejar Paket C yang tersebar di seluruh kecamatan difasilitasi untuk mengikuti Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) di masing-masing Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

Salah satunya di PKBM Aliza. Mereka menggelar UPK di gedung SDN 2 Tukangkayu. Ada 23 warga belajar mengikuti UPK secara luring. Sedangkan 20 lainnya melakukan UPK secara daring melalui platform Google Form.

Kepala PKBM Aliza, Etik Setyorini mengatakan, antusiasme para warga belajar di tempatnya cukup tinggi. Hal itu tampak dari tingkat kehadiran peserta yang datang untuk mengikuti UPK. Apalagi, di Banyuwangi program Kejar Paket C digelar secara gratis.

Etik mengatakan, rata-rata warga belajar di jenjang Kejar Paket C tahun ini cukup muda. Usia mereka rata-rata 25 sampai 27 tahun. Warga belajar yang mengikuti UPK hari itu adalah angkatan Kejar Paket C tahun 2019.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Teamwork, LKP Banyuwangi Gelar Outbound di Sumberbulu

”Motivasi belajarnya cukup bagus. Bahkan, ada yang dari Surabaya kemudian ikut neneknya di sini demi bisa ikut Kejar Paket C di Banyuwangi. Karena di sana cukup mahal katanya biayanya,” jelas Etik.

UPK Kejar Paket C digelar sejak Senin (29/3) sampai Jumat (2/3) besok. Ada 10 mata pelajaran yang harus dikerjakan para warga belajar. Sebelum UPK dimulai, Etik mengatakan pihaknya terlebih dahulu mengirimkan surat dispensasi kepada tempat kerja para warga belajar. Sehingga mereka bisa mengikuti UPK dengan tenang.

Etik juga mengatakan, dari sejumlah warga belajar Kejar Paket C di tempatnya, 10 di antaranya sudah mendaftarkan diri untuk masuk universitas. Sebagian berkuliah di kampus-kampus ada di Banyuwangi, dan ada satu yang sudah mendaftar ke Unesa. ”UPK ini menjadi salah satu syarat kelulusan selain keaktifan selama mengikuti pembelajaran. Kita harapkan para siswa belajar memiliki kesempatan yang sama untuk tetap bisa belajar,” ujarnya.

Baca Juga :  Agar terlaksana Ibu-Ibu Ikut Bantu Cari Sponsor

Sementara itu, Kabid Pendidikan Masyarakat Dispendik Banyuwangi Nuriyatus Sholeha menambahkan, UPK digelar secara serentak di seluruh PKBM. Pemkab sendiri berharap dengan mengikuti ujian dan memiliki ijazah Paket C, para warga belajar bisa memperbaiki kualitas hidup mereka. Selain itu, semakin tingginya jumlah warga belajar juga akan ikut mendorong angka RLS di Banyuwangi. ”Semoga mereka bisa lulus dengan nilai memuaskan. Tapi tetap menjaga integritasnya,” tandas Nuri. 

RadarBanyuwangi.id – Upaya kabupaten Banyuwangi untuk meningkatkan angka rata-rata lama sekolah (RLS) terus digiatkan. Kemarin (31/3) seluruh warga belajar Kejar Paket C yang tersebar di seluruh kecamatan difasilitasi untuk mengikuti Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) di masing-masing Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

Salah satunya di PKBM Aliza. Mereka menggelar UPK di gedung SDN 2 Tukangkayu. Ada 23 warga belajar mengikuti UPK secara luring. Sedangkan 20 lainnya melakukan UPK secara daring melalui platform Google Form.

Kepala PKBM Aliza, Etik Setyorini mengatakan, antusiasme para warga belajar di tempatnya cukup tinggi. Hal itu tampak dari tingkat kehadiran peserta yang datang untuk mengikuti UPK. Apalagi, di Banyuwangi program Kejar Paket C digelar secara gratis.

Etik mengatakan, rata-rata warga belajar di jenjang Kejar Paket C tahun ini cukup muda. Usia mereka rata-rata 25 sampai 27 tahun. Warga belajar yang mengikuti UPK hari itu adalah angkatan Kejar Paket C tahun 2019.

Baca Juga :  Peserta PKK, Outbound di Grand Harvest

”Motivasi belajarnya cukup bagus. Bahkan, ada yang dari Surabaya kemudian ikut neneknya di sini demi bisa ikut Kejar Paket C di Banyuwangi. Karena di sana cukup mahal katanya biayanya,” jelas Etik.

UPK Kejar Paket C digelar sejak Senin (29/3) sampai Jumat (2/3) besok. Ada 10 mata pelajaran yang harus dikerjakan para warga belajar. Sebelum UPK dimulai, Etik mengatakan pihaknya terlebih dahulu mengirimkan surat dispensasi kepada tempat kerja para warga belajar. Sehingga mereka bisa mengikuti UPK dengan tenang.

Etik juga mengatakan, dari sejumlah warga belajar Kejar Paket C di tempatnya, 10 di antaranya sudah mendaftarkan diri untuk masuk universitas. Sebagian berkuliah di kampus-kampus ada di Banyuwangi, dan ada satu yang sudah mendaftar ke Unesa. ”UPK ini menjadi salah satu syarat kelulusan selain keaktifan selama mengikuti pembelajaran. Kita harapkan para siswa belajar memiliki kesempatan yang sama untuk tetap bisa belajar,” ujarnya.

Baca Juga :  Tetap Berdagang Bakso, Belajar Ditemani Anak

Sementara itu, Kabid Pendidikan Masyarakat Dispendik Banyuwangi Nuriyatus Sholeha menambahkan, UPK digelar secara serentak di seluruh PKBM. Pemkab sendiri berharap dengan mengikuti ujian dan memiliki ijazah Paket C, para warga belajar bisa memperbaiki kualitas hidup mereka. Selain itu, semakin tingginya jumlah warga belajar juga akan ikut mendorong angka RLS di Banyuwangi. ”Semoga mereka bisa lulus dengan nilai memuaskan. Tapi tetap menjaga integritasnya,” tandas Nuri. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/