alexametrics
23.2 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Dukung Pengembangan Pariwisata, Pemuda Komunikasi Bahasa Inggris

KALIBARU- Pemkab Banyuwangi terus berupaya mengembangkan sektor pariwisata baik dari segi fasilitas wisata maupun sumber daya manusia (SDM). Selain gencar mempromosikan kawasan objek wisata kepada masyarakat, tentunya penunjang kepariwisataan juga harus diperhatikan, seperti halnya dengan Pemandu Wisata (Pramuwisata).

 

Nah, sebagai upaya dalam memberikan kenyamanan kepada para wisatawan yang berkunjung di Banyuwangi, Dinas Pendidikan Banyuwangi memberikan skill kemampuan bahasa inggris kepada 148 pemuda. Tidak hanya pemahaman bahasa Inggris saja, mereka juga dilatih beragam materi seperti  communication, energy, dynamism, memory, a sense of humor, professionalisme. Kegiatan ini dikemas dengan acara Banyuwangi English Bootcamp 2020 Tour Guide Series. Selama dua hari, 29-30 Agustus 2020, di Margo Utomo Hill View Resort mereka digembleng oleh narasumber dibidangnya.

 

Ketua Dekranasda Banyuwangi Ipuk Fiestiendani Azwar Anas mengatakan, selama ini Pemkab Banyuwangi melakukan berbagai terobosan pengembangan pariwisata Banyuwangi. Salah satu pendukungnya adalah meningkatkan SDM kepariwisataan. Menurutnya, pramuwisata dianggap sangat penting dalam kepariwisataan, karena bertugas memberikan bimbingan, penjelasan, petunjuk kepada wisatawan tentang objek wisata yang ada di Banyuwangi.

Baca Juga :  Guru PAUD adalah Panggilan Jiwa

 

Pemandu wisata paling tidak basic nya harus bisa berbahasa inggris untuk menunjang kelancaran dan kenyamanan wisatawan luar negeri. “Penguasaan bahasa asing diperlukan untuk menyambut integrasi masyarakat antarnegara. Dengan fasilitas gratis ini, kami berharap semua peserta bisa ikut dan maju bersama-sama,” kata Ipuk yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Banyuwangi ini.

 

Plt Kepala Dinas Pendidikan Suratno mengatakan para peserta ini dipersiapkan menjadi agen informasi agar bisa menyebarluaskan informasi tentang parisiwata dan budayanya. “Kabupaten Banyuwangi memiliki potensi pariwisata yang sangat menarik. Wisata alam, situs relgi, kultur serta adat masyarakat. Sektor pariwisata ini sudah terbukti cepat dikenal, maka peran pemuda harus ikut aktif melakukan promosi pariwisata Banyuwangi,” kata Suratno.

 

Sementara itu, Kabid Pendidikan Masyarakat Nuriyatus Sholeha menjelaskan, Banyuwangi English Bootcamp 2020 Tour Guide Series ini pesertanya menyentuh semua lapisan masyarakat. Mulai warga belajar, siswa, mahasiswa hingga pemandu wisata. Dalam kegiatan ini Dispendik juga memberikan beasiswa pemandu wisata untuk Kecamatan Glagah, Licin, Wongsorejo dan Pesanggaran. Ada pula calon penerima peserta kursus bahasa Inggris dari Desy Education.

Baca Juga :  Ini yang Membuat Mahasiswa Untag Banyuwangi Juara LKTI Nasional

 

Jumlah peserta terbagi dua kategori, yakni 48 orang berasal dari warga belajar, siswa, mahasiswa, syarat utama salah satunya berminat tentang pariwisata, tour guide, dan bersedia mengikuti rapid test. Kategori kedua berasal dari siswa Desy Education. Sebanyak 150 siswa calon penerima kursus bahasa Inggris Desy Education.  “Tujuan kegiatan ini adalah memberikan keterampilan tambahan sekaligus menambah ilmu atau skill dalam meningkatakan mutu diri untuk menjadi seorang pemandu wisata dengan daya tarik sendiri. Peserta diberi serfikat uji kompetensi sehingga mereka layak jadi pemandu wisata dalam rangka meningkatkan perekonomian,” kata Nuriyatus. (*)

 

 

 

 

KALIBARU- Pemkab Banyuwangi terus berupaya mengembangkan sektor pariwisata baik dari segi fasilitas wisata maupun sumber daya manusia (SDM). Selain gencar mempromosikan kawasan objek wisata kepada masyarakat, tentunya penunjang kepariwisataan juga harus diperhatikan, seperti halnya dengan Pemandu Wisata (Pramuwisata).

 

Nah, sebagai upaya dalam memberikan kenyamanan kepada para wisatawan yang berkunjung di Banyuwangi, Dinas Pendidikan Banyuwangi memberikan skill kemampuan bahasa inggris kepada 148 pemuda. Tidak hanya pemahaman bahasa Inggris saja, mereka juga dilatih beragam materi seperti  communication, energy, dynamism, memory, a sense of humor, professionalisme. Kegiatan ini dikemas dengan acara Banyuwangi English Bootcamp 2020 Tour Guide Series. Selama dua hari, 29-30 Agustus 2020, di Margo Utomo Hill View Resort mereka digembleng oleh narasumber dibidangnya.

 

Ketua Dekranasda Banyuwangi Ipuk Fiestiendani Azwar Anas mengatakan, selama ini Pemkab Banyuwangi melakukan berbagai terobosan pengembangan pariwisata Banyuwangi. Salah satu pendukungnya adalah meningkatkan SDM kepariwisataan. Menurutnya, pramuwisata dianggap sangat penting dalam kepariwisataan, karena bertugas memberikan bimbingan, penjelasan, petunjuk kepada wisatawan tentang objek wisata yang ada di Banyuwangi.

Baca Juga :  Ini yang Membuat Mahasiswa Untag Banyuwangi Juara LKTI Nasional

 

Pemandu wisata paling tidak basic nya harus bisa berbahasa inggris untuk menunjang kelancaran dan kenyamanan wisatawan luar negeri. “Penguasaan bahasa asing diperlukan untuk menyambut integrasi masyarakat antarnegara. Dengan fasilitas gratis ini, kami berharap semua peserta bisa ikut dan maju bersama-sama,” kata Ipuk yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Banyuwangi ini.

 

Plt Kepala Dinas Pendidikan Suratno mengatakan para peserta ini dipersiapkan menjadi agen informasi agar bisa menyebarluaskan informasi tentang parisiwata dan budayanya. “Kabupaten Banyuwangi memiliki potensi pariwisata yang sangat menarik. Wisata alam, situs relgi, kultur serta adat masyarakat. Sektor pariwisata ini sudah terbukti cepat dikenal, maka peran pemuda harus ikut aktif melakukan promosi pariwisata Banyuwangi,” kata Suratno.

 

Sementara itu, Kabid Pendidikan Masyarakat Nuriyatus Sholeha menjelaskan, Banyuwangi English Bootcamp 2020 Tour Guide Series ini pesertanya menyentuh semua lapisan masyarakat. Mulai warga belajar, siswa, mahasiswa hingga pemandu wisata. Dalam kegiatan ini Dispendik juga memberikan beasiswa pemandu wisata untuk Kecamatan Glagah, Licin, Wongsorejo dan Pesanggaran. Ada pula calon penerima peserta kursus bahasa Inggris dari Desy Education.

Baca Juga :  Banyuwangi Bangun Sinergi dengan UI Kembangkan Ekonomi

 

Jumlah peserta terbagi dua kategori, yakni 48 orang berasal dari warga belajar, siswa, mahasiswa, syarat utama salah satunya berminat tentang pariwisata, tour guide, dan bersedia mengikuti rapid test. Kategori kedua berasal dari siswa Desy Education. Sebanyak 150 siswa calon penerima kursus bahasa Inggris Desy Education.  “Tujuan kegiatan ini adalah memberikan keterampilan tambahan sekaligus menambah ilmu atau skill dalam meningkatakan mutu diri untuk menjadi seorang pemandu wisata dengan daya tarik sendiri. Peserta diberi serfikat uji kompetensi sehingga mereka layak jadi pemandu wisata dalam rangka meningkatkan perekonomian,” kata Nuriyatus. (*)

 

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/